Polri: Tidak Ada Alasan Membenarkan Kekerasan Anak, Fakta Baru Ayah Juna Terungkap

Senin, 15 September 2025 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi tangkap Ayah Juna dan pasangannya terkait penganiayaan anak di Jakarta Selatan. Dok-Polri

Polisi tangkap Ayah Juna dan pasangannya terkait penganiayaan anak di Jakarta Selatan. Dok-Polri

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID  Polisi menangkap EF alias YA (40), dikenal sebagai ‘Ayah Juna’, dan SNK (42) karena diduga menganiaya anak MK (7) yang ditemukan penuh luka di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Keduanya berdalih menyiksa karena beban dan perilaku anak yang dianggap nakal.

Dirtipid PPA-PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol Nurul Azizah, menegaskan tidak ada alasan yang membenarkan kekerasan pada anak. “Kami pastikan apa pun alasannya, kekerasan terhadap anak tidak bisa ditoleransi,” ujarnya, Senin (15/9/2025).

Polisi mengungkap, MK memiliki saudara kembar. Namun hanya MK yang menjadi korban penyiksaan. Nurul menegaskan pihaknya masih mendalami alasan diskriminasi tersebut melalui pemeriksaan lanjutan, observasi psikologis, dan keterangan saksi.

Fokus kami bukan hanya menghukum pelaku, tapi juga memulihkan korban. Keselamatan, kesehatan, pendidikan, dan pemulihan psikososial tetap prioritas utama,” tambahnya.

Fakta Baru: Ayah Juna Ternyata Perempuan

Polisi mengungkap fakta mengejutkan. EF alias YA, yang dikenal sebagai ‘Ayah Juna’, ternyata seorang perempuan. Ia menjalin hubungan sesama jenis dengan ibu korban.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Perpres Ojol, Tarif dan Perlindungan Mitra Jadi Fokus

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP M Prasetyo, menegaskan EF bukan pria. “Pelaku EF mengaku bernama Yusuf Arjuna atau Ayah Juna. Mereka pasangan sesama jenis,” jelasnya.

Sebelumnya, pada Rabu (11/6/2025), warga menemukan MK dalam kondisi lemah di Pasar Kebayoran Lama. Bocah itu mengalami dehidrasi dan luka akibat benda tajam. Ia tidur di atas kardus dan kesulitan berbicara saat dimintai keterangan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

155 Etomidate Siap Diedarkan Modus Tempel, Polisi Tangkap CA di PIK
Kontrakan di Gambir Disulap Jadi Lab Tembakau Sintetis, SW Produksi 4 Kali
Polisi Ungkap Bisnis Video A Day in My Life, 20 Konten Dibuat Sejak Juli
Kebakaran Kebayoran Lama Diduga Korsleting, 180 Jiwa Terdampak
Cuaca Jabodetabek Rabu Cerah, Hujan Mengintai Bogor dan Bekasi
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Ini Imbauan Dinkes untuk Warga
Kebakaran NPCT1 Tanjung Priok Hanguskan 51 Isotank, Polisi Gandeng Labfor
WNA Thailand Diduga Salahgunakan Izin Tinggal, Buka Kelas Face Lifting di Hotel

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:39 WIB

155 Etomidate Siap Diedarkan Modus Tempel, Polisi Tangkap CA di PIK

Rabu, 23 September 2026 - 12:56 WIB

Kontrakan di Gambir Disulap Jadi Lab Tembakau Sintetis, SW Produksi 4 Kali

Rabu, 23 September 2026 - 07:42 WIB

Polisi Ungkap Bisnis Video A Day in My Life, 20 Konten Dibuat Sejak Juli

Rabu, 23 September 2026 - 06:21 WIB

Kebakaran Kebayoran Lama Diduga Korsleting, 180 Jiwa Terdampak

Rabu, 23 September 2026 - 06:05 WIB

Cuaca Jabodetabek Rabu Cerah, Hujan Mengintai Bogor dan Bekasi

Berita Terbaru

Charles Spencer merilis buku memoar baru tentang Putri Diana dan membongkar tuduhan terhadap Raja Charles III. Simak tanggapan resmi Istana Buckingham. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Charles Spencer Rilis Buku Swan Song dan Ungkap Tuduhan Baru

Rabu, 23 Sep 2026 - 15:58 WIB

Ilustrasi, Korea Utara menguji coba rudal hipersonik Hwasong-11Ma di bawah pantauan Kim Jong Un. Simak tanggapan Korea Selatan dan rencana diplomasi Trump.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:10 WIB