Korban Keracunan MBG di Bandung Barat 1.333 Orang, Beberapa Pasien Alami Gejala Berulang

Jumat, 26 September 2025 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Makan Bergizi Gratis (MBG). Dok: Istimewa

Makan Bergizi Gratis (MBG). Dok: Istimewa

BANDUNG, POSNEWS.CO.ID – Jumlah korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat terus meningkat, mencapai 1.333 orang.

Meski sebagian pasien sudah diperbolehkan pulang, beberapa kembali menunjukkan gejala berulang di rumah, membuat kondisi semakin miris dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat, Lia N. Sukandar, menegaskan, “Semalam kami mendapati 4 pasien KLB keracunan datang lagi, padahal sebelumnya sudah dinyatakan membaik. Karena saya ikut menangani langsung, saya hapal betul wajah mereka,” ujar Lia, Jumat (26/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah mendapatkan perawatan, petugas melakukan anamnesa untuk mengetahui penyebab gejala berulang. Ternyata, perilaku pasien dan keluarga menjadi faktor utama.

Baca Juga :  Keracunan Program MBG, Pemerintah Tegaskan Human Error Bukan Pelanggaran HAM

Banyak pasien kembali sakit akibat mengonsumsi makanan atau minuman tidak higienis di rumah, seperti jeruk atau ayam goreng yang belum terjamin kebersihannya.

“Setelah ditanya, sebagian pasien diberi makanan sembarangan di rumah. Ada yang membeli ayam goreng, ada yang dimasak sendiri tanpa memperhatikan kebersihan. Hal ini memicu gejala berulang,” jelas Lia.

Untuk mencegah kondisi memburuk, Lia menginstruksikan seluruh petugas di posko GOR Kecamatan Cipongkor dan lokasi penanganan pasien KLB lain agar memberikan edukasi intensif.

Pasien dan keluarga harus memahami aturan konsumsi makanan setelah dinyatakan membaik.

“Saya sudah wanti-wanti kepada petugas: pasien yang pulang wajib makan bubur yang dimasak sendiri dan menghindari makanan sembarangan. Jangan sampai mereka kembali jatuh sakit,” tegas Lia.

Baca Juga :  BPOM Bongkar Fakta Dapur SPPG Polri, Makanan Bergizi Anak Diuji Layaknya Makanan Presiden

Hingga kini, posko GOR Kecamatan Cipongkor menampung 12 pasien keracunan massal, siap menerima pasien baru maupun mereka yang mengalami gejala berulang.

Situasi ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih memperhatikan higienitas MBG serta edukasi pascapulih pasien.

Hingga 26 September 2025, korban keracunan MBG di KBB mencapai 1.333 orang. Beberapa pasien kembali mengalami gejala di rumah akibat pola makan yang salah dan kurangnya edukasi keluarga mengenai konsumsi makanan aman. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo
90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga
Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18 Mulai Beredar Luas
Ukraina Siap Perluas Penggunaan Drone AI Otonom
Malaysia Resmi Tingkatkan Mandatori Biodiesel Sawit
Indonesia dan Belarus Percepat Kerja Sama Industri
Ancaman El Niño 2026: Cuaca Kering Ekstrem Siap Memangkas
Danantara: DSI Batal Jadi Eksportir Tunggal Komoditas

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:56 WIB

Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:06 WIB

90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:27 WIB

Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18 Mulai Beredar Luas

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:22 WIB

Ukraina Siap Perluas Penggunaan Drone AI Otonom

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:39 WIB

Malaysia Resmi Tingkatkan Mandatori Biodiesel Sawit

Berita Terbaru

Penyelamatan darurat di Tokyo. Jago merah menghanguskan ruang musik Sekolah Takinogawa Dai-san, memaksa ratusan murid melarikan diri ke halaman sekolah. Dok: @takanyo VIA X/via REUTERS

INTERNASIONAL

Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo

Jumat, 19 Jun 2026 - 14:56 WIB

Jaminan keadilan harga petani hulu. Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan memperketat pengawasan harga TBS guna melindungi kesejahteraan petani swadaya. Dok: Istimewa.

NASIONAL

90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga

Jumat, 19 Jun 2026 - 14:06 WIB