Wisata Ragunan Diserbu, 2.900 Pengunjung Padati Kebun Binatang Malam Hari

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengunjung memadati pintu masuk Ragunan saat uji coba wisata malam di Jakarta Selatan, Sabtu malam (11/10/2025). Dok: Instagram/ Ragunanzoo. Dok: Instagram/ Ragunanzoo

Pengunjung memadati pintu masuk Ragunan saat uji coba wisata malam di Jakarta Selatan, Sabtu malam (11/10/2025). Dok: Instagram/ Ragunanzoo. Dok: Instagram/ Ragunanzoo

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Hari pertama wisata malam Ragunan dibuka, antusiasme warga Ibu Kota membludak. Uji coba wisata malam di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan langsung diserbu ribuan pengunjung, Sabtu malam (11/10/2025).

Berdasarkan catatan resmi pengelola, sebanyak 2.900 orang memadati kawasan Ragunan hanya dalam satu malam. Angka ini disebut sebagai rekor kunjungan wisata malam perdana di taman margasatwa tersebut.

Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan Bambang Wahyudi membenarkan lonjakan pengunjung itu.

“Terakhir terdata ada 2.900-an pengunjung,” ujarnya di Pusat Informasi Ragunan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Fajar Sauri, mengaku tak menyangka antusiasme warga begitu tinggi.

“Saya sempat kaget juga, ternyata masyarakat sangat penasaran melihat suasana kebun binatang di malam hari,” kata Fajar.

Tiket Tetap Murah, Akses Lewat Pintu Utara

Meski jadi magnet wisata baru, harga tiket Ragunan tetap murah meriah. Tiket dewasa masih Rp4.000 dan anak-anak Rp3.000. Pengunjung bisa masuk melalui Pintu Utara, yang resmi dibuka pukul 18.00 WIB.

Baca Juga :  Wisata Malam Ragunan Membludak, Pemprov DKI Benahi Parkir dan Fasilitas

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan POSNEWS.CO.ID, antrean panjang terlihat sejak sore. Banyak keluarga membawa anak-anak, sementara anak muda datang untuk menikmati sensasi langka jalan-jalan di kebun binatang pada malam hari.

Meski demikian, tidak semua satwa bisa dilihat. “Kami batasi area yang bisa dikunjungi. Beberapa satwa tidak aktif di malam hari, jadi tidak semuanya bisa dilihat,” jelas Fajar.

Pihak pengelola telah memasang lampu penunjuk arah, menambah petugas keamanan, dan melakukan pembatasan di area tertentu untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

Ada 15 Jenis Satwa Nokturnal Aktif di Malam Hari

Menurut data terbaru, lebih dari 15 jenis satwa nokturnal aktif dan bisa diamati langsung pengunjung. Di antaranya binturong, trenggiling, landak Jawa, linsang, musang bulan, hingga kancil.

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular

Salah satu yang paling menarik perhatian pengunjung adalah binturong, yang tampak lincah saat petugas memberi makan. Kegiatan feeding time ini menjadi tontonan favorit warga karena disertai penjelasan edukatif dari petugas Ragunan.

Fajar menegaskan, wisata malam Ragunan tidak sekadar hiburan, tapi juga edukasi bagi masyarakat.

“Kami ingin warga bisa belajar tentang perilaku satwa nokturnal sambil menikmati suasana malam yang berbeda,” ujarnya.

Dengan sambutan luar biasa ini, Pemprov DKI Jakarta sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang program wisata malam Ragunan menjadi agenda rutin setiap akhir pekan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terbaru

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB