Bonatua Hari Ini Ambil Salinan Ijazah Jokowi yang Dilegalisir di KPU DKI Jakarta

Senin, 13 Oktober 2025 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Copy Ijazah Jokowi. Dok: Istimewa

Foto Copy Ijazah Jokowi. Dok: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Prokontra kasus ijazah palsu milik mantan Presiden Joko widodo (Jokowi) terus bergulir bahkan semakin liar.

Kali ini pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi, akan kembali menerima salinan ijazah Jokowi yang sudah dilegalisir dari KPU DKI Jakarta, Senin (13/10/2025).

Dokumen ini diterima lengkap dengan berita acara serah terima. “Saya akan mengambil salinan ijazah beserta berita acara serah terima,” ujar Bonatua kepada wartawan, Senin pagi.

Sebelumnya, Bonatua telah menerima salinan ijazah Jokowi melalui KPU RI pada 2 Oktober 2025. Saat itu, pakar Telematika, Roy Suryo, mendampingi Bonatua menerima dokumen resmi tersebut.

Baca Juga :  Yakub Hasibuan Gelar Perkara Ijazah Jokowi Bukan Ajang Pembuktian - Hormati Proses Hukum

Menurut Bonatua, pengambilan dokumen dari KPU DKI Jakarta bertujuan untuk mengecek konsistensi legalisir ijazah setiap tahun.

“Secara teori, salinan ijazah yang terlegalisir berbeda tiap tanggal dan nama pejabat yang melegalisir,” jelasnya.

Langkah Bonatua ini juga terkait dengan permohonan sidang sengketa informasi publik di Komisi Informasi Publik (KIP).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia akan menghadiri sidang siang ini untuk menuntut arsip salinan ijazah 2014 dan 2019 yang seharusnya disimpan ANRI sesuai UU Kearsipan.

Baca Juga :  Mutilasi Freezer Bekasi Terungkap, Korban Dibunuh karena Tolak Ajakan Mencuri

Sebelum menjadi Presiden ke-7 RI, Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo periode 2005–2010 dan Gubernur DKI Jakarta 2012–2014. Setiap kepala daerah atau kepala negara wajib melampirkan salinan ijazah yang dilegalisir.

Oleh karena itu, Bonatua menegaskan pentingnya mengecek dokumen asli di KPU RI dan KPU DKI Jakarta untuk memastikan kesesuaian arsip legalisir setiap tahun. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar
Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG
Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang
Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri
Beli Pulsa Berujung Maut, Pria di Cengkareng Tewas Disabet Clurit
Astronom Temukan Atmosfer pada Dunia Es Terpencil 2002 XV93
Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:12 WIB

Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:56 WIB

Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:38 WIB

Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri

Berita Terbaru

Ilustrasi, Mencari keadilan dan kohesi sosial. Sidang umum perdana Komisi Kerajaan Australia resmi berjalan untuk menyelidiki lonjakan antisemitisme dan mengevaluasi celah keamanan nasional setelah tragedi penembakan Hanukkah di Bondi Beach. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Gagalnya kesepakatan damai. Afghanistan menuduh militer Pakistan meluncurkan serangan mematikan ke wilayah timur yang menargetkan fasilitas publik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB