JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Cuaca ekstrim di laut kian tak bersahabat terutama di perairan Samudera Hindia. Para nelayan yang hendak melaut harus waspada dan banyak yang menghentikan sejenak aktifitasnya untuk mencari ikan.
Pada Kamis (28/8/2025) pukul 14.20 WIB, dilaporkan ABK KM Dewata Timur 128, Asep Taufik Kurohman hilang saat kapal berlayar di Perairan Samudera Hindia.
Hilangnya korban memicu pencarian intensif di tengah kondisi ombak besar dan angin kencang.
Kronologi Hilangnya ABK
Menurut pelapor, Kodiran, kapal berangkat dari Dermaga Timur Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, pada Sabtu (23/8/2025) pukul 13.00 WIB dengan membawa 17 ABK untuk mengambil ikan dari kapal pencari ikan.
Pada Kamis (28/8/2025) sekitar pukul 11.00 WIB, saat ABK beristirahat setelah bekerja, salah seorang kru, Roy, memberitahu Kodiran bahwa Asep Taufik Kurohman tidak terlihat di kapal.
Kodiran langsung menghentikan kapal dan mencari korban di seluruh bagian kapal, termasuk kamar ABK, dapur, dan bagian lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun korban tidak ditemukan. Selanjutnya, kapal menarik jangkar dan melakukan pencarian selama dua hari dalam radius 10 mil, meski kondisi cuaca ekstrem membuat pencarian sulit.
Laporan ke Pengurus dan Kepolisian
Kodiran melaporkan kejadian ini ke pengurus kapal, Aho, yang meminta kapal kembali ke pelabuhan. Kapal KM Dewata Timur 128 tiba di Dermaga Timur Pelabuhan Muara Baru pada Sabtu (11/10/2025) pukul 18.30 WIB.
Setibanya di pelabuhan, Kodiran melaporkan hilangnya korban ke Polsek Kawasan Muara Baru Jakarta Utara untuk penyelidikan lebih lanjut. Saksi dalam kasus ini antara lain Wahyu Setia Budi.
Sektro Kawasan Muara kini menangani kasus hilangnya ABK, sementara pihak berwenang terus melakukan pencarian korban. (red)





















