Nova Arianto Seleksi Ketat Pemain Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Dunia 2025 di Qatar

Jumat, 17 Oktober 2025 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nova ditunjuk jadi pelatih Timnas Indonesia U-20. (Posnews/PSSI)

Nova ditunjuk jadi pelatih Timnas Indonesia U-20. (Posnews/PSSI)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Piala Dunia U17 2025 di Qatar sudah didepan mata. Semua pecinta sepak bola dunia sudah mulai tertuju ke evant tersebut.

Pelatih Timnas Indonesia U-17 Nova Arianto memastikan akan melakukan seleksi ketat demi membentuk skuad kompetitif menghadapi Piala Dunia U-17 2025.

Timnas Indonesia U-17 tergabung di Grup H bersama Brasil, Honduras, dan Zambia. Ajang bergengsi ini akan berlangsung pada 3–27 November 2025.

Nova menegaskan, penilaian pemain tidak hanya dari sesi latihan, tetapi juga dari laga uji coba. Ia akan memaksimalkan setiap pertandingan untuk menilai kemampuan dan mental para pemain.

Baca Juga :  Hidup Dikurasi Algoritma: Pilihan Palsu di Ujung Jari

“Kami ingin melihat detail kualitas tiap pemain lewat uji coba. Dari situ, kami akan menentukan skuad terbaik,” ujar Nova di Jakarta, kemarin.

Saat ini, Garuda Asia sudah memasuki tahap persiapan akhir. Tim akan berlatih di Dubai, Uni Emirat Arab mulai 17 Oktober 2025, sebelum bertolak ke Qatar.

Di Dubai, Timnas Indonesia U-17 akan menjalani tiga laga uji coba melawan Paraguay (25 Oktober), Afrika Selatan (27 Oktober), dan Panama (29 Oktober). Setelah itu, tim akan terbang ke Qatar pada 1 November 2025.

Baca Juga :  Hujan Ekstrem Ancam Jakarta, Pramono Anung Siapkan WFH dan PJJ Jika Banjir Terulang

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nova menegaskan akan mengumumkan skuad final setelah uji coba di Dubai. Ia hanya membawa 21 dari 26 pemain ke Piala Dunia U-17 2025 sesuai regulasi FIFA.

“Kami akan umumkan skuad final setelah uji coba di Dubai. Lima pemain harus dicoret karena aturan hanya mengizinkan 21 pemain,” tegasnya.

Dengan persiapan matang dan seleksi ketat ini, Nova optimistis Garuda Asia mampu bersaing dan tampil maksimal di panggung dunia. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas
Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:58 WIB

Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:48 WIB

Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:40 WIB

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB

Ilustrasi, Kembali ke alam. Tren busana Muslim tahun 2026 mengusung konsep kesederhanaan yang elegan melalui sentuhan warna bumi dan siluet minimalis yang mengutamakan kenyamanan fungsional. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Feb 2026 - 17:45 WIB

Ilustrasi, Pahlawan di balik kesunyian Maghrib. Saat mayoritas warga berkumpul di meja makan, sebagian orang justru harus teguh berdiri di garis depan demi pelayanan dan kemanusiaan. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 16:40 WIB