BMKG Ingatkan Hujan Ringan-Sedang dan Angin Kencang di Jabodetabek 25–27 Oktober 2025

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, hujan mengguyur kawasan Jakarta saat aktivitas warga.
(Posnews/(iSock)

Ilustrasi, hujan mengguyur kawasan Jakarta saat aktivitas warga. (Posnews/(iSock)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bila anda ingin bepergian keluar rumah tidak ada salahnya tetap memantau kondisi cuaca hari ini, apalagi dalam keadaan cuaca yang tidak menentu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di wilayah Jabodetabek.

BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas berbeda akan mengguyur Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi mulai Sabtu (25/10/2025) hingga Senin (27/10/2025) pukul 07.00 WIB.

Kepala BMKG menegaskan, pergerakan aktif Madden Julian Oscillation (MJO) memperkuat pertumbuhan awan hujan di wilayah tengah dan timur Indonesia.

“Warga harus tetap waspada terhadap genangan air, petir, dan angin kencang, khususnya di daerah rawan bencana,” ujar petugas BMKG, Kamis (24/10/2025).

Prakiraan Hujan Jabodetabek 25–26 Oktober 2025

Hujan Ringan: Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, Kota Bekasi.

Hujan Sedang: Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Kab. Bekasi, Kota Depok, Kab. Bogor, Kota Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kab. Tangerang.

Baca Juga :  BPBD DKI & TNI-AU Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 21 Agustus

Prakiraan Hujan Jabodetabek 26–27 Oktober 2025

Hujan Ringan: Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kab. Tangerang.

Hujan Sedang: Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kab. Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kab. Bogor, Kota Bogor.

BMKG mengimbau masyarakat untuk menyiapkan payung, memeriksa saluran air, dan menghindari area rawan genangan. Selain itu, pengendara diminta berhati-hati saat melintasi jalan licin dan tergenang air. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial
Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda
Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026
Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:00 WIB

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:30 WIB

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:10 WIB

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:05 WIB

Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu

Berita Terbaru

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB

Ilustrasi, Ekonomi Gig menjanjikan kebebasan

INTERNASIONAL

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:00 WIB

Melawan logika dominasi. Ekofeminisme mengungkap bahwa pemulihan bumi mustahil tercapai tanpa meruntuhkan struktur patriarki yang mengeksploitasi perempuan dan alam secara bersamaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:30 WIB

Menembus batas identitas tunggal. Konsep interseksionalitas membuktikan bahwa perjuangan perempuan tidak bisa menggunakan pendekatan 'satu ukuran untuk semua' guna menghapus penindasan yang berlapis. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:10 WIB