Dosen Cantik Bungo Ditemukan Tewas Diduga Diperkosa, Motor dan Mobil Raib

Minggu, 2 November 2025 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

BUNGO, POSNEWS.CO.ID — Kasus pembunahan sadis disertai pemerkosaan membuat gempar warga Bungo, Jambi ditengah siang hari bolong.

Seorang dosen wanita berinisial EY ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya, Dusun Sungai Mengkuang, Rimbo Tengah, Sabtu (1/11/2025) siang.

Korban yang juga Ketua Prodi S1 Keperawatan IAKSS Muaro Bungo itu ditemukan tak bernyawa di dalam kamar. Tubuhnya penuh luka, wajah lebam, dan ada tanda kekerasan brutal.

Polisi bergerak cepat. Berdasarkan visum sementara, dugaan kejahatan keji ini makin kuat.

Baca Juga :  Jaksa Agung Mutasi 14 Kajati, Ini Daftar Lengkap dan Perombakan Terbarunya

Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, mengonfirmasi temuan mengejutkan: ada sperma di celana korban.

“Diduga pemerkosaan, karena visum menunjukkan adanya sperma,” tegas Natalena, Minggu (2/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, polisi mencatat lebam di wajah, bahu, leher, serta luka di kepala korban. Fakta itu memperkuat dugaan korban disiksa sebelum dihabisi.

Bukan cuma nyawa terenggut. Harta benda korban juga lenyap. Sepeda motor dan mobil korban hilang tanpa jejak.

Baca Juga :  Kepala BNN Irjen Suyudi Tegaskan Pemberantasan Narkoba Tanpa Pandang Bulu

“Patut diduga pembunuhan karena harta benda korban tidak ada di TKP,” ujar Natalena.

Artinya, selain dugaan pemerkosaan, polisi mencium arah kuat motif perampokan kejam.

Kematian tragis ini mengguncang lingkungan kampus dan warga sekitar. Polisi kini memburu pelaku yang diduga mengenal korban dan masuk rumah tanpa disadari.

Tim forensik dan Satreskrim bergerak cepat, mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi untuk mengungkap pelaku biadab di balik kejahatan sadis ini. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku
Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah
Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:24 WIB

Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot

Berita Terbaru

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketegangan di jantung Eropa. Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman sebagai balasan atas kritik keras Kanselir Friedrich Merz terhadap kepemimpinan Donald Trump dalam perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB