Pulang Selamat, Astronot Shenzhou-20 Gunakan Kapsul SZ-21 Usai Dihantam Puing Antariksa

Sabtu, 15 November 2025 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Tiga astronot Shenzhou-20 (SZ-20) selamat mendarat di Bumi. Mereka terpaksa 'ganti kapsul' dan pulang menggunakan Shenzhou-21 (SZ-21) setelah wahana mereka dihantam puing antariksa. Dok:  VCG/VCG via Getty Images.

Foto, Tiga astronot Shenzhou-20 (SZ-20) selamat mendarat di Bumi. Mereka terpaksa 'ganti kapsul' dan pulang menggunakan Shenzhou-21 (SZ-21) setelah wahana mereka dihantam puing antariksa. Dok: VCG/VCG via Getty Images.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID  —  Tiga astronot misi Shenzhou-20 (SZ-20) China telah kembali dengan selamat ke Bumi. Meskipun begitu, kepulangan mereka diwarnai drama di orbit rendah Bumi yang menyoroti bahaya puing-puing antariksa (space debris).

Komandan Chen Dong, bersama Chen Zhongrui dan Wang Jie, mendarat di Situs Pendaratan Dongfeng, Mongolia Dalam, pada Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 11:14 waktu Beijing. Selanjutnya, mereka terbang ke Beijing dan kini memasuki periode karantina serta pemulihan.

Akan tetapi, mereka pulang bukan menggunakan wahana yang membawa mereka ke Stasiun Luar Angkasa Tiangong pada April lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Darurat di Orbit

Awalnya, kru SZ-20 dijadwalkan pulang pada 5 November, setelah kru pengganti (SZ-21) tiba pada 31 Oktober. Namun, China Manned Space Agency (CMSA) menunda misi kepulangan itu.

Belakangan, CMSA mengonfirmasi bahwa wahana Shenzhou-20 diduga kuat terkena hantaman puing antariksa kecil. Hantaman ini menyebabkan “retakan-retakan kecil” pada jendela penglihatan (viewport window) kapsul tersebut.

Baca Juga :  TNI Bongkar 4 Tersangka Kasus Air Keras Andrie Yunus, Tiga Perwira Terlibat

Akibatnya, CMSA menganggap wahana SZ-20 tidak lagi memenuhi syarat untuk kepulangan yang aman. Mereka pun terpaksa mengambil keputusan drastis.

Solusi “Tukar Kapsul”

Alih-alih mempertaruhkan nyawa kru, CMSA memutuskan untuk meninggalkan wahana Shenzhou-20 yang rusak di orbit.

Sebaliknya, kru SZ-20 diperintahkan pulang menggunakan kapsul Shenzhou-21. Padahal, kapsul SZ-21 itu baru saja tiba dan seharusnya berfungsi sebagai “sekoci” darurat dan kendaraan pulang bagi kru SZ-21 yang baru tiba.

Para astronot akhirnya meninggalkan Tiangong pada Kamis malam (waktu AS) dan mendarat dengan selamat di Bumi pada Jumat pagi menggunakan kapsul “pinjaman” tersebut.

“Jalan eksplorasi antariksa manusia tidak mulus,” kata Komandan Chen Dong setelah keluar dari kapsul. “Ini penuh dengan kesulitan dan tantangan. Tetapi itulah mengapa kita memilih menjalani jalan ini.”

Masalah Baru: Kru Shenzhou-21 “Terjebak”

Solusi ini berhasil menyelamatkan kru SZ-20. Namun, tindakan ini menciptakan masalah baru yang serius: Tiga astronot kru Shenzhou-21 kini “terjebak” di Stasiun Luar Angkasa Tiangong tanpa kendaraan pulang atau “sekoci” darurat.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Waspada Potensi Banjir Rob di Jakarta hingga Cirebon

Oleh karena itu, China kini harus mempercepat misi berikutnya. Media pemerintah Xinhua melaporkan bahwa China akan meluncurkan wahana Shenzhou-22 (kemungkinan tanpa awak) “pada waktu yang tepat di masa depan” untuk menjemput kru SZ-21 setelah misi 6 bulan mereka selesai.

Ironi Puing Antariksa

Insiden ini menyoroti masalah sampah antariksa yang semakin parah. Saat ini, para ahli memperkirakan ada lebih dari 34.000 objek berukuran lebih dari 10 cm yang mengorbit Bumi dengan kecepatan 23 kali kecepatan peluru.

Ironisnya, China adalah salah satu kontributor terbesar masalah ini. Pada tahun 2007, militer China menguji rudal anti-satelit dan secara sengaja menghancurkan salah satu satelit cuaca tuanya. Tindakan itu menciptakan “awan puing buatan paling parah” dalam sejarah, dengan ribuan kepingan yang masih mengancam orbit hingga hari ini.

Para ahli sepakat tidak ada cara efektif untuk membersihkan puing yang sudah ada. Maka, satu-satunya solusi adalah pencegahan dan penerapan regulasi internasional yang lebih ketat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:11 WIB

Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang

Berita Terbaru

Gedung Bapenda DKI Jakarta di Gambir terbakar dan memicu penerapan WFH bergilir bagi ASN.
(Posnews/Dinas Gulkarmat DKI Jakarta)

JABODETABEK

Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Ribuan ASN Jalani WFH Bergilir

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:09 WIB

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Capcom Menguji Monster Hunter Wilds di Nintendo Switch 2

Sabtu, 8 Agu 2026 - 12:19 WIB