POSNEWS – Ledakan dahsyat yang terjadi di SMAN 72 Jakarta pekan lalu, ternyata menimbulkan dampak psikologis yang bekepanjangan.
Banyak siswa SMAN 72 Jakarta yang mengajukan permohonan pindah sekolah, lantaran trauma dengan peristiwa yang menyebabkan 93 siswa luka-luka tersebut.
Hal ini diungkapkan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, usai bertemu dengan Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta, Tetty Helena Tampubolon.
“Dan ternyata dampaknya juga di luar dugaan saya, banyak siswa yang kemudian minta pindah sekolah,” ujar Pramono di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Minggu (16/11/2025).
Gubernur Pramono menuturkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan mengambil langkah serius untuk merumuskan solusi terbaik agar dampaknya tidak meluas dan berlarut-larut.
“Inilah yang juga menjadi pikiran kita. Saya sudah minta kepada sekolah dan termasuk Ibu Kepala Dinas, agar ini dirumuskan secara baik. Karena saya enggak mau dampaknya sampai panjang,” tegasnya.
Hingga saat ini, kegiatan pembelajaran di SMA 72 Jakarta masih dilakukan secara daring atau online. Pramono berharap, Senin (17/11) besok, sudah bisa belajar seperti biasa lagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sampaikan kepada ibu kepala sekolah, batas waktu untuk pembelajaran yang pakai daring itu kan sampai dengan hari Senin besok,” tutur Pramono.
Dikatakan politikus PDIP itu, pihak sekolah berencana mengundang seluruh guru dan murid untuk mengadakan pertemuan pada Senin (17/11/2025) besok.
Tujuan pertemuan ini adalah untuk memberikan opsi dan mendengarkan aspirasi langsung dari para peserta didik mengenai model pembelajaran yang akan diterapkan ke depan.
“Hari Senin besok mereka akan mengundang para murid dan juga guru, untuk diberikan pilihan apakah mereka akan sekolah langsung atau melalui daring,” terangnya. (*)





















