Li Qiang di G20: Lawan Proteksionisme, Tiongkok Serukan Reformasi Bank Dunia dan IMF

Minggu, 23 November 2025 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjaga stabilitas global. Amerika Serikat dan China menggelar perundingan ekonomi di Perancis guna memperluas daftar kerja sama dan memperkuat ketergantungan ekonomi yang saling menguntungkan. Dok: Istimewa.

Menjaga stabilitas global. Amerika Serikat dan China menggelar perundingan ekonomi di Perancis guna memperluas daftar kerja sama dan memperkuat ketergantungan ekonomi yang saling menguntungkan. Dok: Istimewa.

JOHANNESBURG, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri China, Li Qiang, menyampaikan pesan tegas di hadapan para pemimpin dunia. Ia mendesak negara-negara G20 untuk membuang ego sektoral demi menyelamatkan ekonomi global yang sedang lesu.

Pernyataan ini ia sampaikan pada sesi pertama KTT G20 ke-20 di Johannesburg, Sabtu (22/11/2025). Saat itu, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa memimpin jalannya sesi yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi inklusif.

Li menyoroti ancaman nyata yang menghadang. Menurutnya, kebangkitan unilateralisme dan proteksionisme menjadi penghambat utama pemulihan ekonomi. Selain itu, pembatasan perdagangan yang meningkat kian memperburuk situasi.

Melawan Arus Perpecahan

Li mengingatkan kembali pesan Presiden Xi Jinping pada KTT G20 sebelumnya. “Solidaritas adalah kekuatan, sedangkan perpecahan tidak akan membawa kita ke mana pun,” tegasnya.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Bongkar 1.719 Kasus Narkoba, Amankan 1,14 Ton dan 2.318 Tersangka

Pasalnya, kepentingan yang berbeda antarnegara kini makin menajam. Hal ini memperlemah mekanisme kerja sama global yang sudah ada. Akibatnya, solidaritas internasional menjadi barang langka.

Li mendesak G20 untuk menghadapi masalah ini secara jantan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh anggota untuk menangani sengketa melalui konsultasi yang setara.

“Kita harus mencari persamaan sambil menyisihkan perbedaan,” ujarnya. Dengan begitu, kepentingan bersama yang luas dapat tercapai tanpa mengorbankan kepedulian satu sama lain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reformasi Institusi Global

Lebih jauh, Li menyerukan langkah berani dalam tata kelola global. Ia menuntut percepatan reformasi pada institusi keuangan utama dunia. Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) harus segera berbenah.

Tujuannya jelas, negara-negara berkembang harus mendapatkan suara yang lebih lantang. Maka, tatanan ekonomi internasional yang lebih adil dan terbuka dapat tercipta.

Baca Juga :  Batasi Sanksi Wartawan, MK Tegaskan Hak Perlindungan dalam UU Pers

“G20 harus maju mengikuti perkembangan zaman dan memimpin dalam menegakkan multilateralisme,” desak Li.

Aksi Nyata untuk Afrika

Tak hanya bicara, China juga merilis rencana aksi konkret. Li mengumumkan implementasi inisiatif G20 untuk mendukung industrialisasi di Afrika dan negara-negara kurang berkembang (LDCs).

Bahkan, China menyatakan dukungan penuh terhadap pengurangan utang bagi negara berkembang. Mereka juga telah memulai inisiatif kerja sama dengan Afrika Selatan untuk mendukung modernisasi benua tersebut.

Sebagai penutup, Li menegaskan komitmen China untuk mendirikan Institut Pembangunan Global. Langkah ini menjadi bukti keseriusan Beijing dalam mempromosikan pembangunan bersama bagi semua negara.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas
Tiga Geng Motor Ditangkap Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Bogor
PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam
Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon
Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:07 WIB

Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:52 WIB

Tiga Geng Motor Ditangkap Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Bogor

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35 WIB

Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Berita Terbaru

Menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan evolusi strategi Indo-Pasifik di Hanoi. Ia menjanjikan dukungan finansial besar untuk ketahanan energi dan keamanan maritim guna menghadapi agresivitas China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB