Tensi Memanas: AS Siapkan Operasi Senyap untuk Gulingkan Maduro di Venezuela

Minggu, 23 November 2025 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal induk nuklir merapat, operasi rahasia siap dimulai. AS tingkatkan tekanan untuk gulingkan Maduro dalam beberapa hari ke depan. Dok: Istimewa.

Kapal induk nuklir merapat, operasi rahasia siap dimulai. AS tingkatkan tekanan untuk gulingkan Maduro dalam beberapa hari ke depan. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – – Amerika Serikat (AS) sedang bersiap meluncurkan fase baru operasi di Venezuela dalam beberapa hari ke depan. Empat pejabat AS membocorkan rencana tersebut kepada Reuters, Sabtu (22/11/2025).

Langkah ini menandai eskalasi tekanan Pemerintahan Donald Trump terhadap Presiden Nicolas Maduro. Mulanya, Washington akan memprioritaskan operasi rahasia atau covert operations sebagai pembuka.

Sayangnya, Reuters belum bisa memastikan waktu dan lingkup pasti dari operasi tersebut. Meskipun demikian, tanda-tanda intervensi militer sudah terlihat sangat jelas di kawasan Karibia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tuduhan Teroris dan Opsi Militer

Strategi AS kali ini menyasar jantung legitimasi Maduro. Rencananya, AS akan menetapkan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris asing pada Senin (24/11/2025).

Washington menuduh Maduro memimpin kartel tersebut untuk menyelundupkan narkoba ke AS. Tentu saja, Maduro menyangkal keras tuduhan ini.

Baca Juga :  Menlu Iran Sebut Kesepakatan Hindari Perang Dalam Jangkauan

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memberikan sinyal serius pekan lalu. Menurutnya, penetapan status teroris ini membuka “banyak opsi baru” bagi militer AS.

Artinya, Trump bisa memerintahkan serangan langsung terhadap aset dan infrastruktur Maduro. Bahkan, dua pejabat AS menyebut opsi penggulingan kekuasaan juga masuk dalam pertimbangan.

“Presiden Trump siap menggunakan setiap elemen kekuatan Amerika untuk menghentikan banjir narkoba,” tegas seorang pejabat senior yang enggan menyebut nama.

Kapal Induk Nuklir Merapat

Keseriusan AS terlihat dari pergerakan alutsista mereka. Kapal induk terbesar Angkatan Laut AS, USS Gerald R. Ford, telah tiba di Karibia sejak 16 November.

Kapal bertenaga nuklir itu tidak datang sendirian. Tercatat, setidaknya tujuh kapal perang lain, satu kapal selam nuklir, dan jet tempur F-35 turut bergabung dalam gugus tempur tersebut.

Faktanya, pasukan AS sudah mulai “pemanasan”. Mereka telah melancarkan setidaknya 21 serangan terhadap kapal yang diduga membawa narkoba sejak September. Akibatnya, 83 orang tewas dalam operasi tersebut.

Baca Juga :  Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Kelompok hak asasi manusia mengecam tindakan ini. Mereka menyebutnya sebagai pembunuhan di luar hukum terhadap warga sipil.

Peringatan FAA dan Respon Maduro

Ketegangan yang memuncak ini berdampak langsung pada penerbangan sipil. Badan Penerbangan Federal AS (FAA) mengeluarkan peringatan bahaya bagi maskapai yang melintasi wilayah udara Venezuela.

Imbasnya, tiga maskapai internasional langsung membatalkan penerbangan dari Venezuela pada Sabtu. Sementara itu, Nicolas Maduro tampak tetap tenang di hadapan publik.

Ia justru muncul di sebuah teater di Caracas pada Sabtu malam. Maduro merayakan ulang tahunnya yang ke-63 sekaligus menghadiri pemutaran perdana serial TV tentang hidupnya.

Walau begitu, militer Venezuela tetap waspada. Mereka telah menyiapkan strategi “perlawanan berkepanjangan”. Kabarnya, mereka akan mengerahkan unit-unit kecil untuk melakukan taktik gerilya dan sabotase jika AS benar-benar melakukan invasi darat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Heroik! Damkar Berjibaku 3 Jam Selamatkan Bocah dari Lubang Proyek di Jaksel
8 Tersangka Jaringan Vape Narkotika Diciduk di Bandara Kualanamu, Ada Wanita Hamil
Polisi Ringkus Lima Terduga Pelaku Pembacokan di Tanah Tinggi Johar Baru
Kapal dari Laut Thailand Bawa 325 Kg Sabu, Bareskrim Polri Ringkus Dua Kurir
Kaki Diborgol dan Dirantai, 3 Pemuda di Senen Diduga Disekap Selama Tiga Pekan
Jakarta Bangun Akses Bawah Tanah ke MRT, Hotel-Hotel Ikonik Terintegrasi
Pohon Tumbang Timpa Dua Mobil, Sudin Tamhut Jakarta Utara Sisir Pohon Berisiko
Teriak Minta Tolong, Pemuda Luka Bacok di Bekasi Diduga Jadi Korban Begal

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:11 WIB

Heroik! Damkar Berjibaku 3 Jam Selamatkan Bocah dari Lubang Proyek di Jaksel

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:40 WIB

8 Tersangka Jaringan Vape Narkotika Diciduk di Bandara Kualanamu, Ada Wanita Hamil

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:03 WIB

Polisi Ringkus Lima Terduga Pelaku Pembacokan di Tanah Tinggi Johar Baru

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:26 WIB

Kapal dari Laut Thailand Bawa 325 Kg Sabu, Bareskrim Polri Ringkus Dua Kurir

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:00 WIB

Kaki Diborgol dan Dirantai, 3 Pemuda di Senen Diduga Disekap Selama Tiga Pekan

Berita Terbaru