Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Guncangan otoritas kesehatan. Kepala FDA Marty Makary mengundurkan diri setelah setahun menjabat, meninggalkan lembaga tersebut dalam ketidakpastian di tengah perselisihan mengenai kebijakan rokok elektrik dan tinjauan obat-obatan. Dok: Istimewa.

Guncangan otoritas kesehatan. Kepala FDA Marty Makary mengundurkan diri setelah setahun menjabat, meninggalkan lembaga tersebut dalam ketidakpastian di tengah perselisihan mengenai kebijakan rokok elektrik dan tinjauan obat-obatan. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Struktur kepemimpinan otoritas kesehatan Amerika Serikat kembali mengalami keretakan. Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa Kepala FDA Marty Makary secara resmi meninggalkan jabatannya setelah melewati masa-masa penuh tekanan politik.

Trump menyampaikan pengumuman tersebut kepada wartawan pada Selasa sore. Presiden juga membagikan pesan singkat pengunduran diri dari Makary melalui platform Truth Social miliknya. “Marty adalah pria yang hebat, namun ia akan melanjutkan hidupnya dengan baik,” ujar Trump guna meredam spekulasi pemecatan sepihak.

Tekanan Rokok Elektrik dan Tinjauan Obat

Selama masa jabatannya, Makary sering berbenturan dengan berbagai kepentingan industri dan agenda Gedung Putih. Secara khusus, ia baru-baru ini menghadapi tekanan langsung dari Presiden Trump untuk menyetujui penjualan rokok elektrik (vape) rasa buah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Makary secara konsisten menyuarakan kekhawatiran mengenai daya tarik produk tersebut bagi kaum muda. Namun, pemerintahan Trump tetap mendorong kebijakan yang lebih longgar bagi industri tembakau. Selain itu, Makary juga menjadi sasaran kritik kelompok konservatif terkait lambatnya proses tinjauan terhadap pil aborsi mifepristone. Kelompok tersebut menuduh Makary sengaja menunda hasil evaluasi obat yang telah berizin selama 25 tahun tersebut.

Baca Juga :  Zelenskyy Klaim Tour Timur Tengah Sukses Amankan Kesepakatan Strategis

Transisi ke Kyle Diamantas

Guna mengisi kekosongan kepemimpinan, Trump menunjuk Kyle Diamantas sebagai Pelaksana Tugas Kepala FDA. Diamantas sebelumnya menjabat sebagai pejabat tinggi urusan pangan di badan tersebut.

Makary sendiri memulai tugasnya di FDA dengan janji reformasi besar. Sebagai mantan kontributor Fox News dan ahli bedah, ia awalnya populer di kalangan pendukung Trump karena kritiknya terhadap kebijakan kesehatan era pandemi. Meskipun demikian, satu tahun kemudian, ia justru mendapat kecaman dari berbagai arah, termasuk dari para eksekutif perusahaan farmasi yang menilai inisiatif perombakan sistem tinjauan obatnya justru menciptakan lebih banyak masalah.

Kritik Terhadap Manajemen HHS dan RFK Jr

Mundurnya Makary menambah daftar panjang pergantian pejabat di Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS). Departemen ini saat ini berada di bawah pengawasan tokoh skeptis vaksin, Robert F. Kennedy Jr.

Baca Juga :  Sengketa Taiwan di KTT Washington: Jepang Bantah Adanya Pergeseran Besar Kebijakan Militer

Peter Lurie, Presiden Center for Science in the Public Interest, menyebut situasi ini sebagai “kekacauan sistemik”. Ia mempertanyakan efektivitas kepemimpinan Sekretaris HHS jika posisi-posisi kunci seperti Direktur CDC, Kepala FDA, dan Ahli Bedah Umum terus mengalami kekosongan. “HHS sedang membusuk dari kepalanya,” tegas Lurie saat mengomentari banyaknya lowongan pekerjaan strategis di departemen tersebut.

Dampak Terhadap Keamanan Publik

Masa depan regulasi obat dan makanan di Amerika Serikat kini berada dalam fase transisi yang tidak menentu. Singkatnya, pengunduran diri Makary membuktikan sulitnya menyeimbangkan integritas sains dengan kepentingan politik yang agresif di tahun 2026.

Masyarakat internasional kini memantau apakah Kyle Diamantas mampu menstabilkan FDA ataukah ia akan tunduk pada tuntutan industri yang Makary coba bendung selama ini. Dengan demikian, kredibilitas otoritas pengawas kesehatan AS tetap menjadi taruhan besar di tengah gejolak birokrasi Washington.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Flu Burung H5 Serang Australia: Kasus Pertama
Topan Raksasa: Bavi Bersiap Terjang Taiwan dan China
Militer AS Gempur Pesisir Iran Pasca-Serangan
Trump Setop Perdagangan dengan Spanyol Pasca-Perselisihan
Ancaman Topan Raksasa: Bavi Bersiap Terjang Taiwan
Energi Baru Indo-Pasifik: Australia Resmi Pasok Uranium
Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya
Anthropic Raih Skor Tertinggi di Tengah Ancaman Eksistensial

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:12 WIB

Flu Burung H5 Serang Australia: Kasus Pertama

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:00 WIB

Topan Raksasa: Bavi Bersiap Terjang Taiwan dan China

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:30 WIB

Militer AS Gempur Pesisir Iran Pasca-Serangan

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:00 WIB

Trump Setop Perdagangan dengan Spanyol Pasca-Perselisihan

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:30 WIB

Ancaman Topan Raksasa: Bavi Bersiap Terjang Taiwan

Berita Terbaru

Ancaman bagi satwa unik. Pemerintah Australia mengonfirmasi kasus pertama flu burung H5. Kasus ini menyerang burung laut lokal Robe. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Flu Burung H5 Serang Australia: Kasus Pertama

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:12 WIB

Langkah siaga menghadapi bencana. Topan raksasa Bavi mengancam Kepulauan Sakishima dan Taiwan sebelum bergerak menuju Wenzhou, China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Topan Raksasa: Bavi Bersiap Terjang Taiwan dan China

Sabtu, 11 Jul 2026 - 10:00 WIB

Pencarian shinobi dunia nyata dimulai. Lionsgate resmi membuka audisi global untuk mencari pemeran utama Naruto, Sasuke, dan Sakura. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Lionsgate Gelar Pencarian Bakat untuk Film Live-Action Naruto

Sabtu, 11 Jul 2026 - 09:46 WIB