Update Kasus Alvaro Kiano Ditemukan Tewas, Kakek Korban: Ayah Tirinya Diduga Pelaku

Senin, 24 November 2025 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alvaro Kiano Nugroho semasa hidup. (Posnews.Ist)

Alvaro Kiano Nugroho semasa hidup. (Posnews.Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CI.ID – Keluarga bocah 6 tahun, Alvaro Kiano Nugroho yang ditemukan tewas mengenaskan masih menunggu hasil tes DNA dan penyebab kematiannya dari RS Polri Kramajati.

Kakek korban, Tugimin, menyebut ayah tiri Alvaro, Alex Iskandar, diduga kuat sebagai pelaku yang membuat cucunya hilang.

Lebih ngeri lagi, Alex dikabarkan meninggal dunia diduga bunuh diri saat berada di Polres Jakarta Selatan.

“Pelakunya ayah tirinya sendiri. Sekarang ayah tirinya sudah meninggal, diduga bunuh diri di Polres Jakarta Selatan,” kata Tugimin dikutip, Senin (24/11/2025).

Baca Juga :  Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza Dimulai: Trump Bentuk Komite Teknokrat

Tugimin mengaku terkejut. Di mata keluarga, Alex dikenal sopan.

“Orangnya tadinya baik. Kalau ke rumah sopan, cium tangan. Tapi kenyataannya seperti ini, mencederai keluarga saya,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, jenazah Alvaro berada di RS Polri Kramat Jati untuk keperluan autopsi.

Baca Juga :  Aksi Main Hakim Sendiri Viral, Pegawai Ritel Babak Belur di Jakarta Selatan

“Belum bisa dibawa pulang. Masih diautopsi,” katanya.

Sementara itu, ibu Alvaro berada di Medan dan berusaha terbang ke Jakarta.

“Tadi mau pulang tapi belum dapat tiket. Mungkin besok baru bisa berangkat,” tambah Tugimin.

Sebelumnya, Alvaro Kiano sendiri hilang sejak 6 Maret 2025 di sekitar Masjid Jami Al Muflihun, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Kabar penemuan jasad Alvaro dibenarkan keluarga. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku
Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah
Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:24 WIB

Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot

Berita Terbaru

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketegangan di jantung Eropa. Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman sebagai balasan atas kritik keras Kanselir Friedrich Merz terhadap kepemimpinan Donald Trump dalam perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB