Tragedi Tai Po: Kebakaran Apartemen Hong Kong Tewaskan 44 Orang, 3 Bos Konstruksi Ditangkap

Kamis, 27 November 2025 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hong Kong berduka! Kebakaran level 5 lalap apartemen di Tai Po, tewaskan 44 orang. Xi Jinping desak penyelamatan total, polisi tangkap 3 kontraktor lalai. Dok: Unsplash.

Hong Kong berduka! Kebakaran level 5 lalap apartemen di Tai Po, tewaskan 44 orang. Xi Jinping desak penyelamatan total, polisi tangkap 3 kontraktor lalai. Dok: Unsplash.

HONG KONG, POSNEWS.CO.ID – Asap hitam pekat membumbung tinggi menyelimuti distrik Tai Po, Hong Kong. Tragedi memilukan terjadi pada Rabu sore waktu setempat saat api melahap kompleks apartemen perumahan.

Hingga berita ini turun, skala bencana terus membesar. Tercatat, setidaknya 44 orang tewas dalam insiden mengerikan ini. Selain itu, 45 korban lainnya dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Petugas pemadam kebakaran menghadapi tantangan berat. Bahkan, Departemen Layanan Pemadam Kebakaran menaikkan status peringatan menjadi “Alarm No. 5” pada pukul 18.22 waktu setempat. Level ini merupakan tingkat keparahan tertinggi dan pertama kalinya terjadi di Hong Kong dalam 17 tahun terakhir.

Xi Jinping Perintahkan Penyelamatan Total

Kabar duka ini langsung sampai ke Beijing. Presiden Tiongkok, Xi Jinping, segera menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban.

Xi menginstruksikan Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, untuk mengerahkan segala upaya. Tujuannya, memadamkan api dan menyelamatkan warga yang terjebak secepat mungkin.

Baca Juga :  Aliansi De Facto China-Rusia-Korea Utara: Ancaman Baru Keamanan Asia Timur Laut

“Lakukan upaya habis-habisan untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian,” tegas Xi.

Pemerintah Wilayah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) langsung mengaktifkan mekanisme tanggap darurat. Sayangnya, seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun gugur saat bertugas menjinakkan si jago merah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi Tangkap 3 Tersangka Kelalaian

Investigasi awal polisi mengungkap fakta mengejutkan. Ternyata, gedung tersebut sedang menjalani renovasi ekstensif saat api mulai berkobar.

Polisi bergerak cepat dan menangkap tiga orang tersangka. Mereka adalah dua direktur perusahaan konstruksi dan satu konsultan teknik. Dugaannya, mereka melakukan kelalaian berat atau gross negligence yang memicu pembunuhan tidak sengaja (manslaughter).

Juru bicara kepolisian membeberkan temuan di lapangan. Petugas menemukan papan polystyrene (styrofoam) yang memblokir jendela gedung. Parahnya lagi, jaring pelindung di luar gedung diduga tidak tahan api.

Baca Juga :  Pertemuan Hangat Jokowi–Prabowo di Jakarta, Publik Soroti Sinyal Politik

“Bahan-bahan di bawah standar ini memungkinkan api menyebar tak terkendali dengan sangat cepat,” ujar juru bicara tersebut.

Ratusan Warga Masih Hilang

Kekacauan masih terjadi di lokasi kejadian hingga Kamis pagi. Pasalnya, pihak berwenang melaporkan masih ada 279 orang yang belum ditemukan atau tidak dapat dihubungi.

Ratusan warga yang selamat telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara. Asap masih terlihat mengepul dari beberapa blok menara, meskipun api di empat dari delapan gedung sudah terkendali.

Departemen pemadam kebakaran memprediksi butuh waktu seharian penuh untuk benar-benar memadamkan seluruh titik api. Sementara itu, bambu perancah (scaffolding) yang mengelilingi gedung turut mempercepat rambatan api ke bangunan tetangga.

Kini, Hong Kong menundukkan kepala. Tragedi Tai Po menjadi peringatan keras tentang pentingnya standar keselamatan konstruksi di tengah padatnya hutan beton kota metropolitan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: BBC

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar
Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik
Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih
Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut
KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
Trump Tegaskan Tak Butuh Bantuan China Akhiri Perang Iran
ART di Bekasi Curi Emas Majikan 50 Gram, Uangnya Diduga untuk ‘Pengganda Uang Gaib’

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:20 WIB

Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:08 WIB

KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM

Berita Terbaru

Sidang darurat anggaran. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi tekanan dari kedua partai terkait pembengkakan biaya perang di Iran dan dampaknya terhadap kesiapan militer AS dalam menghadapi potensi konflik global lainnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Guncangan otoritas kesehatan. Kepala FDA Marty Makary mengundurkan diri setelah setahun menjabat, meninggalkan lembaga tersebut dalam ketidakpastian di tengah perselisihan mengenai kebijakan rokok elektrik dan tinjauan obat-obatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Para senator Republik menuntut rincian lebih dalam atas usulan anggaran $1 miliar dari Secret Service, termasuk dana $220 juta guna mengamankan ruang dansa baru Presiden Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB