HONG KONG, POSNEWS.CO.ID – Asap hitam pekat membumbung tinggi menyelimuti distrik Tai Po, Hong Kong. Tragedi memilukan terjadi pada Rabu sore waktu setempat saat api melahap kompleks apartemen perumahan.
Hingga berita ini turun, skala bencana terus membesar. Tercatat, setidaknya 44 orang tewas dalam insiden mengerikan ini. Selain itu, 45 korban lainnya dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Petugas pemadam kebakaran menghadapi tantangan berat. Bahkan, Departemen Layanan Pemadam Kebakaran menaikkan status peringatan menjadi “Alarm No. 5” pada pukul 18.22 waktu setempat. Level ini merupakan tingkat keparahan tertinggi dan pertama kalinya terjadi di Hong Kong dalam 17 tahun terakhir.
Xi Jinping Perintahkan Penyelamatan Total
Kabar duka ini langsung sampai ke Beijing. Presiden Tiongkok, Xi Jinping, segera menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban.
Xi menginstruksikan Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, untuk mengerahkan segala upaya. Tujuannya, memadamkan api dan menyelamatkan warga yang terjebak secepat mungkin.
“Lakukan upaya habis-habisan untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian,” tegas Xi.
Pemerintah Wilayah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) langsung mengaktifkan mekanisme tanggap darurat. Sayangnya, seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun gugur saat bertugas menjinakkan si jago merah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polisi Tangkap 3 Tersangka Kelalaian
Investigasi awal polisi mengungkap fakta mengejutkan. Ternyata, gedung tersebut sedang menjalani renovasi ekstensif saat api mulai berkobar.
Polisi bergerak cepat dan menangkap tiga orang tersangka. Mereka adalah dua direktur perusahaan konstruksi dan satu konsultan teknik. Dugaannya, mereka melakukan kelalaian berat atau gross negligence yang memicu pembunuhan tidak sengaja (manslaughter).
Juru bicara kepolisian membeberkan temuan di lapangan. Petugas menemukan papan polystyrene (styrofoam) yang memblokir jendela gedung. Parahnya lagi, jaring pelindung di luar gedung diduga tidak tahan api.
“Bahan-bahan di bawah standar ini memungkinkan api menyebar tak terkendali dengan sangat cepat,” ujar juru bicara tersebut.
Ratusan Warga Masih Hilang
Kekacauan masih terjadi di lokasi kejadian hingga Kamis pagi. Pasalnya, pihak berwenang melaporkan masih ada 279 orang yang belum ditemukan atau tidak dapat dihubungi.
Ratusan warga yang selamat telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara. Asap masih terlihat mengepul dari beberapa blok menara, meskipun api di empat dari delapan gedung sudah terkendali.
Departemen pemadam kebakaran memprediksi butuh waktu seharian penuh untuk benar-benar memadamkan seluruh titik api. Sementara itu, bambu perancah (scaffolding) yang mengelilingi gedung turut mempercepat rambatan api ke bangunan tetangga.
Kini, Hong Kong menundukkan kepala. Tragedi Tai Po menjadi peringatan keras tentang pentingnya standar keselamatan konstruksi di tengah padatnya hutan beton kota metropolitan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: BBC




















