Update Bencana Maut Sumatera: 770 Tewas, 463 Hilang – Polri All Out Evakuasi dan Kirim Bantuan

Rabu, 3 Desember 2025 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR menyisir puing dan lumpur di lokasi banjir bandang Sumatera. (Posnews/Ist)

Tim SAR menyisir puing dan lumpur di lokasi banjir bandang Sumatera. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bencana besar di Pulau Sumatera kian mengerikan. Ratusan korban ditemukan tewas dan hingga kini masih banyak yang belum ditemukan. Polri saat ini all out melakukan evakuasi dan bantuan.  

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa 770 orang telah meninggal dunia dan 463 lainnya masih hilang akibat banjir bandang, tanah longsor, dan runtuhan material di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut jumlah korban terus bergerak naik seiring ditemukannya jenazah baru di lapangan.

“Total korban meninggal dunia 770 jiwa dan korban hilang 463 jiwa,” ujarnya dalam jumpa pers virtual, Rabu (3/12/2025).

Rincian Korban di Tiga Provinsi

Abdul Muhari merinci dampak kehancuran di masing-masing wilayah:

  • Aceh: 277 meninggal, 193 hilang
  • Sumatera Utara: 299 meninggal, 159 hilang
  • Sumatera Barat: 194 meninggal, 111 hilang

Tim gabungan masih menyisir area sungai, lembah, hingga permukiman yang tersapu lumpur tebal. Operasi pencarian berlangsung 24 jam penuh karena banyak daerah masih terisolasi.

Baca Juga :  Ketua MUI Imbau Malam Tahun Baru 2026 Diisi Doa Bersama, Bukan Hura-hura

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polri All-Out Tangani Krisis Sumatera

Situasi kritis ini membuat Kapolri memerintahkan Wakapolri dan seluruh jajaran untuk memperbarui penanganan bencana secara real time.

Aceh, Sumut, dan Sumbar kini porak-poranda akibat banjir besar, longsor, akses jalan terputus, dan kerusakan infrastruktur. Ribuan warga berhasil dievakuasi, namun banyak daerah masih terjebak lumpur dan puing.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, melalui Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari, menegaskan bahwa Polri mengerahkan seluruh kekuatan terbaiknya.

14 Truk Bantuan Kemanusiaan Dilepas

Sebagai respons cepat, Wakapolri memimpin pelepasan 14 truk logistik dari Polda Lampung, berisi:

  • 12 ton beras
  • 5.763 dus mi instan
  • 1.515 selimut
  • 2.537 bal popok
  • obat-obatan, pakaian, gula, dan air mineral

Bantuan itu dikirim ke Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk memperkuat penanganan darurat.

Operasi Lapangan Polri: Total dan Terukur

Sejak hari pertama bencana, Polri mengerahkan:

  • SAR, Brimob, dan lalu lintas membuka akses terputus
  • Dokkes memberikan pelayanan medis
  • Inafis mengidentifikasi korban

Polda se-Sumatera mengirim bantuan dan personel tambahan

Baca Juga :  Gerakan Tanah Guncang Jawa Tengah, 76 KK Mengungsi - Rumah Retak dan Roboh

Selain itu, Polri bekerja bersama TNI, BNPB, pemda, dan relawan untuk:

  • membuka jalur darurat dengan alat berat
  • mendistribusikan bantuan ke desa terisolasi
  • menyediakan dapur lapangan dan tenda pengungsian
  • membuka layanan kesehatan dan trauma healing

Pengamanan jalur distribusi diperketat agar bantuan tidak terhambat dan tepat sasaran.

Wakapolri Turun Langsung ke Titik Terparah

Hari ini, Wakapolri bertolak dari Jakarta menuju Kualanamu sebelum bergerak ke Aceh Tamiang, wilayah yang paling sulit dijangkau dan kekurangan logistik. Ia akan memastikan distribusi bantuan berjalan cepat dan tidak ada warga yang terlewat.

Setelah dari Aceh, ia akan melanjutkan perjalanan ke Sumatera Barat untuk meninjau lokasi terdampak dan memberi dukungan moril maupun materil kepada personel Polri yang bekerja tanpa henti di lapangan.

Kabid Humas menegaskan bahwa Polri terus memperkuat sinergi lintas lembaga untuk menembus wilayah kritis dan memulihkan kondisi warga.

“Polri akan terus berada di tengah masyarakat hingga situasi stabil dan semua akses kembali pulih,” tegasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis
Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS
He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia
Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas
Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:58 WIB

Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:29 WIB

101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Berita Terbaru

Ilustrasi, Eskalasi kekerasan di perbatasan. Pembunuhan seorang tetua suku yang anti-militan memicu baku tembak sengit antara komite perdamaian lokal dan kelompok bersenjata di wilayah Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Menepis spekulasi. Pejabat senior Iran menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap menjalankan tugas negara secara aktif, membantah laporan mengenai cedera akibat serangan udara. Dok: Xinhua.

INTERNASIONAL

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Ilustrasi, Ambang perang terbuka. Teheran memperingatkan balasan mematikan jika Washington melancarkan serangan baru, sementara penutupan Selat Hormuz terus mencekik 20% pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB