Terduga Pemerkosa Difabel Tewas Diseret Massa, Kronologi Brutal di Gowa

Jumat, 5 Desember 2025 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

SULAWESI SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Begini jadinya jika warga sudah marah. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Pelaku kejahatan tewas diamuk massa secara sadis hingga viral.

Seorang pria berinisial A, terduga pelaku pemerkosaan terhadap wanita difabel di Gowa, tewas dikeroyok massa setelah aksinya terbongkar.

Warga yang marah mengikat pelaku ke sepeda motor lalu menyeretnya keliling kampung di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Sulawesi Selatan.

Insiden brutal itu pecah setelah A sempat kabur selama dua hari. Ia bersembunyi di rumah warga usai melakukan pemerkosaan dan penganiayaan terhadap korbannya.

Baca Juga :  Tragis! Pria Tewas Usai Tenggak Cairan Diduga Air Raksa di Hayam Wuruk

Tak berhenti di situ, A kembali melarikan diri dan masuk ke kawasan hutan di kaki Gunung Lompo Battang. Sebelum pelarian keduanya, pelaku bahkan mencuri laptop.

Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman menegaskan, hasil penyelidikan awal memperkuat dugaan bahwa A melakukan tindak asusila dan serangkaian kejahatan lainnya.

Baca Juga :  Tak Diberi Uang Perbaikan Angkot, Anak Bunuh Ayah Kandung di Sepatan Timur Tangerang

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaku ini residivis pencurian. Pada hari Minggu, dia melakukan dua tindak pidana di dua TKP: pencurian laptop serta pemerkosaan disertai penganiayaan,” ujar AKBP Aldy, Kamis (4/12/2025).

Menurutnya, setelah kasus itu terbongkar, A kabur ke hutan. Namun warga berhasil menangkapnya dan menghakiminya hingga tewas, sesuai rekaman video yang viral di media sosial. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar
Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG
Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang
Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri
Beli Pulsa Berujung Maut, Pria di Cengkareng Tewas Disabet Clurit
Astronom Temukan Atmosfer pada Dunia Es Terpencil 2002 XV93
Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:12 WIB

Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:56 WIB

Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:38 WIB

Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri

Berita Terbaru

Ilustrasi, Mencari keadilan dan kohesi sosial. Sidang umum perdana Komisi Kerajaan Australia resmi berjalan untuk menyelidiki lonjakan antisemitisme dan mengevaluasi celah keamanan nasional setelah tragedi penembakan Hanukkah di Bondi Beach. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Gagalnya kesepakatan damai. Afghanistan menuduh militer Pakistan meluncurkan serangan mematikan ke wilayah timur yang menargetkan fasilitas publik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB