Putin: Serahkan Donbas atau Kami Rebut Paksa! Uni Eropa Balas dengan Pinjaman Reparasi €90 Miliar

Jumat, 5 Desember 2025 - 06:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Vladimir Putin mengklaim perang di Ukraina sedang menuju babak akhir saat berpidato dalam parade Hari Kemenangan yang disederhanakan. Dok: Istimewa.

Presiden Vladimir Putin mengklaim perang di Ukraina sedang menuju babak akhir saat berpidato dalam parade Hari Kemenangan yang disederhanakan. Dok: Istimewa.

BRUSSELS, POSNEWS.CO.ID – Perang urat saraf dan diplomasi finansial semakin memanas di Eropa Timur. Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan ultimatum keras kepada Kyiv terkait wilayah Donbas, Kamis (05/12/2025).

Dalam sebuah wawancara menjelang kunjungannya ke New Delhi, Putin memberikan dua pilihan pahit bagi Ukraina. Entah pasukan Ukraina mundur sukarela dari wilayah Donbas, atau Rusia akan merebutnya dengan kekuatan senjata.

“Kami membebaskan wilayah ini dengan kekuatan senjata, atau pasukan Ukraina meninggalkan wilayah ini,” tegas Putin dalam klip yang tayang di televisi pemerintah Rusia.

Pernyataan ini menegaskan ambisi Moskow untuk menguasai penuh wilayah Donetsk dan Luhansk. Saat ini, Rusia telah mengendalikan sekitar 80 persen Donetsk dan seluruh Luhansk. Namun, sekitar 5.000 kilometer persegi wilayah Donetsk masih berada di bawah kendali Ukraina yang menolak menyerah.

Ukraina Menolak “Hadiah” Wilayah

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy merespons dengan penolakan tegas. Ia menyatakan tidak akan memberikan hadiah wilayah kepada Moskow. Baginya, Rusia tidak pantas mendapatkan imbalan atas konflik yang mereka mulai sendiri.

Baca Juga :  Diplomasi Beijing-Brussel: China Ajak Belgia Redam Ketegangan Dagang

Kyiv bersikeras bahwa mereka tidak akan mundur sejengkal pun. Sebaliknya, mereka siap mempertahankan sisa wilayah Donbas mati-matian di tengah gempuran pasukan Putin yang telah berlangsung sejak Februari 2022.

EU Siapkan €90 Miliar dari Dompet Musuh

Sementara itu, langkah berani datang dari Brussel. Komisi Eropa mengajukan proposal yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Rabu (04/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Komisi Ursula von der Leyen mengusulkan penggunaan aset negara Rusia yang membeku untuk membantu Ukraina. Rencananya, Uni Eropa (EU) akan menggalang dana sebesar 90 miliar euro (sekitar $105 miliar).

Dana raksasa ini akan mereka kemas dalam bentuk “pinjaman reparasi”. Artinya, Ukraina mendapatkan dana segar untuk militer dan layanan dasar, dengan jaminan aset Rusia yang tertahan di Eropa.

“Kami mengusulkan untuk menutupi dua pertiga kebutuhan pembiayaan Ukraina. Sisanya akan ditanggung oleh mitra internasional,” jelas von der Leyen.

Baca Juga :  Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam

Belgia Ragu, Rusia Mengamuk

Meskipun terdengar menjanjikan, rencana ini menghadapi rintangan internal. Belgia, negara tempat lembaga keuangan Euroclear menyimpan sebagian besar aset tersebut, menyuarakan kekhawatiran hukum.

Pemerintah Belgia merasa keberatan jika harus menanggung risiko hukum sendirian. Pasalnya, Rusia telah memperingatkan bahwa penggunaan aset tersebut adalah tindakan pencurian. Moskow siap menuntut siapa pun yang menyentuh uang mereka.

“Belgia tidak dapat menerima jika diminta menanggung risiko operasi semacam itu sendirian,” ungkap seorang pejabat senior Belgia.

Oleh karena itu, Brussel menuntut jaminan dari negara anggota EU lainnya. Mereka meminta perlindungan biaya hukum jika Rusia menggugat di masa depan.

Kini, nasib proposal ini akan ditentukan dalam KTT pemimpin EU pada 18 Desember mendatang. Jika lolos, ini akan menjadi preseden sejarah di mana aset agresor digunakan untuk membiayai pertahanan korbannya secara langsung.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar
Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik
Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih
Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut
KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
Trump Tegaskan Tak Butuh Bantuan China Akhiri Perang Iran
ART di Bekasi Curi Emas Majikan 50 Gram, Uangnya Diduga untuk ‘Pengganda Uang Gaib’

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:20 WIB

Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:08 WIB

KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM

Berita Terbaru

Sidang darurat anggaran. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi tekanan dari kedua partai terkait pembengkakan biaya perang di Iran dan dampaknya terhadap kesiapan militer AS dalam menghadapi potensi konflik global lainnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Guncangan otoritas kesehatan. Kepala FDA Marty Makary mengundurkan diri setelah setahun menjabat, meninggalkan lembaga tersebut dalam ketidakpastian di tengah perselisihan mengenai kebijakan rokok elektrik dan tinjauan obat-obatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Para senator Republik menuntut rincian lebih dalam atas usulan anggaran $1 miliar dari Secret Service, termasuk dana $220 juta guna mengamankan ruang dansa baru Presiden Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB