Asal-Usul Kata OK: Lelucon Salah Eja yang Menjadi Kata Paling Populer Sedunia

Jumat, 5 Desember 2025 - 06:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Kita mengucapkannya setiap hari, tapi tahukah Anda

Ilustrasi, Kita mengucapkannya setiap hari, tapi tahukah Anda "OK" berawal dari lelucon receh? Simak sejarah singkatan "Oll Korrect" yang mendunia ini. Dok: Istimewa,

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kita mungkin mengucapkan kata “OK” puluhan kali dalam sehari. Kata ini meluncur begitu saja saat kita setuju, mengonfirmasi sesuatu, atau sekadar ingin mengakhiri percakapan.

Dunia menganggap “OK” sebagai kata paling universal yang pernah ada. Orang di Jakarta, Tokyo, hingga New York memahaminya dengan arti yang sama. Namun, tahukah Anda dari mana dua huruf sakti ini berasal?

Banyak orang mengira kata ini berasal dari bahasa Yunani atau Indian Choctaw. Ternyata, sejarah mencatat fakta yang jauh lebih jenaka. “OK” lahir dari sebuah lelucon salah eja yang tidak disengaja.

Tren “Alay” Anak Muda Boston 1839

Kita harus memutar waktu kembali ke tahun 1830-an di Boston, Amerika Serikat. Kala itu, anak-anak muda intelektual dan editor koran sedang menggandrungi tren aneh.

Mereka gemar membuat singkatan dari frasa umum. Uniknya, mereka sengaja menyalahi ejaan kata-kata tersebut agar terdengar lucu. Mirip dengan tren bahasa “alay” atau slang internet zaman sekarang.

Baca Juga :  Hujan Lebat Picu Plafon SDN 05 Pademangan Timur Roboh Saat Siswa Santap MBG di Kelas

Mereka mengubah “No Go” menjadi “K.G.” (Know Go) atau “All Right” menjadi “O.W.” (Oll Wright). Lantas, pada 23 Maret 1839, surat kabar Boston Morning Post mencetak sejarah tanpa sadar.

Editor koran tersebut menulis singkatan “O.K.” di sebuah artikel. Maksudnya adalah “Oll Korrect”, sebuah pelesetan jenaka dari “All Correct” (Semua Benar). Siapa sangka, lelucon receh ini justru bertahan melampaui zaman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Old Kinderhook” dan Kampanye Politik

Nasib “OK” berubah drastis setahun kemudian. Mulanya, singkatan ini hanya populer di kalangan pembaca koran Boston. Namun, politik Amerika membawanya ke panggung nasional.

Presiden Martin Van Buren sedang bertarung untuk pemilihan kembali pada tahun 1840. Van Buren memiliki julukan “Old Kinderhook”, merujuk pada kota kelahirannya di Kinderhook, New York.

Tim suksesnya melihat peluang emas. Mereka mendirikan kelompok pendukung bernama “OK Club”. Seketika, slogan “OK” menggema di seluruh negeri.

Baca Juga :  Diplomasi Omotenashi 2.0: Cara Unik Sanae Takaichi Taklukkan Hati Pemimpin Dunia

Meskipun Van Buren kalah dalam pemilu tersebut, kata “OK” justru menang telak. Kata itu menancap kuat di benak publik Amerika sebagai istilah yang keren dan mudah diingat.

Menjadi Kata Universal

Sejak saat itu, penggunaan “OK” menyebar liar tak terkendali. Penemuan telegraf semakin memperkokoh posisinya. Operator telegraf menyukai kata ini. Pasalnya, “OK” sangat singkat, jelas, dan mudah diketuk dalam kode Morse.

Akhirnya, kata ini menyeberangi samudra dan benua. Bahasa-bahasa lain mulai mengadopsinya karena kepraktisannya.

Meme yang Bertahan Abadi

Pada akhirnya, sejarah kata “OK” mengajarkan kita hal menarik tentang bahasa. Kata yang paling serius dan penting dalam komunikasi global ternyata berakar dari sebuah meme zaman dulu.

Kita tidak lagi mengingat singkatan “O.W.” atau “K.G.”. Akan tetapi, “OK” berhasil selamat dari seleksi alam linguistik. Ia bermula dari lelucon salah eja, lalu tumbuh menjadi perekat komunikasi umat manusia di seluruh dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku
Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah
Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut
Cuaca Jabodetabek Minggu 3 Mei 2026, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:24 WIB

Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:11 WIB

Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketegangan di jantung Eropa. Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman sebagai balasan atas kritik keras Kanselir Friedrich Merz terhadap kepemimpinan Donald Trump dalam perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB