China Tetapkan Arah Ekonomi 2026: Xi Jinping Fokus Genjot Konsumsi Domestik dan Inisiatif AI

Jumat, 12 Desember 2025 - 05:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menjaga urat nadi energi. Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman melakukan pembicaraan telepon krusial guna menjamin keamanan navigasi di Selat Hormuz di tengah ancaman krisis energi global April 2026. Dok: Istimewa.

Menjaga urat nadi energi. Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman melakukan pembicaraan telepon krusial guna menjamin keamanan navigasi di Selat Hormuz di tengah ancaman krisis energi global April 2026. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Peta jalan ekonomi raksasa Asia untuk tahun depan telah resmi terbentang. Para pemimpin China menyelesaikan Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan di Beijing pada Kamis (11/12/2025).

Presiden Xi Jinping menyampaikan pidato kunci yang menetapkan nada optimis namun waspada. Dalam pidatonya, Xi meninjau kinerja ekonomi 2025 yang ia sebut sebagai tahun “luar biasa”.

Target utama pembangunan ekonomi dan sosial tahun ini berhasil tercapai. Selain itu, Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025) akan berakhir dengan catatan sukses. Meskipun demikian, Xi mengingatkan bahwa tantangan eksternal dan risiko domestik masih mengintai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Strategi 2026: Konsumsi dan Kebijakan Longgar

Fokus utama Beijing pada 2026 adalah memperkuat pasar dalam negeri. Pertemuan tersebut menekankan perlunya memperluas permintaan domestik secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Oleh karena itu, China akan menerapkan kebijakan fiskal yang lebih proaktif. Tak hanya itu, kebijakan moneter yang “cukup longgar” akan menjadi andalan baru. Bank sentral akan menggunakan instrumen seperti rasio cadangan wajib dan suku bunga secara fleksibel untuk menjaga likuiditas tetap melimpah.

“Inisiatif khusus harus maju untuk mendongkrak konsumsi,” bunyi pernyataan hasil pertemuan tersebut.

Pemerintah berjanji menghapus pembatasan konsumsi yang tidak masuk akal. Tujuannya, mereka ingin membuka potensi penuh dari belanja jasa dan barang berkualitas tinggi bagi rakyat.

“AI Plus” dan Inovasi Teknologi

Sektor teknologi mendapatkan sorotan khusus. China berambisi mempercepat pengembangan pendorong pertumbuhan baru. Salah satunya adalah memajukan “Inisiatif AI Plus”.

Pemerintah akan meningkatkan tata kelola kecerdasan buatan (AI) dan membina inovasi di bidang keuangan teknologi. Rencananya, pusat inovasi teknologi internasional akan dibangun di Beijing, Shanghai, dan Wilayah Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau.

Langkah ini menegaskan ambisi China untuk tidak hanya menjadi pabrik dunia, tetapi juga menjadi kekuatan utama dalam revolusi industri digital.

Baca Juga :  Cara Cerdas Mengatur Prioritas: Strategi Eat the Frog di Hari Senin

Stabilisasi Properti dan Transisi Hijau

Di sisi lain, manajemen risiko tetap menjadi prioritas. Pertemuan tersebut menekankan pentingnya menjinakkan risiko di sektor properti yang sempat terguncang.

Pemerintah akan memajukan pembangunan “rumah berkualitas” dan menyelesaikan risiko utang pemerintah daerah secara tertib. Sementara itu, komitmen terhadap lingkungan tidak kendur.

China bertekad mempromosikan transformasi hijau yang komprehensif. Maka, konservasi energi dan pengurangan karbon di industri utama akan terus berlanjut demi mencapai target netralitas karbon.

Menyongsong Rencana Lima Tahun ke-15

Pada akhirnya, tahun 2026 memiliki arti strategis yang vital. Tahun ini menjadi garis start bagi Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030).

Xi mendesak seluruh elemen partai dan negara untuk bersatu. Harapannya, China dapat mengamankan perkembangan lapangan kerja dan bisnis yang stabil. Stabilitas sosial dan ekonomi menjadi kunci untuk menavigasi gelombang ketidakpastian global yang kian dalam.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB