JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ruang ICU RSUD Koja menjadi saksi momen menyentuh hati pada Selasa (16/12/2025) siang. Presiden Prabowo Subianto datang menjenguk para korban insiden tabrakan mobil pengantar Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 01 Cilincing.
Di balik selang infus dan peralatan medis, seorang siswa SD yang masih menjalani perawatan intensif menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu. Meskipun baru saja melewati masa kritis, bocah tersebut sudah bisa berkomunikasi dengan lancar.
“Kondisinya baik stabil, bahkan ingat yang datang siapa,” ujar Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang mendampingi Presiden.
Lantas, Prabowo bertanya tentang makanan kesukaan sang siswa. Dengan polos, anak itu menjawab ingin makan ayam goreng. Seketika, Prabowo tersenyum dan berjanji akan memenuhi permintaan sederhana tersebut. “Nanti Pak Presiden akan memberikan ayam kesukaan anak itu,” tambah Dadan.
Pemerintah Jamin Biaya Pengobatan
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah. Secara tegas, Dadan memastikan bahwa negara akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban hingga sembuh total.
Saat ini, masih ada tiga korban yang dirawat di RS Koja, yakni seorang guru bernama Maryono dan dua orang siswa. Satu siswa masih berada di ICU pasca-operasi fraktur wajah selama 5 jam, sementara dua lainnya sudah pindah ke ruang perawatan biasa.
Prabowo juga menitipkan pesan khusus. Ia meminta anak-anak untuk tetap kuat dan rajin belajar. Selain itu, ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi Pak Guru Maryono yang turut menjadi korban dalam musibah ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sopir Jadi Tersangka, Motif Diselidiki
Di sisi lain, proses hukum terus berjalan. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Erick Frendriz, mengumumkan penetapan tersangka terhadap sopir mobil boks tersebut, Adi Irawan (34).
Polisi menilai Adi lalai sehingga menyebabkan kecelakaan yang melukai puluhan siswa dan guru. “Kami sudah yakin dengan alat bukti yang kami miliki,” tegas Erick.
Penyidik telah melakukan tes urine dan alkohol terhadap tersangka, namun hasilnya negatif. Terkait pengakuan rem blong, uji kelaikan Dinas Perhubungan membantah hal tersebut. Sistem pengereman kendaraan terbukti berfungsi baik tanpa kebocoran.
“Pasal 360 KUHP kami terapkan dengan ancaman 5 tahun penjara,” jelas Erick. Kini, polisi tengah mendalami satu motif tersembunyi yang diduga menjadi pemicu kelalaian fatal tersebut.
Evaluasi Petugas Pengantar
Insiden ini menjadi tamparan keras bagi program MBG. Merespons hal itu, Presiden Prabowo memberikan arahan tegas. Ia meminta agar standar kesehatan dan kesiapan petugas pengantar makanan diperketat.
“Pak Presiden hanya minta petugas pengantaran makanan dalam keadaan fit saat bertugas,” ungkap Dadan. Tujuannya, agar tragedi serupa tidak terulang dan program gizi anak ini dapat berjalan aman tanpa memakan korban jiwa lagi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia



















