Reklamasi Pasca-Tambang: Antara Danau Wisata Eksotis dan Lubang Maut yang Mengintai

Kamis, 18 Desember 2025 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Surga wisata atau kolam beracun? Nasib lahan bekas tambang sering kali berakhir tragis. Simak paradoks reklamasi yang bisa menyejahterakan atau justru membunuh. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Surga wisata atau kolam beracun? Nasib lahan bekas tambang sering kali berakhir tragis. Simak paradoks reklamasi yang bisa menyejahterakan atau justru membunuh. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Undang-undang kita mengatur tegas kewajiban para pengusaha tambang. Mereka wajib melakukan reklamasi dan revegetasi lahan setelah selesai mengeruk perut bumi. Sejatinya, mereka harus mengembalikan fungsi lahan agar alam kembali hijau dan aman.

Namun, potret di lapangan sering kali menceritakan kisah pilu yang berbeda. Kita melihat ratusan lubang galian raksasa yang menganga lebar tanpa pagar pengaman. Pengusaha nakal sering kali meninggalkannya begitu saja setelah mineralnya habis.

Akibatnya, cekungan itu berubah menjadi danau buatan saat musim hujan. Tragisnya, “kolam renang” dadakan ini telah menelan puluhan korban jiwa. Anak-anak kecil yang ingin bermain air sering kali tenggelam di kedalaman lumpur yang tak terduga.

Transformasi: Dari Debu Jadi Destinasi

Nasib lahan bekas tambang memang bagaikan dua sisi mata uang. Di satu sisi, kita melihat kisah sukses transformasi yang memukau. Kreativitas mampu mengubah lahan gersang menjadi surga wisata.

Baca Juga :  Diskon Natal–Tahun Baru di Jakarta, 300 Hotel dan 101 Mal Ikut Jakarta Festive Wonders 2025

Contohnya, bekas tambang batubara di Sawahlunto kini menjadi situs warisan dunia yang cantik. Begitu pula dengan Bukit Jaddih di Bangkalan, Madura. Bekas galian kapur di sana berubah menjadi destinasi wisata yang Instagramable dan menghidupi ekonomi warga sekitar.

Lokasi-lokasi ini membuktikan satu hal penting. Jika perusahaan mengelolanya dengan benar, bekas luka bumi bisa menjadi aset berharga bagi komunitas lokal.

Danau Asam dan Tanah Mati

Sebaliknya, sisi lainnya sangatlah kelam dan berbahaya. Banyak lubang galian berubah menjadi danau air asam tambang. Air di dalamnya mengandung logam berat beracun yang mematikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas, ekosistem di sekitarnya pun mati. Ikan tidak bisa hidup, dan air tanah warga terancam tercemar. Lahan tersebut menjadi tanah mati yang tidak bisa lagi kita tanami. Ini adalah warisan racun yang perusahaan tinggalkan untuk anak cucu kita.

Baca Juga :  Zelenskyy Ungkap Bukti Rusia Pasok Intelijen Tempur ke Iran

Dana Jaminan yang “Nyangkut”

Mengapa kelalaian fatal ini terus berulang? Masalahnya sering kali berpusat pada uang. Pemerintah mewajibkan perusahaan menyetor Dana Jaminan Reklamasi.

Sayangnya, nominal dana tersebut sering kali tidak mencukupi. Biaya pemulihan lahan yang rusak parah jauh lebih besar daripada jaminan yang ada. Selain itu, mekanisme pengawasan dan pencairan dana kerap kali tidak transparan.

Oleh karena itu, perusahaan merasa lebih untung “kabur” dan merelakan jaminan mereka hangus daripada harus mengeluarkan biaya besar untuk menutup lubang.

Warisan Moral Korporasi

Pada akhirnya, tambang bukan hanya soal mengeruk keuntungan hari ini. Perusahaan memikul tanggung jawab moral dan hukum yang berat.

Tanggung jawab itu tidak berakhir saat mineral habis. Maka, mereka harus memilih warisan apa yang ingin mereka tinggalkan. Apakah sebuah danau wisata yang menyejahterakan, ataukah lubang maut yang menyengsarakan rakyat?

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov
Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir
Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan
LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar
Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:43 WIB

6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:31 WIB

Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:33 WIB

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Berita Terbaru