Venezuela Seret AS ke Dewan Keamanan PBB: Blokade Minyak Trump Disebut Agresi Ilegal

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Eskalasi besar di Karibia! Pasukan AS bajak tanker minyak raksasa Venezuela. Maduro sebut ini pembajakan internasional dan siap perang. Dok: Istimewa.

Eskalasi besar di Karibia! Pasukan AS bajak tanker minyak raksasa Venezuela. Maduro sebut ini pembajakan internasional dan siap perang. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Ketegangan di Laut Karibia kini merambat ke markas besar diplomasi dunia. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengonfirmasi akan menggelar rapat darurat pada Selasa (23/12/2025) pukul 3 sore waktu setempat.

Pertemuan ini terjadi atas desakan keras Venezuela. Pasalnya, Caracas menolak mentah-mentah blokade maritim yang Amerika Serikat (AS) terapkan terhadap pengiriman minyak mereka.

Juru bicara Misi Slovenia untuk PBB, Laura Miklic, membenarkan jadwal tersebut. Dalam surat resminya, Venezuela meminta Dewan Keamanan untuk segera membahas apa yang mereka sebut sebagai “agresi AS terhadap Venezuela”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka mendesak badan dunia itu mengambil langkah nyata untuk menegakkan hukum internasional. Menurut Caracas, tindakan Presiden Donald Trump telah melanggar kedaulatan nasional, integritas wilayah, dan kemerdekaan politik Venezuela.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Ajak Persatuan Jelang Ramadan, MUI Rehabilitasi 500 Rumah Guru Ngaji

Tuduhan “Pembajakan Kasar”

Kementerian Pertahanan Venezuela merespons perintah Trump dengan bahasa yang sangat tajam. Mereka melabeli tindakan dan ucapan Trump sebagai “pembajakan kasar” (crude piracy).

Sebelumnya, Trump pada hari Rabu mengumumkan blokade total terhadap “kapal minyak bersanksi”. Ia menuduh pemerintahan Nicolas Maduro menggunakan pendapatan minyak untuk membiayai “terorisme narkoba”, perdagangan manusia, hingga pembunuhan.

Bahkan, Trump mengklaim bahwa Venezuela telah mengambil minyak “milik Amerika Serikat”. Klaim ini langsung ditepis oleh Caracas sebagai tuduhan tak berdasar.

“Narasi kampanye melawan ‘terorisme narkoba’ adalah palsu,” tegas pernyataan Kementerian Pertahanan. Tujuan sebenarnya, menurut mereka, adalah pergantian rezim dan penyitaan sumber daya alam Venezuela secara paksa.

Moskow Beri Peringatan Keras

Eskalasi ini memancing reaksi dari sekutu Venezuela. Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan peringatan serius kepada Washington pada Kamis.

Moskow mendesak pemerintahan Trump untuk menghindari “kesalahan fatal”. Imbasnya, tindakan gegabah AS bisa memicu konsekuensi yang tidak terduga bagi seluruh Belahan Barat.

Baca Juga :  Putra Mahkota Terakhir Iran: Rezim Akan Runtuh

Rusia menegaskan dukungan penuhnya terhadap upaya pemerintahan Maduro dalam membela kepentingan nasional. Tegasnya, Amerika Latin dan Karibia harus tetap menjadi zona damai, bukan medan perang proksi baru.

Militer AS di Depan Pintu

Situasi di lapangan memang semakin mencekam. AS telah memperluas pengerahan militernya di Karibia dengan dalih memerangi narkoba. Faktanya, pesawat militer AS rutin melakukan penerbangan provokatif di dekat pantai Venezuela.

Serangan terhadap kapal-kapal yang dituduh membawa narkoba telah menewaskan lebih dari 90 orang. Puncaknya, pekan lalu AS menyita sebuah tanker minyak yang berangkat dari Venezuela dan menjatuhkan sanksi pada beberapa kapal lainnya.

Kini, mata dunia tertuju pada pertemuan hari Selasa nanti. Apakah PBB mampu meredam ambisi Washington, atau justru menjadi panggung debat kusir yang tak berujung sementara tensi perang terus meninggi?

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo
90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga
Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18 Mulai Beredar Luas
Ukraina Siap Perluas Penggunaan Drone AI Otonom
Malaysia Resmi Tingkatkan Mandatori Biodiesel Sawit
Indonesia dan Belarus Percepat Kerja Sama Industri
Ancaman El Niño 2026: Cuaca Kering Ekstrem Siap Memangkas
Danantara: DSI Batal Jadi Eksportir Tunggal Komoditas

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:56 WIB

Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:06 WIB

90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:27 WIB

Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18 Mulai Beredar Luas

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:22 WIB

Ukraina Siap Perluas Penggunaan Drone AI Otonom

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:39 WIB

Malaysia Resmi Tingkatkan Mandatori Biodiesel Sawit

Berita Terbaru

Penyelamatan darurat di Tokyo. Jago merah menghanguskan ruang musik Sekolah Takinogawa Dai-san, memaksa ratusan murid melarikan diri ke halaman sekolah. Dok: @takanyo VIA X/via REUTERS

INTERNASIONAL

Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo

Jumat, 19 Jun 2026 - 14:56 WIB

Jaminan keadilan harga petani hulu. Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan memperketat pengawasan harga TBS guna melindungi kesejahteraan petani swadaya. Dok: Istimewa.

NASIONAL

90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga

Jumat, 19 Jun 2026 - 14:06 WIB