Alih Fungsi Lahan Ilegal Picu Banjir Bandung, Gubernur Dedi Mulyadi Gandeng KPK

Kamis, 11 Desember 2025 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Posnews/Ist)

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Posnews/Ist)

BANDUNG, POSNEWS.CO.ID Maraknya alih fungsi lahan di Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bergerak cepat dengan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dedi menegaskan, banjir tahunan di Bandung kian parah karena perubahan penggunaan lahan yang tidak terkendali. Dan hal tersebut harus segera diantisipasi dan tidak dibiarkan berlarut-larut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dedi, hampir seluruh wilayah Kota Bandung kini berubah menjadi permukiman dan kompleks perumahan elite. Sawah, rawa, dan danau nyaris hilang.

Bahkan, tanah untuk menguruk lahan baru diambil dari daerah lain, sehingga permukaan wilayah tertentu menurun.

“Ketika hujan tiba, korban banjir adalah warga di daerah permukaan rendah. Kawasan elit justru meninggi,” ujar Dedi usai rapat internal dengan KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Baca Juga :  Pemanfaatan Trotoar TB Simatupang Hanya di 7 Titik, Bukan Sepanjang Jalan

Dedi menjelaskan, warga terdampak banjir umumnya tinggal di daerah aliran sungai (DAS), termasuk wilayah BBWS Citarum dan PSDA. Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat mulai melakukan relokasi warga dari kawasan rawan banjir.

Saat ini sudah disiapkan tempat kontrak selama satu tahun. Setelah itu, kami akan membebaskan lahan untuk melebarkan sungai, menambah ruang resapan air, dan membangun embung baru,” tegasnya.

Gubernur menekankan, solusi jangka panjang hanya bisa dicapai melalui penataan ulang kawasan dan pengendalian ketat alih fungsi lahan.

Ia menyoroti kondisi di Ciwidey, terutama lahan milik PTPN, yang banyak pohon tehnya ditebang dan diganti kebun sayur. Beberapa hutan pun dialihfungsikan secara ilegal.

Baca Juga :  KPK Tahan Silmy Karim 40 Hari Lagi, Penyidikan Kasus Imigrasi Terus Bergulir

“Kami menghentikan alih fungsi lahan ini dan mengembalikan lahan-lahan itu menjadi perkebunan teh serta tanaman keras yang akan dikelola Dinas Perkebunan dan Dinas Kehutanan Jawa Barat.”

Politikus Gerindra ini meyakini, koordinasi dengan KPK akan memastikan proses penataan ulang lahan berjalan sesuai aturan dan bebas dari praktik yang merugikan negara maupun lingkungan.

Hampir semua alih fungsi lahan itu ilegal menurut saya. Kami sudah mengingatkan PTPN untuk menghentikan KSO pariwisata yang merusak ekosistem perkebunan,” tandasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Residivis Narkoba Kembali Ditangkap, Kurir Ganja 6 Kg Dibekuk di Aceh
Akun TikTok Penyebar Hoaks Demo 17 Agustus 2026 Berhasil Dilacak dan Ditangkap
Lansia di Cakung Dirampok Tetangga Sendiri, Mulut Dilakban dan Diancam Golok
Bareskrim Bongkar Sindikat Narkoba Malaysia-Medan, 9.162 Butir Ekstasi Diamankan
Pekerja Proyek Jalan Ditembaki di Tolikara Papua Pegunungan, 5 Orang Tewas
Manifes KMP Mutiara Sentosa II Jadi Sorotan, Lima Anak Belum Tercatat
Santri Disiram Air Panas di Karawang Usai Dituduh Begal, Korban Luka Bakar Serius
DPO Curanmor Ditembak Polisi di Bondowoso Usai Serang Petugas dengan Celurit

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Residivis Narkoba Kembali Ditangkap, Kurir Ganja 6 Kg Dibekuk di Aceh

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Akun TikTok Penyebar Hoaks Demo 17 Agustus 2026 Berhasil Dilacak dan Ditangkap

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Lansia di Cakung Dirampok Tetangga Sendiri, Mulut Dilakban dan Diancam Golok

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:04 WIB

Pekerja Proyek Jalan Ditembaki di Tolikara Papua Pegunungan, 5 Orang Tewas

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:45 WIB

Manifes KMP Mutiara Sentosa II Jadi Sorotan, Lima Anak Belum Tercatat

Berita Terbaru