Ancaman El Nino Godzilla: Krisis Pangan dan Pupuk

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Badai ganda mengancam kawasan. Fenomena El Nino ekstrem berpadu dengan krisis pupuk global siap melambungkan harga pangan di Asia Tenggara. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Badai ganda mengancam kawasan. Fenomena El Nino ekstrem berpadu dengan krisis pupuk global siap melambungkan harga pangan di Asia Tenggara. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Berbagai pemerintah di Asia Tenggara kini bersiap menghadapi ancaman El Nino ekstrem. Fenomena alam ini berpotensi merusak hasil panen dan memicu lonjakan inflasi pangan.

Kembalinya El Nino “Godzilla” di Tengah Krisis Pupuk

Data meteorologi menunjukkan awal kemunculan El Nino pada tahun ini. Para ilmuwan memproyeksikan fenomena ini akan menguat menjadi El Nino “Godzilla”.

Kekuatan El Nino kali ini berpotensi melampaui rekor terburuk tahun 2015. Kondisi ini mengancam ketahanan pangan negara-negara agraris regional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sektor pertanian menghadapi tekanan yang sangat berat saat ini. Blokade Selat Hormuz sebelumnya menyumbat pengiriman pupuk global sejak awal tahun.

Baca Juga :  Kejagung Bongkar Dugaan Money Laundering Don Ritto, 4 Perusahaan Digeledah

Kelangkaan pasokan pupuk kini melambungkan biaya produksi para petani. Analis Segi Enam Advisors Khor Yu-Leng menyebut perdagangan pupuk merosot 30 persen.

Ancaman Nyata Bagi Komoditas Sawit dan Beras

Suhu panas ekstrem berpotensi mengacaukan pola hujan musiman. Sektor perkebunan kelapa sawit membutuhkan pasokan air yang sangat melimpah.

Penurunan curah hujan akan menekan volume produksi sawit Indonesia dan Malaysia. Penurunan suplai ini otomatis akan mendongkrak harga minyak sawit global.

Pasar beras global juga berada dalam posisi yang sangat rentan. Gangguan cuaca sedikit saja dapat memicu larangan ekspor secara sepihak.

Kondisi tersebut biasanya memicu aksi panic buying dari negara importir. Konsumen akhirnya harus membayar harga pangan yang jauh lebih mahal.

Dampak Makroekonomi dan Tekanan Mandat Biofuel

Sektor pertanian menyumbang sekitar 10 persen dari total ekonomi regional. Pelemahan sektor ini akan memperlambat pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN.

Baca Juga :  Diplomasi Omotenashi 2.0: Cara Unik Sanae Takaichi Taklukkan Hati Pemimpin Dunia

Analis Goldman Sachs memproyeksikan kenaikan inflasi pangan yang cukup signifikan. El Nino berpotensi menambah 2,1 persen inflasi dalam setahun.

Krisis ini juga memaksa pemerintah mengevaluasi kembali kebijakan biofuel. Pemerintah Indonesia kini harus memprioritaskan minyak sawit untuk pangan.

Kebutuhan konsumsi masyarakat harus berada di atas kebutuhan bahan bakar biodiesel.

Membangun Solusi Struktural yang Berkelanjutan

Berbagai negara mulai menyiapkan langkah darurat untuk mengamankan pasokan. Malaysia berjanji akan merilis sistem peringatan dini kekeringan secepatnya.

Indonesia kini berfokus memperkuat sistem irigasi pada lahan persawahan. Namun, para analis menilai langkah darurat saja tidak akan cukup.

Pemerintah harus membangun ketahanan pangan jangka panjang yang kokoh. Solusi utama mencakup pembangunan waduk dan penggunaan benih tahan kekeringan.

Pemerintah juga perlu memanfaatkan teknologi pemantauan cuaca berbasis digital. Pembiayaan bagi petani kecil juga harus menjadi prioritas utama.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Izin Tambang Emas PT KEL di Nabire Dicabut, Satgas Temukan Pelanggaran
25.338 Titik Panas Terdeteksi di Enam Provinsi, Kalteng Terbanyak
Sengketa Lahan Summarecon Berujung Dugaan Suap, KPK Telusuri Uang Rp800 Juta
Aduan Warga Berujung Razia Kalibata City, 45 WNA Jalani Pemeriksaan Imigrasi
Badan Kapal Masih Panas, Polisi Belum Bisa Olah TKP KMP Batumandi
103 Siswa Diduga Keracunan MBG di Bogor, Dapur Penyedia Disetop 20 Hari
11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing
Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Izin Tambang Emas PT KEL di Nabire Dicabut, Satgas Temukan Pelanggaran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:27 WIB

25.338 Titik Panas Terdeteksi di Enam Provinsi, Kalteng Terbanyak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Sengketa Lahan Summarecon Berujung Dugaan Suap, KPK Telusuri Uang Rp800 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Aduan Warga Berujung Razia Kalibata City, 45 WNA Jalani Pemeriksaan Imigrasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Badan Kapal Masih Panas, Polisi Belum Bisa Olah TKP KMP Batumandi

Berita Terbaru

Menlu AS Marco Rubio sebut pembatasan akses Starlink di Ukraina merupakan wewenang SpaceX dan Elon Musk, bukan Gedung Putih. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:28 WIB

Elon Musk melayangkan ancaman terbuka kepada Partai Demokrat yang berencana menyelidiki peran pemerintahannya usai pemilu sela AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:23 WIB

Rusia membebaskan pensiunan guru asal AS Stephen Hubbard usai negosiasi Presiden Vladimir Putin dan utusan AS Steve Witkoff. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:20 WIB