Harga Sawit Malaysia Menguat ke Level MYR 4.550

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sentimen positif pasar nabati. Peluncuran mandat B50 oleh Presiden Prabowo serta penguatan ekspor sukses mengerek kembali harga sawit global. Dok: Istimewa.

Sentimen positif pasar nabati. Peluncuran mandat B50 oleh Presiden Prabowo serta penguatan ekspor sukses mengerek kembali harga sawit global. Dok: Istimewa.

KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Harga kontrak berjangka minyak sawit Malaysia bergerak naik pada perdagangan pekan ini. Komoditas andalan tersebut kini mantap merangkak di atas level MYR 4.550 per ton.

Mandat B50 Prabowo dan Lonjakan Ekspor

Presiden Indonesia Prabowo Subianto resmi meluncurkan mandat biodiesel B50 pada tanggal 1 Juli kemarin. Prabowo mengambil langkah berani ini demi mendorong kemandirian energi nasional.

Baca Juga :  Jimly Tegaskan Pengangkatan Kapolri Tetap Lewat Presiden dan Persetujuan DPR

Kebijakan ramah lingkungan tersebut otomatis memicu kekhawatiran pasar global. Para pelaku industri memprediksi Indonesia akan mengurangi volume ekspor sawit mentah ke luar negeri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, ekspor sawit Malaysia juga menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Survei kargo mencatat kenaikan ekspor Juni sebesar 10,6 hingga 11,1 persen.

Pemulihan Permintaan China dan Tekanan Harga

Prospek penyerapan sawit dari China juga berangsur membaik sepanjang bulan lalu. Sektor manufaktur dan jasa Negeri Tirai Bambu kembali mencatat pertumbuhan moderat.

Baca Juga :  BNN Usul Vape Dilarang, Temuan Etomidate hingga Sabu di Rokok Elektrik Bikin Geger

Namun, penurunan harga minyak kedelai di bursa Chicago dan Dalian menahan penguatan harga sawit lebih lanjut.

Pemerintah Indonesia juga memangkas harga referensi CPO periode Juli menjadi 1.000,90 dolar AS per ton. Angka ini turun cukup signifikan dari posisi Juni sebesar 1.029,51 dolar AS.

Kini, para pelaku pasar memilih bersikap waspada menjelang rilis data resmi pasokan global akhir bulan nanti.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Psikolog Forensik Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Minta Polri Perjelas Konstruksi Perkara
PLN Targetkan SUTET 500 kV Priok–Muara Tawar Beroperasi Agustus 2026
Satgas PKH Tegaskan Kasus Febrie Adriansyah Tak Hambat Kinerja
Imigrasi Berlakukan Pencegahan 20 Hari terhadap Febrie Adriansyah dan Don Ritto
Prabowo Ultimatum Koruptor: Kembalikan Uang Rakyat atau Hadapi Penegakan Hukum
Prabowo Tegas: Beda Partai Bukan Masalah, Ajak Rusuh Itu Pengkhianatan
KSAD Maruli Pimpin Kenaikan Pangkat 35 Brigjen TNI AD, Ini Daftar Lengkapnya
Sosok Tan Kian Disorot, Pengusaha Properti yang Kini Diperiksa sebagai Saksi

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:51 WIB

Psikolog Forensik Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Minta Polri Perjelas Konstruksi Perkara

Senin, 13 Juli 2026 - 15:31 WIB

PLN Targetkan SUTET 500 kV Priok–Muara Tawar Beroperasi Agustus 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 06:31 WIB

Imigrasi Berlakukan Pencegahan 20 Hari terhadap Febrie Adriansyah dan Don Ritto

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:33 WIB

Prabowo Ultimatum Koruptor: Kembalikan Uang Rakyat atau Hadapi Penegakan Hukum

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:02 WIB

Prabowo Tegas: Beda Partai Bukan Masalah, Ajak Rusuh Itu Pengkhianatan

Berita Terbaru

Ilustrasi, tersangka di borgol polisi. (Posnews/Net)

JABODETABEK

Teror Bom SDN Srengseng Sawah Terungkap, Polisi Tangkap MY

Senin, 13 Jul 2026 - 16:00 WIB