Harga Sawit Malaysia Menguat ke Level MYR 4.550

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Siasat hemat bahan bakar fosil. Kementerian Perkebunan dan Komoditas Malaysia memproyeksikan peningkatan campuran biodiesel B12 dan B15 hemat 386 juta liter solar per tahun. Dok: Istimewa.

Siasat hemat bahan bakar fosil. Kementerian Perkebunan dan Komoditas Malaysia memproyeksikan peningkatan campuran biodiesel B12 dan B15 hemat 386 juta liter solar per tahun. Dok: Istimewa.

KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Harga kontrak berjangka minyak sawit Malaysia bergerak naik pada perdagangan pekan ini. Komoditas andalan tersebut kini mantap merangkak di atas level MYR 4.550 per ton.

Mandat B50 Prabowo dan Lonjakan Ekspor

Presiden Indonesia Prabowo Subianto resmi meluncurkan mandat biodiesel B50 pada tanggal 1 Juli kemarin. Prabowo mengambil langkah berani ini demi mendorong kemandirian energi nasional.

Baca Juga :  Takaichi Resmi Bubarkan Parlemen, Oposisi Jepang Mengamuk

Kebijakan ramah lingkungan tersebut otomatis memicu kekhawatiran pasar global. Para pelaku industri memprediksi Indonesia akan mengurangi volume ekspor sawit mentah ke luar negeri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, ekspor sawit Malaysia juga menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Survei kargo mencatat kenaikan ekspor Juni sebesar 10,6 hingga 11,1 persen.

Pemulihan Permintaan China dan Tekanan Harga

Prospek penyerapan sawit dari China juga berangsur membaik sepanjang bulan lalu. Sektor manufaktur dan jasa Negeri Tirai Bambu kembali mencatat pertumbuhan moderat.

Baca Juga :  Psikotropika Disamarkan dalam Kopi dan Susu Cokelat, 2 WN China Dibekuk di Soetta

Namun, penurunan harga minyak kedelai di bursa Chicago dan Dalian menahan penguatan harga sawit lebih lanjut.

Pemerintah Indonesia juga memangkas harga referensi CPO periode Juli menjadi 1.000,90 dolar AS per ton. Angka ini turun cukup signifikan dari posisi Juni sebesar 1.029,51 dolar AS.

Kini, para pelaku pasar memilih bersikap waspada menjelang rilis data resmi pasokan global akhir bulan nanti.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla
Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi
Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas
Kampus Bukan Pasar: KPK Bongkar Dugaan Transaksi Rp650 Juta di Unsoed
Terios Diduga Rusak Usai Servis, Pemilik Minta Bengkel Resmi Daihatsu Bertanggung Jawab
Modus Narkoba Makin Licin! BNN Dorong Vape Dilarang Total di Indonesia
Rektor Unsoed Diciduk KPK, 14 Orang Diboyong Dugaan Korupsi Mahasiswa Baru
Alarm Laut Indonesia! 601 Operasi SAR, 239 Orang Meninggal

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:18 WIB

Kampus Bukan Pasar: KPK Bongkar Dugaan Transaksi Rp650 Juta di Unsoed

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Terios Diduga Rusak Usai Servis, Pemilik Minta Bengkel Resmi Daihatsu Bertanggung Jawab

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Modus Narkoba Makin Licin! BNN Dorong Vape Dilarang Total di Indonesia

Berita Terbaru

Kebakaran melanda rumah tradisional di Kampung Adat Sade Lombok Tengah. (Posnews/Ist)

DAERAH

Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:32 WIB

Ilustrasi, panas terik. (Posnews/Net)

JABODETABEK

Minggu Cerah di Jabodetabek, BMKG Ingatkan Warga Hadapi Panas

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:12 WIB