Angkatan Udara AS Kebut Pembaruan Air Force One Jelang HUT ke-250

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Armada baru di langit Washington. Militer Amerika Serikat sedang merombak pesawat Boeing 747 hadiah dari keluarga kerajaan Qatar untuk memperkuat armada Air Force One tepat waktu untuk perayaan nasional tahun 2026. Dok: Istimewa.

Armada baru di langit Washington. Militer Amerika Serikat sedang merombak pesawat Boeing 747 hadiah dari keluarga kerajaan Qatar untuk memperkuat armada Air Force One tepat waktu untuk perayaan nasional tahun 2026. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Angkatan Udara Amerika Serikat sedang mengejar target waktu yang ambisius untuk menghadirkan pesawat kepresidenan baru. Militer menargetkan penyerahan sebuah Boeing 747 hadiah dari Qatar pada hari kemerdekaan AS, 4 Juli 2026 mendatang.

Pesawat tersebut akan bergabung dengan armada Air Force One bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Oleh karena itu, otoritas militer memberikan prioritas tinggi pada proses renovasi jet mewah ini agar siap mendukung mobilitas udara kepresidenan tepat pada waktunya.

Percepatan Pengerjaan: Target Kado Ulang Tahun

Gedung Putih secara resmi menerima jet mewah tersebut dari keluarga kerajaan Qatar tahun lalu. Setelah itu, Presiden Donald Trump meminta Angkatan Udara untuk melakukan pembaruan cepat agar pesawat memenuhi standar kepresidenan yang ketat.

Militer menunjuk perusahaan L3Harris untuk memimpin perombakan total tersebut. Sumber internal menyebutkan bahwa terdapat upaya untuk menyelesaikan pesawat tiga minggu lebih awal. Tujuannya agar jet tersebut dapat dikirimkan pada 14 Juni, bertepatan dengan ulang tahun Presiden Trump. Saat ini, pesawat telah menyelesaikan modifikasi dan uji terbang, serta sedang memasuki tahap pengecatan akhir.

Kontroversi Diplomatik dan Konflik Kepentingan

Penerimaan hadiah senilai USD 400 juta ini memicu gelombang kritik dari faksi Demokrat dan pendukung tata kelola pemerintahan yang baik. Mereka memperingatkan bahwa hadiah sebesar itu dapat menciptakan konflik kepentingan yang memengaruhi keputusan presiden terhadap negara donor.

Baca Juga :  Ambergris dari Perut Paus yang Lebih Mahal dari Emas Murni

Namun demikian, Presiden Trump menepis segala tuduhan tersebut. Ia menilai penolakan terhadap pesawat berusia 13 tahun itu sebagai tindakan yang “bodoh”. Selain itu, para ahli menekankan bahwa merombak pesawat mewah ini memerlukan peningkatan keamanan tingkat tinggi. Pesawat harus memiliki sistem komunikasi anti-sadap dan kemampuan untuk menghalau serangan rudal guna melindungi nyawa pemimpin negara.

Keterlambatan Boeing dan Masalah Anggaran

Langkah menerima hadiah Qatar ini muncul di tengah krisis keterlambatan program penggantian resmi Air Force One. Proyek Boeing untuk mengubah dua pesawat 747-8 menjadi jet kepresidenan generasi berikutnya (VC-25B) kini terlambat empat tahun dari jadwal semula.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengiriman pesawat utama tersebut diprediksi baru akan terjadi pada pertengahan 2028. Kondisi ini berisiko membuat Trump tidak dapat menggunakan pesawat barunya sebelum masa jabatannya berakhir pada Januari 2029. Meskipun Boeing memiliki kontrak harga tetap sebesar USD 3,9 miliar, biaya proyek kini membengkak melampaui USD 5 miliar. Sebagai dampaknya, perusahaan harus mencatatkan kerugian sebesar USD 2,4 miliar dari proyek tersebut.

Desain Livery Baru ala Donald Trump

Angkatan Udara baru-baru ini meluncurkan skema warna baru untuk armada angkut eksekutifnya. Desain tersebut menggunakan kombinasi warna merah, putih, biru tua, dan emas. Secara khusus, skema ini menghidupkan kembali palet warna yang telah lama Trump usulkan sejak masa jabatan pertamanya.

Baca Juga :  Ancaman Sabotase Bawah Laut: Inggris Adang Operasi Rahasia Kapal Selam Rusia

Warna baru ini akan menggantikan skema putih dan dua nada biru yang telah digunakan sejak era Presiden Kennedy. Selanjutnya, livery baru ini juga akan diterapkan pada empat pesawat Boeing 757-200 yang digunakan oleh wakil presiden dan anggota kabinet. Sebagai langkah antisipasi pensiunnya armada lama, militer juga telah membeli dua pesawat bekas Lufthansa 747-8i untuk keperluan suku cadang dan pelatihan kru.

Menuju Perayaan Nasional 2026

Pengoperasian jet hadiah Qatar ini menjadi solusi sementara yang krusial bagi ketersediaan armada udara Gedung Putih. Singkatnya, keberhasilan L3Harris memenuhi tenggat waktu musim panas ini akan menjadi kemenangan simbolis bagi administrasi Trump di tengah berbagai kendala produksi pesawat nasional.

Dengan demikian, masyarakat kini menanti penampakan perdana jet dengan livery emas tersebut di langit Washington pada Juli mendatang. Di tahun 2026 yang bersejarah ini, peremajaan armada Air Force One tetap menjadi fokus utama dalam menunjukkan kekuatan dan kedaulatan Amerika Serikat di panggung dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Lula dan Trump Bahas Kartel Kriminal hingga Mineral
Aksi Sosial Polairud Polda Metro Jaya di Cilincing Bantu Warga Lumpuh
Bareskrim Limpahkan Pasutri Pakistan Kurir 1,6 Kg Sabu ke Kejari Tangerang
Polisi Tangkap Pendiri Ponpes Pati Tersangka Pelecehan Santriwati di Wonogiri
Howard Lutnick Dicecar Kongres Soal Kunjungan ke Pulau Jeffrey Epstein
Israel Gempur Beirut dan Targetkan Komandan Elit Hezbollah
Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Sumsel, 16 Penumpang dan Kru Tewas – Tim DVI Percepat Identifikasi
Kiai Sepuh PBNU Dorong Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:15 WIB

Presiden Lula dan Trump Bahas Kartel Kriminal hingga Mineral

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:15 WIB

Angkatan Udara AS Kebut Pembaruan Air Force One Jelang HUT ke-250

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:10 WIB

Aksi Sosial Polairud Polda Metro Jaya di Cilincing Bantu Warga Lumpuh

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:51 WIB

Bareskrim Limpahkan Pasutri Pakistan Kurir 1,6 Kg Sabu ke Kejari Tangerang

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:14 WIB

Polisi Tangkap Pendiri Ponpes Pati Tersangka Pelecehan Santriwati di Wonogiri

Berita Terbaru

Diplomasi penuh perhitungan. Presiden Brasil Lula da Silva bertemu Donald Trump di Washington guna memperbaiki hubungan pasca-krisis tarif, sembari menjaga kedaulatan ekonomi atas cadangan tanah jarang terbesar kedua di dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Lula dan Trump Bahas Kartel Kriminal hingga Mineral

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:15 WIB

Armada baru di langit Washington. Militer Amerika Serikat sedang merombak pesawat Boeing 747 hadiah dari keluarga kerajaan Qatar untuk memperkuat armada Air Force One tepat waktu untuk perayaan nasional tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Angkatan Udara AS Kebut Pembaruan Air Force One Jelang HUT ke-250

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:15 WIB