APPSI Tolak Keras Raperda Kawasan Tanpa Rokok, Nilai Tekan Nafas Usaha Kecil

Minggu, 19 Oktober 2025 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kawasan Tanpa Rokok dan penegakan hukum di Jakarta. Dok: Istimewa

Ilustrasi Kawasan Tanpa Rokok dan penegakan hukum di Jakarta. Dok: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pedagang pasar di Jakarta marah besar. Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKI Jakarta menolak keras Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Mereka menilai akan menekan ekonomi rakyat kecil. DPRD DKI tetap kukuh pertahankan aturan 200 meter dari sekolah yang kini tengah difinalisasi Panitia Khusus (Pansus).

“Pembuat peraturan harus tahu, magnet pembeli di pasar itu adalah rokok. Selain sembako, rokok adalah barang cepat laku. Kalau dilarang dijual, pedagang kecil mau makan apa?” tegas Ketua DPW APPSI DKI Jakarta, Ngadiran, Sabtu (18/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pedagang Kian Tercekik

Ngadiran menyoroti pasal kontroversial dalam Raperda KTR yang melarang penjualan rokok dalam radius 200 meter dari sekolah dan tempat bermain anak. Lebih parah lagi, aturan itu juga memperluas zona larangan hingga ke pasar tradisional.

Ia menilai, kebijakan tersebut memukul pedagang kecil yang tengah berjuang memulihkan usaha pasca pandemi. “Sekarang saja omzet pedagang turun sampai 60 persen. Kalau ditambah aturan seperti ini, kami bisa gulung tikar,” ungkap Ngadiran dengan nada kecewa.

Baca Juga :  Tenda Acara DPRD DKI Bebizie di Protes Warga Warakas, Akses Rumah Sempat Terhalang

Oleh karena itu, ia mendesak DPRD DKI Jakarta segera mencabut pasal-pasal pelarangan yang dinilai tak berpihak pada rakyat kecil.

Pasar Tradisional Terancam Mati Perlahan

Nada protes juga datang dari Jariyanto, perwakilan APPSI Jakarta Utara. Menurutnya, penerapan larangan rokok dan zonasi jual beli akan membuat aktivitas pasar semakin sepi, bahkan mempercepat kematian pasar tradisional.

“Bayangkan, di Jakarta Utara ada 23 pasar. Setiap pasar ada sekitar 1.500 pedagang. Kalau aturan ini berlaku, ribuan orang bakal kehilangan mata pencaharian. Pasar tradisional akan mati perlahan!” ujarnya dengan nada kesal.

Lebih lanjut, Jariyanto menegaskan, pemerintah seharusnya membina dan memberdayakan pedagang kecil, bukan menambah beban dengan aturan yang justru menjerat usaha mereka.
“Bantu kami bertahan! Pedagang butuh pembinaan, bukan pembatasan,” tegasnya dengan nada tegas.

DPRD Tetap Kukuh, Pedagang Kian Murka

Di sisi lain, Ketua Pansus Raperda KTR, Farah Savira, menegaskan bahwa aturan larangan penjualan rokok dalam radius 200 meter dari sekolah tetap dipertahankan. Ia beralasan, kebijakan itu bertujuan melindungi anak-anak dan remaja dari paparan produk tembakau.

Baca Juga :  Kebijakan Satu Anak China dan 60 Juta Pria yang Kesepian

“Tujuan kami jelas, yaitu mencegah anak-anak mudah mengakses rokok. Namun, kami juga sudah menampung masukan dari berbagai pihak untuk mencari titik tengah,” kata Farah dalam rapat finalisasi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Meski begitu, di lapangan, para pedagang tetap menilai kebijakan tersebut tidak realistis dan hanya akan mematikan ekonomi pasar rakyat.

APPSI Siap Turun ke Jalan

Tak tinggal diam, APPSI menegaskan siap melakukan aksi protes besar-besaran bila DPRD DKI tetap mengesahkan Raperda tanpa revisi. Mereka menuding pemerintah lebih sibuk membuat aturan moral ketimbang menyejahterakan pelaku usaha kecil.

“Kalau aturan ini dipaksakan, kami akan turun ke jalan! Pedagang pasar tidak bisa terus jadi korban kebijakan yang tidak memihak rakyat!” tutup Ngadiran dengan suara lantang dan penuh amarah. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangunan di Pinggir Rel Kampung Bahari Ditertibkan, Kapolres Turun Memantau
Hujan Petir Mengintai Bogor, Cek Cuaca Jabodetabek Hari Ini
Konser Andrea Bocelli Picu Polemik, Ribuan Aparat Amankan JIExpo
Cuaca Jabodetabek: Cek Suhu & Potensi Hujan di Kotamu Sebelum Bepergian
Sering Jadi Arena Balap Liar, JLNT Antasari Ditutup Setiap Akhir Pekan
Pramono Datangi 44 Kecamatan, Tak Mau Hanya Terima Laporan
Hati-hati Basah! BMKG Rilis Peringatan Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Cek Daftarnya
Minggu 1 November, Hujan Ringan Mengintai Jakarta hingga Tangerang

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:51 WIB

Bangunan di Pinggir Rel Kampung Bahari Ditertibkan, Kapolres Turun Memantau

Rabu, 4 November 2026 - 06:27 WIB

Hujan Petir Mengintai Bogor, Cek Cuaca Jabodetabek Hari Ini

Selasa, 3 November 2026 - 21:40 WIB

Konser Andrea Bocelli Picu Polemik, Ribuan Aparat Amankan JIExpo

Selasa, 3 November 2026 - 05:31 WIB

Cuaca Jabodetabek: Cek Suhu & Potensi Hujan di Kotamu Sebelum Bepergian

Senin, 2 November 2026 - 20:13 WIB

Sering Jadi Arena Balap Liar, JLNT Antasari Ditutup Setiap Akhir Pekan

Berita Terbaru

Corsair dan Embark Studios resmi meluncurkan lini periferal bertema ARC Raiders. Koleksi premium ini mencakup papan tik, tetikus, perangkat dengar, dan memberikan bonus. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Corsair dan Embark Rilis Periferal ARC Raiders

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:53 WIB

Blaze Entertainment resmi merilis konsol genggam retro Evercade Nexus. Konsol ini menyajikan layar besar, stik analog ganda, dan dukungan ratusan kaset fisik. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Blaze Entertainment Rilis Konsol Retro Evercade Nexus

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:46 WIB

FromSoftware mendadak matikan peladen Dark Souls Dua dan Tiga akibat masalah teknis. Pemain kaitkan insiden ini dengan gangguan keamanan sebelumnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

FromSoftware Matikan Peladen Dark Souls Dua dan Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 10:35 WIB

Rumor ungkap alasan EA menutup studio BioWare dan membatalkan Mass Effect. Beban utang membuat EA pilih mendanai Star Wars Battlefront Tiga. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Rumor Ungkap Alasan EA Tutup Studio BioWare

Rabu, 4 Nov 2026 - 10:24 WIB