Arus Nataru 2026 Membludak, Jasa Marga Operasikan 37 Gardu di GT Cikampek Utama

Kamis, 25 Desember 2025 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepadatan kendaraan ekstrem di jalan tol yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk saat puncak arus mudik Lebaran 2026 mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. (Posnews/Jasa Marga)

Kepadatan kendaraan ekstrem di jalan tol yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk saat puncak arus mudik Lebaran 2026 mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. (Posnews/Jasa Marga)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memperkuat kesiapan operasional di Gerbang Tol Cikampek Utama menyusul lonjakan arus kendaraan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Untuk mengurai kepadatan, JTT mengoperasikan 37 gardu tol. Sebanyak 19 gardu melayani arah Trans Jawa, sedangkan 18 gardu melayani arus menuju Jakarta.

VP Corporate Secretary and Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, memastikan seluruh gardu beroperasi optimal guna mempercepat transaksi dan mencegah antrean.

“Kami mengoperasikan 37 gardu tol di GT Cikampek Utama agar arus kendaraan tetap lancar,” ujarnya, Rabu.

Baca Juga :  Doom Spending: Menghabiskan Uang Hari Ini Karena Masa Depan Terasa Gelap

Selain itu, JTT menyiagakan petugas selama 24 jam di titik strategis Tol Trans Jawa. Petugas fokus mengatur lalu lintas, mengawal transaksi, dan menjaga keamanan, terutama saat jam puncak.

Sementara itu, arus menuju Cipali dan Cipularang terpantau padat sejak Rabu siang hingga malam. Kepadatan terjadi di sejumlah titik, khususnya di sekitar rest area akibat antrean kendaraan.

Di Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, pengelola membatasi waktu singgah maksimal 30 menit untuk menekan penumpukan.

Baca Juga :  Polda Banten Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras Ilegal, 2 Tersangka Diamankan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data Jasa Marga mencatat 229.535 kendaraan melintas ke arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama, naik 31,1 persen dari kondisi normal. Sementara arus dari timur menuju Jakarta mencapai 175.625 kendaraan, meningkat 1,12 persen.

Melalui langkah ini, JTT menegaskan komitmen menjaga kelancaran dan kenyamanan perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB