Doom Spending: Menghabiskan Uang Hari Ini Karena Masa Depan Terasa Gelap

Jumat, 21 November 2025 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kenapa Gen Z lebih pilih beli tas mewah daripada nabung rumah? Bukan karena boros, tapi karena

Kenapa Gen Z lebih pilih beli tas mewah daripada nabung rumah? Bukan karena boros, tapi karena "Doom Spending". Simak fenomena nihilisme ekonomi ini. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pernahkah Anda melihat teman yang mengeluh tidak punya uang, tetapi keesokan harinya liburan ke luar negeri? Atau mungkin Anda sendiri sering membeli barang mewah impulsif meski tabungan pas-pasan?

Perilaku ini memiliki nama khusus. Para ahli menyebutnya sebagai Doom Spending. Fenomena ini menggambarkan tindakan menghabiskan uang untuk kesenangan sesaat karena seseorang merasa pesimis terhadap masa depan.

Mereka merasa tidak akan pernah sanggup membeli rumah atau pensiun dengan nyaman. Akibatnya, mereka memilih untuk menikmati uang tersebut sekarang juga. Pola pikir “hidup hanya sekali” berubah menjadi pembenaran finansial yang nekat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nihilisme Ekonomi Akibat Berita Buruk

Pemicu utama perilaku ini adalah paparan berita buruk yang terus-menerus. Setiap hari, kita membuka media sosial dan melihat kabar tentang perang, krisis iklim, hingga ancaman resesi global.

Baca Juga :  Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Korban Tewas Bertambah 65 Santri

Otak kita merespons informasi negatif ini dengan rasa cemas berlebih. Psikolog menyebut kondisi ini memicu semacam “nihilisme ekonomi”. Kita merasa dunia sedang menuju kehancuran.

Oleh karena itu, menabung terasa seperti tindakan sia-sia. Untuk apa menyimpan uang demi masa depan yang mungkin tidak akan pernah ada? Lantas, belanja barang mewah atau hiburan mahal menjadi obat penenang instan bagi kecemasan tersebut.

Gen Z vs Boomer: Prioritas yang Bergeser

Perbedaan pola pikir antargenerasi terlihat sangat mencolok di sini. Generasi Boomers dahulu bekerja keras dan menabung ketat demi membeli properti. Sebaliknya, Gen Z menghadapi realitas harga properti yang tidak masuk akal dibandingkan gaji mereka.

Anak muda ini sadar bahwa menabung seumur hidup pun mungkin tidak cukup untuk membayar uang muka rumah. Maka, mereka mengubah haluan prioritas.

Mereka lebih memilih pengalaman nyata seperti konser musik, traveling, atau tas branded. Setidaknya, hal-hal tersebut memberikan kebahagiaan yang bisa mereka rasakan secara langsung saat ini juga.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Siap Lantik Komite Reformasi Polri, 9 Tokoh Nasional Masuk Daftar

Lingkaran Setan Utang Konsumtif

Meskipun demikian, mekanisme koping ini menyimpan bahaya tersembunyi yang serius. Doom spending sering kali menjebak pelakunya ke dalam lingkaran setan utang konsumtif.

Banyak orang menggunakan fitur PayLater atau kartu kredit untuk membiayai gaya hidup ini. Sayangnya, mereka sering abai terhadap risiko finansial jangka panjang.

Ketiadaan dana darurat menjadi bom waktu. Jika terjadi PHK atau sakit mendadak, mereka tidak memiliki jaring pengaman sama sekali. Keuangan mereka sangat rapuh karena habis untuk kesenangan sesaat.

Koping Mahal di Tengah Pesimisme

Pada akhirnya, doom spending adalah respons manusiawi terhadap ketidakpastian zaman. Ini adalah mekanisme pertahanan diri (coping mechanism) yang mahal dalam menghadapi pesimisme global.

Kita memang berhak menikmati hasil kerja keras. Akan tetapi, kita harus tetap waras. Jangan sampai keputusasaan terhadap masa depan justru menghancurkan sisa harapan yang masih kita miliki hari ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:55 WIB

Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Berita Terbaru

Kelompok pemberontak Houthi melancarkan serangan rudal dan drone di Marib serta Hadramaut yang menewaskan puluhan prajurit pemerintah Yaman. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agu 2026 - 11:07 WIB

PM Kanada Mark Carney menyebut perundingan dagang dengan AS semakin sengit usai Donald Trump mengancam kenaikan tarif 50 persen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agu 2026 - 09:01 WIB