JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kita mungkin mengucapkan kata “OK” puluhan kali dalam sehari. Kata ini meluncur begitu saja saat kita setuju, mengonfirmasi sesuatu, atau sekadar ingin mengakhiri percakapan.
Dunia menganggap “OK” sebagai kata paling universal yang pernah ada. Orang di Jakarta, Tokyo, hingga New York memahaminya dengan arti yang sama. Namun, tahukah Anda dari mana dua huruf sakti ini berasal?
Banyak orang mengira kata ini berasal dari bahasa Yunani atau Indian Choctaw. Ternyata, sejarah mencatat fakta yang jauh lebih jenaka. “OK” lahir dari sebuah lelucon salah eja yang tidak disengaja.
Tren “Alay” Anak Muda Boston 1839
Kita harus memutar waktu kembali ke tahun 1830-an di Boston, Amerika Serikat. Kala itu, anak-anak muda intelektual dan editor koran sedang menggandrungi tren aneh.
Mereka gemar membuat singkatan dari frasa umum. Uniknya, mereka sengaja menyalahi ejaan kata-kata tersebut agar terdengar lucu. Mirip dengan tren bahasa “alay” atau slang internet zaman sekarang.
Mereka mengubah “No Go” menjadi “K.G.” (Know Go) atau “All Right” menjadi “O.W.” (Oll Wright). Lantas, pada 23 Maret 1839, surat kabar Boston Morning Post mencetak sejarah tanpa sadar.
Editor koran tersebut menulis singkatan “O.K.” di sebuah artikel. Maksudnya adalah “Oll Korrect”, sebuah pelesetan jenaka dari “All Correct” (Semua Benar). Siapa sangka, lelucon receh ini justru bertahan melampaui zaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Old Kinderhook” dan Kampanye Politik
Nasib “OK” berubah drastis setahun kemudian. Mulanya, singkatan ini hanya populer di kalangan pembaca koran Boston. Namun, politik Amerika membawanya ke panggung nasional.
Presiden Martin Van Buren sedang bertarung untuk pemilihan kembali pada tahun 1840. Van Buren memiliki julukan “Old Kinderhook”, merujuk pada kota kelahirannya di Kinderhook, New York.
Tim suksesnya melihat peluang emas. Mereka mendirikan kelompok pendukung bernama “OK Club”. Seketika, slogan “OK” menggema di seluruh negeri.
Meskipun Van Buren kalah dalam pemilu tersebut, kata “OK” justru menang telak. Kata itu menancap kuat di benak publik Amerika sebagai istilah yang keren dan mudah diingat.
Menjadi Kata Universal
Sejak saat itu, penggunaan “OK” menyebar liar tak terkendali. Penemuan telegraf semakin memperkokoh posisinya. Operator telegraf menyukai kata ini. Pasalnya, “OK” sangat singkat, jelas, dan mudah diketuk dalam kode Morse.
Akhirnya, kata ini menyeberangi samudra dan benua. Bahasa-bahasa lain mulai mengadopsinya karena kepraktisannya.
Meme yang Bertahan Abadi
Pada akhirnya, sejarah kata “OK” mengajarkan kita hal menarik tentang bahasa. Kata yang paling serius dan penting dalam komunikasi global ternyata berakar dari sebuah meme zaman dulu.
Kita tidak lagi mengingat singkatan “O.W.” atau “K.G.”. Akan tetapi, “OK” berhasil selamat dari seleksi alam linguistik. Ia bermula dari lelucon salah eja, lalu tumbuh menjadi perekat komunikasi umat manusia di seluruh dunia.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia


















