Banjir Thailand: Kapal Induk Jadi Rumah Sakit Apung, Hat Yai Lumpuh Total

Kamis, 27 November 2025 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rekor hujan 300 tahun tenggelamkan Hat Yai! Thailand kerahkan kapal induk Chakri Naruebet jadi RS apung demi selamatkan jutaan korban banjir. Dok: Reuters.

Rekor hujan 300 tahun tenggelamkan Hat Yai! Thailand kerahkan kapal induk Chakri Naruebet jadi RS apung demi selamatkan jutaan korban banjir. Dok: Reuters.

BANGKOK, POSNEWS.CO.ID – Surga wisata Thailand Selatan kini berubah menjadi lautan air keruh. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti menyebabkan banjir destruktif di wilayah tersebut. Akibatnya, pemerintah resmi mengumumkan status darurat di provinsi Songkhla pada Selasa (25/11/2025).

Bencana ini telah merenggut nyawa setidaknya 13 orang di empat provinsi terdampak. Bahkan, laporan lain menyebut angka korban jiwa bisa mencapai 33 orang.

Tercatat, sekitar 1,9 juta hingga 2 juta penduduk menderita dampak langsung dari air bah ini. Ketinggian air di beberapa titik mencapai dua meter, memutus akses ribuan rumah dari dunia luar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapal Induk Turun Tangan

Respons pemerintah Thailand tergolong luar biasa dalam menghadapi krisis ini. Mereka mempersiapkan pengerahan armada laut besar-besaran. Salah satunya adalah kapal induk HTMS Chakri Naruebet.

Kapal perang raksasa ini akan beralih fungsi menjadi rumah sakit apung (floating hospital). Selain itu, kapal ini mengangkut helikopter, tim medis, dan pasokan logistik vital.

Baca Juga :  Dua Pencuri Rp1 Miliar di Pangkalan Bun Tertangkap Setelah Kelaparan di Hutan Lamandau

Tak hanya itu, dapur umum di dalam kapal mampu memproduksi hingga 3.000 porsi makanan per hari. “Armada siap mengirimkan pasukan dan melakukan tindakan sesuai perintah Angkatan Laut,” tegas pernyataan resmi militer Thailand.

Badan Meteorologi Nasional terus membunyikan alarm bahaya. Mereka memperingatkan potensi hujan lebat lanjutan dan banjir bandang susulan. Oleh karena itu, kapal-kapal kecil dilarang melaut karena ombak bisa mencapai tiga meter.

Rekor Hujan 300 Tahun di Hat Yai

Kota Hat Yai, pusat bisnis yang berbatasan dengan Malaysia, mengalami nasib paling tragis. Kota ini mencatatkan curah hujan terberat dalam 300 tahun terakhir.

Bayangkan saja, curah hujan mencapai 335 mm hanya dalam satu hari. Seketika, jalanan berubah menjadi sungai deras yang menenggelamkan mobil dan lantai dasar bangunan.

Rekaman televisi memperlihatkan tim penyelamat berjibaku mengevakuasi warga. Mereka menggunakan jetski, perahu karet, hingga truk militer tinggi. Nahasnya, ribuan panggilan darurat membanjiri pusat penyelamatan.

Baca Juga :  KPK Periksa Istri Ono Surono, Kasus Suap Proyek Bekasi Makin Panas

Kelompok relawan Matchima Rescue Center mengaku kewalahan. “Banyak orang terjebak di lantai dua. Ada anak-anak, lansia, dan orang sakit,” tulis salah satu warga di media sosial.

Jeritan Minta Tolong di Kabel Listrik

Kisah pilu bertebaran di dunia maya. Sebuah klip viral memperlihatkan tiga bocah laki-laki nekat bergelantungan di kabel listrik. Mereka berusaha menghindari air cokelat pekat yang terus naik di bawah kaki mereka.

Sementara itu, bencana ini tidak hanya milik Thailand. Negara tetangga pun turut merasakan dampaknya. Malaysia telah mengevakuasi lebih dari 19.000 warganya. Vietnam bahkan melaporkan korban jiwa hampir mencapai 100 orang akibat badai sepekan terakhir.

Pada akhirnya, para ahli menuding perubahan iklim sebagai biang kerok utama. Pemanasan global meningkatkan frekuensi cuaca ekstrem di Asia Tenggara. Kini, jutaan warga hanya bisa berharap air segera surut sebelum persediaan makanan mereka habis total.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Direktur FBI Kash Patel Bela Kebijakan Rekrutmen Korban
Dewan Kennedy Center Setujui Penutupan Gedung
Senat AS Gagal Meloloskan RUU Kripto Clarity Act
PM Kanada Mark Carney Pangkas Pajak Investasi
Putera Mahkota Arab Saudi Temui Presiden Mesir
Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS
Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS
Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 10:21 WIB

Direktur FBI Kash Patel Bela Kebijakan Rekrutmen Korban

Kamis, 17 September 2026 - 08:10 WIB

Senat AS Gagal Meloloskan RUU Kripto Clarity Act

Kamis, 17 September 2026 - 07:03 WIB

PM Kanada Mark Carney Pangkas Pajak Investasi

Kamis, 17 September 2026 - 06:00 WIB

Putera Mahkota Arab Saudi Temui Presiden Mesir

Rabu, 16 September 2026 - 17:39 WIB

Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS

Berita Terbaru

HKC meluncurkan monitor ultrawide Tianqi 43H180C 43,8 inci berasio 24:9 180Hz pertama di dunia. Simak spesifikasi lengkap dan analisis performa GPU di sini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

HKC Luncurkan Monitor Ultrawide 43,8 Inci Tianqi 43H180C

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:30 WIB

iPhone 18 Pro, 18 Pro Max, dan Duo resmi mengantongi sertifikasi TKDN Kemenperin 40%. Simak rincian nomor model dan prospek tanggal rilisnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

iPhone 18 Pro, 18 Pro Max Resmi Kantongi Sertifikasi TKDN

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:44 WIB

Direktur FBI Kash Patel membela kebijakan rekrutmen korban prostitusi di sidang Senat AS. Simak rincian perdebatan dan pengawasan pemilu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Direktur FBI Kash Patel Bela Kebijakan Rekrutmen Korban

Kamis, 17 Sep 2026 - 10:21 WIB