Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 9 Kg Sabu di Riau, Kurir Dijanjikan Rp100 Juta

Jumat, 3 Oktober 2025 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurir berinisial Y ditangkap Bersama barang bukti sabu seberat 9 kg dikemas dalam teh Cina di Bengkalis, Riau. Dok: Polri

Kurir berinisial Y ditangkap Bersama barang bukti sabu seberat 9 kg dikemas dalam teh Cina di Bengkalis, Riau. Dok: Polri

RIAU, POSNEWS.CO.ID – Bareskrim Polri sukses menggagalkan penyelundupan narkotika jaringan Malaysia–Indonesia di Kabupaten Bengkalis, Riau. Dalam operasi ini, polisi menyita 9 kilogram sabu dan menangkap seorang kurir berinisial Y (31).

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini dipimpin langsung Kasubdit IV Dittipid Narkoba Kombes Handik Zusen.

Penangkapan dilakukan di Pelabuhan Raro Sei Pakning, Jalan Rungai Selari, Bukit Baru, Bengkalis, pada Kamis (2/10/2025) sekitar pukul 14.26 WIB.

“Tim berhasil mengamankan sabu seberat total 9 kilogram. Barang bukti dikemas dalam teh Cina berwarna hijau emas bergambar burung. Di dalamnya terdapat bungkusan emas bergambar naga merah,” ungkap Brigjen Eko, Jumat (3/10/2025).

Baca Juga :  Seni Manajemen Panggung di Instagram: Mengapa Kita Selalu Ingin Terlihat Sempurna?

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka Y mengaku diperintah oleh seseorang bernama Gacol yang hingga kini masih buron.

Y mengambil paket sabu tersebut di Hotel Marina, Bengkalis, setelah diarahkan melalui komunikasi dengan dua orang lain berinisial Gawat dan Bengkalis yang juga belum diketahui keberadaannya.

“Y sudah menerima biaya operasional Rp6 juta. Ia dijanjikan upah Rp100 juta bila pekerjaan ini berhasil,” jelas Eko. Polisi menduga barang haram itu akan diletakkan di Jalan Nangka, Pekanbaru, sesuai arahan jaringan sindikat.

Baca Juga :  Kapolri Listyo Sigit Pererat Silaturahmi dengan Ulama di Jombang dan Tuban

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eko menambahkan, Y mengaku baru pertama kali terlibat dalam bisnis narkoba. Kini, ia ditahan dan dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup.

Polisi masih memburu Gacol, Gawat, dan jaringan di balik peredaran sabu lintas negara ini. Sementara barang bukti 9 kg sabu diamankan di Bareskrim Polri untuk proses hukum lebih lanjut. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku
Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah
Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut
Cuaca Jabodetabek Minggu 3 Mei 2026, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah
6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:24 WIB

Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:11 WIB

Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:53 WIB

Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah

Berita Terbaru

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketegangan di jantung Eropa. Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman sebagai balasan atas kritik keras Kanselir Friedrich Merz terhadap kepemimpinan Donald Trump dalam perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB