Belasan Ribu Massa Nelayan Orasi di KKP, Desak Reformasi Kebijakan Perikanan Nasional

Kamis, 18 Desember 2025 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belasan ribu nelayan dan pelaku usaha perikanan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat, menuntut reformasi kebijakan perikanan nasional.(Posnews/MR)

Belasan ribu nelayan dan pelaku usaha perikanan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat, menuntut reformasi kebijakan perikanan nasional.(Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Belasan ribu nelayan dan pelaku usaha perikanan dari berbagai daerah di Indonesia menggelar aksi unjuk rasa nasional di depan Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025).

Massa menyuarakan tuntutan reformasi kebijakan perikanan yang dinilai belum berpihak pada nelayan.

Sejak pagi, belasan ribu massa bergerak long march dari kawasan IRTI Monas menuju Kantor KKP. Sepanjang perjalanan, nelayan dan pelaku usaha perikanan meneriakkan yel-yel “Hidup Nelayan” sebagai simbol perlawanan dan solidaritas.

Aksi berjalan tertib meski massa memadati ruas jalan utama di sekitar Gambir.

Massa Nelayan Datang dari Seluruh Nusantara

Massa aksi datang dari berbagai daerah pesisir, antara lain Muara Baru, Muara Angke, Indramayu, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Brebes, Batang, Pati, Rembang, Tuban, Lamongan, Probol inggo, Banyuwangi, Madura, Demak, Semarang, Jember, Sibolga, Bitung, Sulawesi Selatan, Riau, Kalimantan Selatan, Bali, Lombok, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kehadiran nelayan lintas daerah menegaskan bahwa tuntutan ini bersifat nasional dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat pesisir.

Baca Juga :  Olimpiade Milano Cortina 2026 Resmi Dibuka di Dua Kota

Ketua Umum Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI), Hadi Sutrisno, membuka rangkaian orasi dengan menyampaikan poin-poin strategis tuntutan nelayan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sepakat mendesak pemerintah memperbaiki tata kelola perikanan. Tuntutan utama kami adalah menolak kapal asing, menghapus PBB laut, menurunkan PNBP menjadi 3 persen, serta menolak penangkapan ikan terukur atau sistem zonasi,” tegas Hadi di hadapan massa.

Nelayan Desak Format Ulang Kebijakan KKP

Selanjutnya, Hadi Sutrisno membakar semangat massa dengan yel-yel persatuan. Ia menegaskan nelayan dan pelaku usaha perikanan solid menuntut format ulang kebijakan KKP yang dinilai berdampak negatif terhadap aktivitas melaut dan keberlangsungan usaha.

Menurutnya, kebijakan yang tidak melibatkan nelayan berpotensi memperparah kondisi ekonomi pesisir.

Sementara itu, Sekjen SNI James Then melanjutkan orasi dari atas mobil komando. Ia menegaskan nelayan harus dilibatkan langsung dalam perumusan kebijakan perikanan nasional.

“Nelayan dan pelaku usaha perikanan paling paham kondisi di laut. Karena itu, pemerintah wajib melibatkan kami agar kebijakan KKP tepat sasaran dan tidak menyengsarakan nelayan,” seru James.

Baca Juga :  Belasan Ribu Nelayan SNI Gelar Aksi Damai di Istana 18 Desember 2025, Tuntut Kebijakan Pro-Nelayan

Selain pimpinan SNI, sejumlah perwakilan nelayan dari berbagai daerah turut menyampaikan orasi. Mereka menyuarakan aspirasi seragam, yakni penolakan kebijakan yang dianggap membebani nelayan kecil dan usaha perikanan tradisional.

Perwakilan Massa Masuk KKP, Aksi Berlanjut ke Setneg

Setelah sekitar dua jam berorasi, sekitar 20 perwakilan nelayan masuk ke Kantor KKP untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Usai pertemuan tersebut, massa berpindah ke Kantor Sekretariat Negara (Setneg).

Di lokasi tersebut, perwakilan SNI, KKP, dan Sekretariat Negara melakukan audiensi dan mediasi.

Hingga Kamis siang, belasan ribu nelayan masih bertahan di sekitar lokasi sambil menunggu hasil mediasi. Massa membentangkan spanduk dan poster berisi tuntutan reformasi kebijakan perikanan.

Massa menegaskan akan terus bertahan hingga pemerintah merealisasikan seluruh tuntutan mereka.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, aparat gabungan dari kepolisian dan instansi terkait melakukan pengamanan.

Petugas juga mengalihkan arus lalu lintas di sekitar lokasi karena aksi menutup sebagian ruas jalan. (MR)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok
Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi
Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam
BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit
Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:29 WIB

Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:15 WIB

Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:04 WIB

Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga

INTERNASIONAL

Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:15 WIB

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB