BEM UI Gelar Aksi Merebut Kemerdekaan di Bundaran HI, Bawa 8 Tuntutan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi BEM UI bertajuk Merebut Kemerdekaan di kawasan Bundaran HI Jakarta.(Posnews/Ist)

Aksi BEM UI bertajuk Merebut Kemerdekaan di kawasan Bundaran HI Jakarta.(Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sehari setelah perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) justru turun ke jalan.

BEM UI menggelar aksi MerebutKemerdekaan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Aksi tersebut bukan sekadar perayaan kemerdekaan. BEM UI membawa kritik keras terhadap kondisi sosial, ekonomi, hukum, dan politik nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan mengatakan mahasiswa ingin mempertanyakan makna kemerdekaan yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup dirayakan melalui seremoni. Pemerintah juga harus memastikan rakyat menikmati kebebasan, keadilan, dan kesejahteraan.

“Kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?” kata Yatalathof dalam keterangan tertulis.

BEM UI Soroti Kedaulatan dan Keadilan

BEM UI menilai kedaulatan Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Mereka menyoroti sejumlah kebijakan perdagangan yang dinilai dapat mengakomodasi kepentingan asing.

Selain itu, mahasiswa mengkritik kondisi penegakan hukum, lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, hingga pemerataan kesejahteraan.

Baca Juga :  Polri Gerak Cepat Bentuk Tim Pokja Usai Putusan MK Soal Penugasan Jabatan Sipil

BEM UI juga menilai pemerintah belum sepenuhnya mewujudkan janji tentang negara yang berdaulat, adil, dan makmur.

Kritik tersebut merupakan sikap politik BEM UI dan bukan fakta yang telah diputuskan secara hukum.

Delapan Tuntutan Dibawa ke Jalan

Dalam aksi tersebut, BEM UI menyampaikan delapan tuntutan.

  1. Menghentikan tindakan negara yang dinilai menekan rakyat.
  2. Memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme.
  3. Mewujudkan reforma agraria sejati.
  4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
  5. Mengevaluasi total PSN serta menghentikan MBG dan KDMP.
  6. Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan TKD serta mengembalikan otonomi daerah.
  7. Menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan daerah terdampak.
  8. Menghentikan tindakan represif dan intervensi TNI-Polri di ruang sipil serta membubarkan YON TP.

Tuntutan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya menyoroti persoalan kampus. Mereka membawa isu ekonomi, hukum, pemerintahan, kebencanaan, hingga hubungan sipil-militer.

“Macet Hanya Beberapa Jam”

BEM UI menyadari aksi di kawasan Bundaran HI berpotensi mengganggu lalu lintas Jakarta.

Yatalathof meminta maaf kepada masyarakat yang terdampak kemacetan. Namun, ia membandingkan kemacetan lalu lintas dengan persoalan struktural yang menurutnya berlangsung jauh lebih lama.

Menurutnya, kemacetan jalan hanya berlangsung beberapa jam. Sementara itu, ia menilai pemerintah belum menyelesaikan persoalan lapangan kerja dan keadilan.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jabodetabek 11 April 2026: Siang hingga Sore Hujan, Waspada Petir

BEM UI: Ini Baru Awalan

BEM UI menyebut aksi MerebutKemerdekaan sebagai bagian dari perjuangan mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi rakyat.

Yatalathof mengajak mahasiswa, buruh, petani, guru, pedagang, dan kelompok masyarakat lainnya ikut menyuarakan persoalan yang mereka hadapi.

Ia menilai masyarakat tidak cukup hanya mengenang kemerdekaan melalui seremoni tahunan.

Bagi BEM UI, kemerdekaan harus terasa dalam kehidupan sehari-hari: hukum yang adil, harga yang terjangkau, pekerjaan yang layak, pendidikan yang berkualitas, serta ruang sipil yang bebas untuk menyampaikan pendapat.

Kemerdekaan Bukan Sekadar Upacara

Aksi BEM UI tersebut menjadi pengingat bahwa perayaan kemerdekaan juga dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan bangsa.

Pemerintah memiliki tanggung jawab menjalankan kebijakan. Sementara itu, masyarakat memiliki hak untuk mengkritik dan menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.

Karena itu, perbedaan pandangan tidak seharusnya mematikan ruang dialog. Pemerintah perlu menjawab kritik melalui kebijakan yang tepat, data yang jelas, dan keterbukaan.

Kemerdekaan yang kuat bukan hanya ketika Merah Putih berkibar. Kemerdekaan juga teruji ketika rakyat bebas menyampaikan suara dan negara meresponsnya dengan tindakan nyata.**

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

129 Korban KM Virgo Masih Hilang, KRI Canopus Kerahkan Drone dan ROV
KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat
Kasus Iklan BJB: KPK Cek Transaksi Rekening Eks Aspri Ridwan Kamil
Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Menhub Perintahkan Pencarian Korban Dikebut
Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang
Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra
Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:56 WIB

129 Korban KM Virgo Masih Hilang, KRI Canopus Kerahkan Drone dan ROV

Selasa, 15 September 2026 - 05:40 WIB

KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat

Senin, 14 September 2026 - 06:21 WIB

Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Menhub Perintahkan Pencarian Korban Dikebut

Minggu, 13 September 2026 - 21:17 WIB

Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak

Minggu, 13 September 2026 - 15:53 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang

Berita Terbaru

 PM Kanada Mark Carney jajaki status anggota asosiasi Uni Eropa di tengah eskalasi perang dagang dengan Amerika Serikat era Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:19 WIB

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

NASIONAL

KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:40 WIB

Ilustrasi, langit berawan menyelimuti kawasan Jabodetabek pada Selasa 15 September 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jakarta hingga Bekasi Berawan, Suhu Capai 36°C

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:27 WIB