Bentrokan Pecah di Arbes Ambon, 10 Orang Terluka Akibat Panah dan Parang

Sabtu, 27 Desember 2025 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerusuhan Arbes Ambon Kembali Terjadi, Mahasiswa dan Warga Jadi Korban. (Posnews/Net)

Kerusuhan Arbes Ambon Kembali Terjadi, Mahasiswa dan Warga Jadi Korban. (Posnews/Net)

AMBON, POSNEWS.CO.ID – Bentrokan kembali meletus keras di kawasan Arbes, Kota Ambon. Kericuhan pecah tepat di sekitar Kampus UIN Abdul Muthalib Sangadji (UIN AMSA).

Sepuluh orang terluka, dua di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit akibat terkena panah dan sabetan parang.

Sejak sore hari, pada Jumat (26/12/2025) dua kelompok pemuda saling serang menggunakan batu dan senjata tajam. Bentrokan kemudian meluas hingga pertigaan Air Besar (Arbes), tepat di depan salah satu swalayan, sehingga memicu kepanikan warga.

Akibat insiden itu, satu korban terpanah di bagian dada, sementara seorang mahasiswa UIN AMSA mengalami luka bacok di pergelangan tangan kiri. Aparat langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.

Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meminta masyarakat tidak terpancing provokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat kepolisian.

Baca Juga :  Pelajar 14 Tahun Tewas di Tual, Komandan Brimob Minta Maaf dan Janji Proses Tegas

“Percayakan proses penegakan hukum kepada kepolisian,” tegas Hendrik, Sabtu (27/12/2025).

Ia menilai konflik di kawasan Arbes bukan kejadian baru sehingga membutuhkan penanganan serius, mulai dari aspek keamanan, hukum, hingga pendekatan sosial.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hendrik juga menegaskan, polisi akan menetapkan tersangka jika alat bukti telah lengkap.

Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena turut mengingatkan warga agar menjaga persatuan dan tidak terhasut adu domba.

“Mari bergandengan tangan menjaga Ambon tetap aman dan damai. Jangan mudah diprovokasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi liar serta mengedepankan toleransi demi menjaga situasi tetap kondusif.

Baca Juga :  Kapolri Pastikan Kasus Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Maluku Diproses Transparan

Polda Maluku Turun Tangan

Di sisi lain, Polda Maluku memastikan tindakan tegas terhadap para pelaku bentrokan, terutama yang kedapatan membawa senjata tajam.

“Kami akan bertindak tegas. Siapa pun yang membawa senjata tajam untuk tawuran akan kami tindak dengan upaya paksa,” tegas Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni.

Untuk mencegah bentrok susulan, Polda Maluku mengerahkan 300 personel gabungan Polri dan TNI ke lokasi kejadian. Aparat terus berjaga guna memastikan situasi tetap terkendali.

Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab bentrokan serta memburu pihak-pihak yang terlibat. Aparat menegaskan, keamanan dan ketertiban warga menjadi prioritas utama.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putin Kunjungi China Rayakan 25 Tahun Perjanjian Persahabatan
Bandar Sabu Aek Kanopan Masuk DPO BNN, Wawan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba Labura
Polres Jakut Bongkar 8 Kasus Curanmor dan Curas, Komplotan Ngaku Polisi Narkoba Ditangkap
WHO Tetapkan Wabah Ebola di DRC sebagai Darurat Internasional
Trump Tunda Serangan ke Iran Saat Teheran Perketat Cengkeraman di Hormuz
Rumania: INSP Pastikan Bukan Strain Andes dari Kapal Pesiar
Bareskrim Tahan AKP Deky Jonathan Sasiang, Kasus Narkoba Kutai Barat Terus Dikembangkan
Putin dan Xi Jinping Perkuat Kemitraan Strategis di Hari Jadi ke-25

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:24 WIB

Putin Kunjungi China Rayakan 25 Tahun Perjanjian Persahabatan

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:23 WIB

Bandar Sabu Aek Kanopan Masuk DPO BNN, Wawan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba Labura

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:55 WIB

Polres Jakut Bongkar 8 Kasus Curanmor dan Curas, Komplotan Ngaku Polisi Narkoba Ditangkap

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:22 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di DRC sebagai Darurat Internasional

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:19 WIB

Trump Tunda Serangan ke Iran Saat Teheran Perketat Cengkeraman di Hormuz

Berita Terbaru

Kemitraan strategis tanpa batas. Presiden Vladimir Putin memulai kunjungan dua hari ke China untuk mempererat hubungan ekonomi dan politik dengan Presiden Xi Jinping, menandai perayaan seperempat abad traktat persahabatan kedua negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Putin Kunjungi China Rayakan 25 Tahun Perjanjian Persahabatan

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:24 WIB

Situasi darurat global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

WHO Tetapkan Wabah Ebola di DRC sebagai Darurat Internasional

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:22 WIB