BLTS Cair Rp300 Ribu per Bulan ke 35 Juta Keluarga Mulai Oktober 2025

Minggu, 19 Oktober 2025 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Bantuan Langsung Tunai (BLT). Dok: Net

Ilustrasi, Bantuan Langsung Tunai (BLT). Dok: Net

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Muali besok 20 Oktober 2025 tepat 1 tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming masyarakat akan menikmati Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS).

Pemerintah resmi menyalurkan BLTS yang diberikan Rp300 ribu per bulan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) mulai Oktober 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan, penyaluran bantuan tambahan ini siap dijalankan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Program Perlindungan Sosial Nasional 2025.

Program BLTS akan berlangsung selama tiga bulan — Oktober, November, dan Desember 2025. Bantuan ini menjangkau 35,04 juta KPM, atau sekitar 140 juta jiwa jika dihitung dengan rata-rata empat anggota keluarga per rumah tangga.

“Tambahan BLTS ini di luar BLT reguler yang sudah kami salurkan setiap bulan kepada 20,88 juta KPM melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako,” ujar Gus Ipul, Minggu (19/10/2025).

Baca Juga :  Prabowo Temui Pengungsi Banjir Tapteng, Tegaskan Bantuan dan Pemulihan Dikebut

Rp31 Triliun Lebih Digelontorkan

Kemensos mengalokasikan Rp31,54 triliun untuk BLTS tambahan ini. Dengan begitu, total bantuan sosial sepanjang 2025 mencapai Rp110,71 triliun. Dana tersebut mencakup:

  1. PKH Murni: 398.714 KPM, Rp2,8 juta per tahun (total Rp1,116 triliun)
  2. Sembako Murni: 8,67 juta KPM, Rp2,4 juta per tahun (total Rp20,82 triliun)
  3. PKH dan Sembako: 9,6 juta KPM, Rp5,2 juta per tahun (total Rp49,92 triliun)
  4. Penebalan Juni–Juli 2025: 18,27 juta KPM, Rp400 ribu (total Rp7,31 triliun)
  5. Stimulus Ekonomi (Okt–Des 2025): 35,04 juta KPM, Rp900 ribu (total Rp31,54 triliun)

Data Diperbarui Setiap Tiga Bulan

Menurut Gus Ipul, penerima BLTS berasal dari keluarga miskin di desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca Juga :  Wanita Hamil Dianiaya Saat Minta Tanggung Jawab Pacar di Jakarta Timur

Dari total 35 juta penerima, sekitar 20,88 juta merupakan penerima lama, sedangkan 14,15 juta merupakan penerima baru.

“Data penerima kami perbarui setiap tiga bulan melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan DTSEN agar bantuan tepat sasaran,” jelasnya.

Kemensos juga menambahkan, penyaluran bansos triwulan IV telah dimulai sejak minggu ketiga Oktober 2025 dan akan berlangsung selama dua pekan. Proses ini dilakukan melalui kerja sama dengan Kemenko Perekonomian, BPS, dan Kementerian Keuangan.

Dengan tambahan BLTS ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi rakyat kecil bisa pulih lebih cepat.

“Kami memastikan bantuan ini sampai tepat waktu, tepat sasaran, dan memberi manfaat langsung bagi keluarga miskin,” tegas Gus Ipul. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SKK Migas Buka Lowongan Kerja S1 2026, Simak Posisi dan Syaratnya
Kasus Impor Ilegal iPhone Naik ke Penuntutan, Bareskrim Kejar DPO
Usulan Provinsi Sunda Menguat, DPR Minta Kajian Menyeluruh
KPK Soroti Raja Juli Telat Lapor Dugaan Gratifikasi
Astamaops Kapolri: Tak Perlu Bentuk Satgas Baru untuk Papua
Waspada! Super New Moon Picu Banjir Rob di 18 Wilayah Pesisir Indonesia 8-22 Juli 2026
PTUN Batalkan SK Menteri HAM Natalius Pigai, Pemerintah Tempuh Banding
Roy Suryo Menang Praperadilan, Sebut Putusan Jadi Babak Baru Hukum Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:27 WIB

SKK Migas Buka Lowongan Kerja S1 2026, Simak Posisi dan Syaratnya

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:03 WIB

Kasus Impor Ilegal iPhone Naik ke Penuntutan, Bareskrim Kejar DPO

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:14 WIB

Usulan Provinsi Sunda Menguat, DPR Minta Kajian Menyeluruh

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:02 WIB

KPK Soroti Raja Juli Telat Lapor Dugaan Gratifikasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:54 WIB

Astamaops Kapolri: Tak Perlu Bentuk Satgas Baru untuk Papua

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB