BMKG Prediksi Hari Ini – Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Landa Jabodetabek

Selasa, 30 Desember 2025 - 05:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Awan gelap dan petir di langit Jakarta menandakan hujan deras. (Posnews/Ist)

Awan gelap dan petir di langit Jakarta menandakan hujan deras. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Warga Jabodetabek harus ekstra hati-hati. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) prakirakan cuaca Selasa (30/12/2025) didominasi awan tebal dengan potensi hujan dari dini hari hingga sore.

Hujan berpeluang disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada siang hingga sore, karena hujan berpotensi disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.

Pagi Hari: Cuaca umumnya berawan tebal. Hujan ringan diprediksi terjadi di sebagian wilayah Kepulauan Seribu.

Baca Juga :  Timnas Indonesia U-22 Tahan Mali 2-2, Indra Sjafri Belum Puas: Fokus Kami SEA Games 2025

Menjelang Siang: Hujan ringan meluas ke Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, serta Kabupaten/Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten/Kota Bekasi. Kabupaten Bogor berpotensi mengalami hujan sedang.

Siang hingga Sore: Awan tebal masih mendominasi. Hujan ringan berpotensi terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Kabupaten/Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan.

Kemudian Kabupaten/Kota Bekasi, Kota/Kabupaten Bogor, serta Kota Depok. Hujan sedang diperkirakan terjadi di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Baca Juga :  Polri Kerahkan 1.500 Personel untuk Penanganan Bencana di Aceh hingga Sumbar

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suhu udara di Kota dan Kabupaten Bogor diperkirakan 20–28°C, sementara wilayah lainnya 24–28°C, dengan kelembapan tinggi 75–96 persen.

BMKG mengingatkan waspada hujan disertai petir dan angin kencang di Jabodetabek, termasuk Jakarta, Tangerang, dan Bogor.

Pengguna jalan dan warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menyesuaikan kegiatan dan terus memantau informasi cuaca terkini.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas
Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:58 WIB

Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:48 WIB

Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:40 WIB

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB

Ilustrasi, Kembali ke alam. Tren busana Muslim tahun 2026 mengusung konsep kesederhanaan yang elegan melalui sentuhan warna bumi dan siluet minimalis yang mengutamakan kenyamanan fungsional. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Feb 2026 - 17:45 WIB

Ilustrasi, Pahlawan di balik kesunyian Maghrib. Saat mayoritas warga berkumpul di meja makan, sebagian orang justru harus teguh berdiri di garis depan demi pelayanan dan kemanusiaan. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 16:40 WIB