BNN dan Bea Cukai Sikat Jaringan 4.080 Butir Ekstasi dari Luxembourg, Dikendalikan WNA Afrika

Rabu, 25 Februari 2026 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BNN dan Bea Cukai menunjukkan barang bukti 4.080 butir ekstasi hasil pengungkapan jaringan narkotika internasional di Jakarta. (Posnews/Ist)

Petugas BNN dan Bea Cukai menunjukkan barang bukti 4.080 butir ekstasi hasil pengungkapan jaringan narkotika internasional di Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Upaya penyelundupan narkotika internasional kembali digagalkan.

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea Cukai Jakarta membongkar jaringan narkoba lintas negara yang mengirim ribuan butir ekstasi melalui paket kiriman luar negeri.

Kasus ini terungkap setelah Bea Cukai mencurigai sebuah paket asal Luxembourg yang masuk ke Indonesia pada Rabu, 18 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas langsung melakukan pemeriksaan mendalam menggunakan alat deteksi khusus.

Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Roy Hardi Siahaan, menegaskan temuan awal menunjukkan indikasi kuat adanya narkotika di dalam paket tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan alat deteksi, terlihat indikasi kuat narkotika. Informasi itu kemudian disampaikan Bea Cukai kepada kami di BNN untuk ditindaklanjuti,” tegas Roy.

Tangkap AZ di Cikarang, Sita 4.080 Butir Ekstasi

Selanjutnya, tim gabungan BNN dan Bea Cukai melakukan controlled delivery untuk membongkar penerima barang.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Hantam Bandara Soetta, 12 Penerbangan Dialihkan dan Atap Terminal 3 Jebol

Sehari setelah laporan awal, petugas meringkus pria berinisial AZ di sebuah rumah kos di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

“Kami amankan tersangka berikut barang bukti yang akan diambil olehnya,” jelas Roy.

Setelah membuka dan menghitung isi paket, petugas memastikan barang haram tersebut merupakan narkotika jenis MDMA atau ekstasi dalam jumlah besar.

“Totalnya 4.080 butir MDMA,” ungkap Roy.

Jika diasumsikan satu butir dikonsumsi satu orang, maka pengungkapan ini berpotensi menyelamatkan ribuan jiwa dari penyalahgunaan narkoba.

Pengembangan kasus mengarah pada sosok pengendali jaringan berinisial A. Ia merupakan warga negara Afrika yang diduga mengoperasikan peredaran narkotika ini dari salah satu negara di kawasan ASEAN.

“Pengendali tidak berada di Indonesia, tetapi mengatur jaringan ini dari negara tetangga. Dia warga negara Afrika,” beber Roy.

Baca Juga :  Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto Tegaskan Perang Narkoba Demi Kemanusiaan

BNN kini berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan otoritas internasional untuk memburu otak utama jaringan tersebut.

Terancam Penjara Seumur Hidup

Atas perbuatannya, AZ dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta pasal terkait dalam KUHP terbaru. Ia terancam hukuman penjara seumur hidup.

BNN menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan Bea Cukai dan instansi terkait untuk mengawasi jalur masuk barang dari luar negeri, terutama menjelang momen rawan peredaran narkoba.

Pengungkapan 4.080 butir ekstasi dari Luxembourg ini menjadi bukti bahwa jaringan narkotika internasional terus mencari celah.

Namun, aparat memastikan Indonesia bukan tempat yang aman bagi para bandar narkoba. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Tangkap Bupati Pemalang, Kantor PUPR dan Rumah Kontraktor Disegel
MK Putus Gugatan Program MBG Besok, Nasib Anggaran MBG 2026 Ditentukan
Omzet Rp5 Miliar Sebulan, Sindikat Gas N2O Whip-Pink Dibongkar Bareskrim
Kasus CSR BI-OJK Berlanjut, KPK Buka Peluang Panggil Perry Warjiyo
Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa Tujuh Saksi
Koperasi SMS Setjen DPD RI Resmi Rebranding, Perkuat Layanan Digital dan Tata Kelola
Polisi Bongkar Gudang Vape Narkoba di Jakarta, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Bongkar Sindikat Buzzer Hoaks, 8 Tersangka Raup Uang Konten Provokasi

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:45 WIB

KPK Tangkap Bupati Pemalang, Kantor PUPR dan Rumah Kontraktor Disegel

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:15 WIB

MK Putus Gugatan Program MBG Besok, Nasib Anggaran MBG 2026 Ditentukan

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:52 WIB

Omzet Rp5 Miliar Sebulan, Sindikat Gas N2O Whip-Pink Dibongkar Bareskrim

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:43 WIB

Kasus CSR BI-OJK Berlanjut, KPK Buka Peluang Panggil Perry Warjiyo

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:27 WIB

Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa Tujuh Saksi

Berita Terbaru

Siasat hemat bahan bakar fosil. Kementerian Perkebunan dan Komoditas Malaysia memproyeksikan peningkatan campuran biodiesel B12 dan B15 hemat 386 juta liter solar per tahun. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Jul 2026 - 10:13 WIB

Koreksi harga komoditas sawit. Penurunan harga minyak mentah dunia dan minyak nabati pesaing menekan pergerakan harga CPO di Bursa Malaysia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Rabu, 29 Jul 2026 - 09:08 WIB

Bocoran industri semikonduktor. MediaTek merancang lini Dimensity 9600s, 9600 Pro, dan 9600 Pro Max guna menantang dominasi Qualcomm. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

MediaTek Siapkan Tiga Varian Dimensity 9600 Berteknologi 2nm

Rabu, 29 Jul 2026 - 08:47 WIB