SERANG, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, resmi menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah sejak 2 hingga 18 Januari 2026 malam.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan bencana hidrometeorologi telah berdampak pada 72 desa di 25 kecamatan. Meski sebagian wilayah mulai kondusif, banjir masih bertahan dengan ketinggian 5 hingga 80 sentimeter.
“Status saat ini tanggap darurat. Genangan masih terjadi di beberapa titik,” ujar Ajat, Minggu (19/1/2026).
Berdasarkan data BPBD pukul 19.15 WIB, banjir dengan ketinggian 30–80 cm terpantau di Desa Cakung, Kecamatan Binuang, serta 20–60 cm di Desa Renged.
Selain itu, genangan hingga 60 cm juga terjadi di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, serta beberapa titik di Kecamatan Cikande dan Kibin.
Ratusan Warga Masih Mengungsi
Akibat banjir tersebut, 269 kepala keluarga (KK) atau 953 jiwa masih bertahan di pengungsian. Titik pengungsian aktif tersebar di Kecamatan Padarincang (150 KK), Binuang (95 KK), dan Carenang (5 KK).
Selain banjir, tanah longsor dan angin kencang turut melanda wilayah Kabupaten Serang. Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada 32.985 jiwa atau 9.786 KK.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BPBD mencatat kebutuhan mendesak meliputi alat penyedot air (alkon), perahu evakuasi, makanan siap saji, obat-obatan, serta perlengkapan bayi.
Ajat mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem di Kabupaten Serang diperkirakan masih berlangsung hingga 22 Januari 2026. (red)
Editor : Hadwan


















