NAPLES, POSNEWS.CO.ID – Manajer Chelsea, Liam Rosenior, membuat kekacauan, membersihkannya, lalu meninggalkan Naples dengan doa agar masalah cedera Cole Palmer benar-benar berakhir.
Setelah babak pertama yang menyedihkan di mana taktiknya berantakan, Chelsea bangkit secara heroik. The Blues sukses membalikkan keadaan untuk mengalahkan Napoli dan mengamankan posisi keenam di fase liga, yang berarti tiket lolos otomatis ke babak 16 besar Liga Champions.
Kunci kebangkitan itu bernama Cole Palmer. Meski baru masuk di babak kedua, kehadiran pemain berusia 23 tahun itu cukup untuk memulihkan ketertiban.
Sentuhan magisnya terlihat jelas. Palmer, yang musimnya terganggu oleh serangkaian cedera kecil, memberikan assist krusial yang mengingatkan dunia mengapa Chelsea melabelinya “tak tersentuh” di tengah rumor kepindahan ke Manchester.
Blunder Taktik Rosenior
Malam itu tidak dimulai dengan indah bagi tim tamu. Rosenior mencoba menyamai sistem 3-4-2-1 milik Antonio Conte dengan harapan melakukan penjagaan man-to-man. Hasilnya membingungkan. Wesley Fofana menjadi satu-satunya bek tengah murni di lapangan, keputusan aneh mengingat ada empat bek di bangku cadangan.
Napoli menghukum kebingungan itu. Meski Enzo Fernández sempat membawa Chelsea unggul lewat penalti di menit ke-19, tuan rumah merespons dengan gaya.
Antonio Vergara mencetak gol solo brilian melewati Moisés Caicedo dan Fofana untuk menyamakan kedudukan. Tak lama kemudian, Rasmus Højlund membawa Napoli berbalik unggul 2-1 setelah menyambar umpan silang Mathias Olivera.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanpa Kevin De Bruyne yang cedera, Napoli tetap mampu mengoyak pertahanan Chelsea. Mantan gelandang MU, Scott McTominay, tampil dominan di lini tengah.
Palmer Masuk, Permainan Berubah
Sadar kesalahannya, Rosenior bereaksi cepat. Saat jeda, ia memasukkan Palmer menggantikan Pedro Neto. Menjelang satu jam laga, ia melakukan perubahan taktik lagi: Trevoh Chalobah dan Jamie Gittens masuk, mengembalikan bentuk tim ke format yang lebih konvensional.
Chelsea menemukan ritmenya. Palmer mulai menari. Umpan flick-nya menemukan João Pedro, dan penyerang itu melepaskan tembakan jarak jauh yang “keterlaluan” dari jarak 25 yard untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Napoli, yang butuh kemenangan untuk menghindari eliminasi memalukan, tersengat. Mereka terpaksa keluar menyerang, meninggalkan celah menganga di belakang.
Hukuman untuk Conte
Chelsea menghukum kenaifan tersebut. Palmer dengan tenang melepaskan umpan terobosan indah kepada João Pedro. Sang penyerang berlari kencang, mengecoh lawan, dan menyelesaikan peluang dengan tegas. Gol kedua Pedro malam itu menjadi paku terakhir di peti mati Napoli.
Bagi Antonio Conte, eliminasi ini memperpanjang rekor buruknya di kompetisi Eropa. Juara Italia itu kehabisan bensin di babak kedua dan tidak punya jawaban atas perubahan cerdas Rosenior.
Romelu Lukaku, yang baru pulih dari cedera panjang, sempat masuk menghadapi mantan klubnya, namun kiper Robert Sánchez menggagalkan peluang penyeimbang di menit akhir.
Napoli kalah di kandang untuk pertama kalinya sejak Desember 2024. Sementara itu, Chelsea pulang dengan kemenangan tandang pertama di level ini sejak Oktober 2022, sekaligus membungkam kritik tentang kurangnya pengalaman skuad muda mereka.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















