China Dukung Penuh Pakistan Mediasi Kebuntuan AS-Iran

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi diplomatik di Asia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi guna membuka kembali Selat Hormuz, mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah peringatan 75 tahun hubungan bilateral. Dok: Istimewa.

Sinergi diplomatik di Asia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi guna membuka kembali Selat Hormuz, mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah peringatan 75 tahun hubungan bilateral. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah China memberikan mandat diplomatik yang kuat kepada Pakistan. Langkah ini bertujuan memecah kebuntuan di Teluk Persia. Menteri Luar Negeri Wang Yi secara khusus meminta Islamabad meningkatkan upaya mediasi. Fokus utamanya adalah memastikan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai urat nadi energi global.

Wang Yi menyampaikan seruan tersebut melalui telepon kepada Mohammad Ishaq Dar. Langkah ini mencerminkan ketergantungan Beijing pada stabilitas kawasan tersebut. Selain itu, China memercayai kapasitas diplomasi Pakistan dalam menjembatani konflik Washington dan Teheran pada tahun 2026.

Pakistan Briefing China Soal Perundingan AS-Iran

Dalam pembicaraan tersebut, Menlu Ishaq Dar memberikan laporan mendalam. Ia memaparkan berbagai upaya Pakistan baru-baru ini. Pakistan telah bekerja keras memfasilitasi pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah ini bertujuan meredakan ketegangan militer yang melumpuhkan Selat Hormuz.

Dar menyampaikan terima kasih atas dukungan konsisten China. Oleh karena itu, Pakistan berharap dapat memperkuat koordinasi dengan Beijing. Hal ini penting guna memainkan peran positif dalam menjaga perdamaian regional. Menanggapi laporan tersebut, Wang Yi memuji kontribusi Pakistan. Ia menilai Pakistan sukses membantu memperpanjang gencatan senjata sementara di kawasan konflik.

Persahabatan Besi dan Peringatan 75 Tahun Diplomasi

Momentum diplomasi ini bertepatan dengan persiapan peringatan 75 tahun hubungan kedua negara. Wang Yi menekankan pentingnya tonggak sejarah ini bagi China dan Pakistan. Ia ingin kedua negara meningkatkan “persahabatan besi” ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kita harus terus memperkuat komunikasi strategis,” ujar Wang Yi. Selanjutnya, China berkomitmen untuk memajukan kerja sama praktis. Kerja sama ini berjalan dalam kerangka Kemitraan Strategis Sepanjang Cuaca. Kedua pihak berencana menggelar berbagai kegiatan peringatan guna mengukuhkan solidaritas yang telah teruji selama tujuh dekade.

Menghadapi Turbulensi Global dan Multilateralisme

Terkait situasi internasional yang tidak menentu, Wang Yi mendesak adanya suara bersama. Ia ingin China dan Pakistan menyuarakan posisi yang adil di platform PBB. China memandang persatuan dengan Pakistan sangat krusial. Hal tersebut penting guna membela prinsip multilateralisme di tengah tekanan kebijakan unilateral Barat.

Baca Juga :  Trump Klaim Venezuela Serahkan Minyak Senilai $2 Miliar ke AS

Secara khusus, Wang Yi menegaskan pemulihan damai di Timur Tengah adalah aspirasi internasional. Hal ini bukan hanya menyangkut kepentingan regional semata. “China akan terus mendukung upaya mediasi Pakistan,” tambahnya. China juga berkomitmen memberikan kontribusi nyata untuk mencapai tujuan perdamaian tersebut.

Menanti Terobosan di Jalur Nadi Dunia

Dukungan China memberikan beban moral tambahan bagi misi mediasi Pakistan. Singkatnya, keberhasilan Islamabad meyakinkan Iran akan menjadi kemenangan besar diplomasi Asia. Pembukaan kembali Selat Hormuz tetap menjadi target utama di tahun 2026.

Masyarakat internasional kini menanti langkah teknis selanjutnya dari Pakistan. Lampu hijau dari Beijing telah memperkuat posisi tawar Islamabad. Dengan demikian, sinergi ekonomi China dan posisi strategis Pakistan menjadi kunci. Kolaborasi ini diharapkan mampu mencegah resesi ekonomi global akibat krisis energi berkepanjangan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Mengklaim Layak Memenangi Hadiah Nobel
Henri B Kagan dan Kenso Soai Memenangi Hadiah Nobel Kimia
Pengacara Mantan Atlet Olimpiade AS Mendesak Penyelidikan
Donald Trump Mempromosikan Investasi Anduril Senilai 3,7 Miliar
Polisi Inggris Menangkap Tersangka Ke-7 Terkait Rencana Teror
Pertahanan Udara Rusia Mengintersepsi 900 Drone Ukraina
Serangan Drone Menenggelamkan Kapal Dagang di Laut Hitam
Donald Trump Memicu Gelombang Kecaman

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Donald Trump Mengklaim Layak Memenangi Hadiah Nobel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Henri B Kagan dan Kenso Soai Memenangi Hadiah Nobel Kimia

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Pengacara Mantan Atlet Olimpiade AS Mendesak Penyelidikan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Donald Trump Mempromosikan Investasi Anduril Senilai 3,7 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Polisi Inggris Menangkap Tersangka Ke-7 Terkait Rencana Teror

Berita Terbaru

Google resmi meluncurkan Pixel 11 Pro dengan chip Tensor G6 dan sistem kamera canggih berestimasi harga mulai Rp17,5 jutaan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Google Merilis Pixel 11 Pro Berbekal Kamera Canggih

Kamis, 8 Okt 2026 - 10:43 WIB

Google resmi meluncurkan Pixel 11 Pro Fold dengan chip Tensor G6 dan fitur AI Gemini dengan perkiraan harga mulai Rp29,5 jutaan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Google Merilis Pixel 11 Pro Fold Berbekal Chip Tensor G6

Kamis, 8 Okt 2026 - 09:41 WIB