Hubungan AS-Iran Menegang Tanpa Kemajuan Berarti

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan buntu di Doha. Delegasi Amerika Serikat dan Iran mengakhiri perundingan tidak langsung tanpa menghasilkan kemajuan perdamaian yang nyata. Dok: REUTERS/Stringer

Jalan buntu di Doha. Delegasi Amerika Serikat dan Iran mengakhiri perundingan tidak langsung tanpa menghasilkan kemajuan perdamaian yang nyata. Dok: REUTERS/Stringer

DOHA, POSNEWS.CO.ID – Utusan Amerika Serikat dan Iran menyelesaikan perundingan tidak langsung pada hari Rabu kemarin. Pertemuan tersebut berakhir tanpa tanda-tanda adanya kesepakatan damai yang langgeng.

Debat Kusir Isu Lama di Doha

Para negosiator menghabiskan waktu dua hari di Doha. Namun, mereka justru membahas kembali kesepakatan dua minggu lalu.

Mereka mendiskusikan lalu lintas Selat Hormuz dan insentif finansial untuk Iran. Padahal, kedua negara seharusnya membahas topik-topik baru yang lebih krusial.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua delegasi juga menolak bertemu secara langsung di meja perundingan. Mereka berkomunikasi secara terpisah melalui mediator Qatar dan Pakistan.

Menariknya, utusan khusus AS Jared Kushner dan Steve Witkoff tidak menghadiri sesi teknis tersebut. Padahal, Gedung Putih sebelumnya menjanjikan perundingan tingkat tinggi.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi memimpin delegasi Teheran hingga perundingan selesai.

Baca Juga :  Rantai Pasok Global, Era Baru Pasca Pandemi

Klaim Sepihak Donald Trump

Presiden AS Donald Trump mengeklaim adanya kemajuan besar dalam membatasi program nuklir Iran. Isu nuklir ini merupakan alasan utama Trump memulai perang pada Februari lalu.

“Proses denuklirisasi Iran berjalan sangat baik,” ujar Trump kepada wartawan di Washington.

Namun, sumber internal membantah klaim sepihak presiden Amerika Serikat tersebut. Mereka menegaskan bahwa kedua pihak sama sekali tidak membahas masalah nuklir.

Perundingan Doha murni membicarakan masalah teknis logistik. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan pemerintah akan membahas isu nuklir pada masa mendatang.

Vance mengakui Washington masih mengkhawatirkan ambisi nuklir Teheran tersebut.

Saling Sikut Kendali Selat Hormuz

Kesepakatan awal mewajibkan kedua negara membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz. Selat ini mengalirkan seperlima minyak dan gas alam cair dunia sebelum perang pecah.

Meski kapal mulai melintas, status jalur air strategis ini masih sangat tidak menentu. Akhir pekan lalu, kedua militer saling serang setelah aksi penyerangan kapal kargo.

Dua sumber penting Iran menegaskan Teheran berambisi menguasai penuh selat tersebut. Mereka siap menggunakan kekuatan militer demi mendapatkan pengakuan internasional.

Baca Juga :  Kejatuhan El Mencho: Mengapa Kematian Gembong Meksiko Belum Melumpuhkan Jaringan Kartel di AS?

Iran juga berencana menarik biaya pelayaran bagi kapal komersial mulai pertengahan Agustus. Keputusan ini berlaku setelah masa bebas tarif dari kesepakatan awal berakhir.

Sementara itu, sebuah kapal kontainer asing kandas di luar rute pelayaran resmi Iran pada hari Rabu. Pendiri Vanda Insights Vandana Hari menilai pembukaan Selat Hormuz masih berjalan lambat dan tidak transparan.

Dampak Ekonomi dan Penolakan Jerman

Pernyataan Trump yang meremehkan potensi perang penuh berhasil menenangkan pasar keuangan. Harga minyak mentah dunia langsung merosot ke level terendah dalam empat bulan terakhir.

Para analis ekonomi juga memangkas proyeksi harga minyak untuk pertama kali sejak perang berkecamuk.

Di sisi lain, beberapa negara Eropa menawarkan bantuan untuk membersihkan ranjau di Selat Hormuz. Namun, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius memastikan negaranya tidak akan bergabung dalam misi tersebut.

Pistorius menyebut keengganan Iran bekerja sama dengan dunia internasional sebagai alasan utama penolakan Jerman.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rusia Hancur: Drone Ukraina Sukses Hantam Kilang Minyak
Diplomasi Doha: Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Runtuh
Xi Jinping dan Lukashenko Pererat Aliansi Strategis
Xi Jinping Bersiap Serahkan Medali pada HUT Ke-105 PKT
Selat Hormuz: Iran dan Amerika Serikat Saling Serang
11 Orang Tewas Setelah Pesawat Jatuh Dekat Pemukiman
Gempuran Militer Pakistan: Pasukan Keamanan Tembak 29 Milisi
Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti 4-3

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:27 WIB

Rusia Hancur: Drone Ukraina Sukses Hantam Kilang Minyak

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:24 WIB

Hubungan AS-Iran Menegang Tanpa Kemajuan Berarti

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:23 WIB

Diplomasi Doha: Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Runtuh

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:54 WIB

Xi Jinping dan Lukashenko Pererat Aliansi Strategis

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:45 WIB

Xi Jinping Bersiap Serahkan Medali pada HUT Ke-105 PKT

Berita Terbaru

Pembakaran hulu energi Rusia. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone jarak jauh yang membakar kilang minyak raksasa Ufa di Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rusia Hancur: Drone Ukraina Sukses Hantam Kilang Minyak

Kamis, 2 Jul 2026 - 12:27 WIB

Jalan buntu di Doha. Delegasi Amerika Serikat dan Iran mengakhiri perundingan tidak langsung tanpa menghasilkan kemajuan perdamaian yang nyata. Dok: REUTERS/Stringer

INTERNASIONAL

Hubungan AS-Iran Menegang Tanpa Kemajuan Berarti

Kamis, 2 Jul 2026 - 11:24 WIB

Dominasi mutlak konsol biru. Analis industri mengungkap data bahwa PS5 menyumbang hingga 80% total penjualan awal game AAA lintas platform. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

PS5 Kuasai 80 Persen Pasar Game AAA Single-Player

Kamis, 2 Jul 2026 - 10:21 WIB

Mimpi lama yang terwujud. Ubisoft resmi memperkenalkan Nirmala, karakter canon asal Indonesia pertama yang membawa senjata keris dalam semesta Assassin's Creed. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Ubisoft Perkenalkan Nirmala, Templar Pertama Asal Indonesia

Kamis, 2 Jul 2026 - 09:32 WIB