Rusia Hancur: Drone Ukraina Sukses Hantam Kilang Minyak

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pembakaran hulu energi Rusia. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone jarak jauh yang membakar kilang minyak raksasa Ufa di Rusia. Dok: Istimewa.

Pembakaran hulu energi Rusia. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone jarak jauh yang membakar kilang minyak raksasa Ufa di Rusia. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Pasukan militer Ukraina sukses menghantam kilang minyak utama Rusia di Ufa untuk kedua kali dalam sepekan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan keberhasilan operasi drone jarak jauh tersebut pada hari Rabu kemarin.

Krisis Bahan Bakar Mengguncang Kremlin

Serangan hulu terhadap fasilitas energi Rusia memicu krisis bahan bakar yang hebat. Kondisi ini memberikan tekanan politik yang sangat berat bagi pihak Kremlin.

Apalagi, invasi penuh Rusia ke Ukraina kini telah memasuki tahun kelima. Kilang Ufa sendiri merupakan produsen pelumas terbesar milik Rusia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lokasi kilang raksasa ini berada lebih dari 1.000 kilometer dari Ukraina. Selain Ufa, drone Ukraina juga menghantam pabrik komponen rudal di Penza.

Kota Penza terletak sekitar 500 kilometer di tenggara kota Moskow.

Konfirmasi Kerusakan dari Wilayah Penza

Gubernur Penza Oleg Melnichenko mengonfirmasi serangan drone pada dua pabrik industri. Serangan tersebut melukai dua orang pekerja di salah satu lokasi.

Baca Juga :  Politik Pangan: Mengapa Negara Terobsesi Swasembada Beras?

Ledakan keras akibat drone juga memecahkan jendela dua gedung apartemen. Puing drone merusak kabel listrik dan menimpa gedung yang sedang berdiri.

Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim berhasil menembak jatuh 179 drone Ukraina. Mereka mengeklaim menghalau drone di atas 16 wilayah Rusia.

Keunggulan Teknologi Militer Ukraina

Senjata buatan dalam negeri Ukraina terus menggempur infrastruktur energi Rusia. Serangan ini menyasar kilang minyak, depo penyimpanan, hingga stasiun pompa.

Akibatnya, banyak wilayah Rusia kini menerapkan pembatasan pembelian bahan bakar minyak. Para pejabat Barat menilai Ukraina sukses menciptakan keunggulan taktis baru.

Serangan hulu ini memutus jalur pasokan logistik militer Rusia. Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov menyebut Rusia kesulitan mengirim pasukan.

Kini, Ukraina menjelma menjadi pengekspor teknologi militer yang sangat diminati dunia.

Swedan Kirim Jet Tempur Gripen

Negara-negara Eropa menganggap Ukraina sebagai benteng pertahanan utama dari Rusia. Menteri Pertahanan Swedia Paul Jonsson menegaskan Ukraina melindungi seluruh Eropa.

Baca Juga :  Pedro Sánchez Desak Dunia Tinggalkan Pola Pikir Zero-Sum

Ukraina mengunci kesepakatan pasokan jet tempur Gripen dari Swedia hari Selasa. Fedorov meyakini jet tempur baru ini mampu menangkal pesawat pengebom Rusia.

Swedia juga mendesak integrasi pertahanan Ukraina ke dalam sistem Euro-Atlantik. Aliansi NATO akan membahas keanggotaan Ukraina dalam KTT pekan depan.

Zelenskyy sendiri tiba di Irlandia guna mempercepat proses negosiasi Uni Eropa.

Balasan Kejam Rusia Terhadap Sipil Ukraina

Militer Rusia membalas dengan meluncurkan serangan udara jarak jauh. Serangan kejam Rusia menewaskan sedikitnya lima orang warga sipil Ukraina.

Satu drone Rusia menghantam bus sipil di wilayah selatan Kherson. Ledakan tersebut menewaskan dua orang penumpang dan melukai enam orang lainnya.

Rusia juga menjatuhkan bom udara di kota terbesar kedua, Kharkiv. Serangan bom tersebut menewaskan dua orang, termasuk seorang remaja.

Serangan Rusia ke lima SPBU di Dnipropetrovsk menewaskan wanita hamil. Pasukan Rusia kini gencar mengincar stasiun pengisian bahan bakar umum.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan
Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida
Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah
Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan
Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:57 WIB

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Berita Terbaru