Tiongkok Semprot Jepang di PBB: Ucapan PM Takaichi Soal Taiwan Dinilai Ancaman Perang

Sabtu, 22 November 2025 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panas di PBB! Tiongkok kirim surat resmi ke Sekjen PBB, sebut ucapan PM Jepang Sanae Takaichi soal Taiwan sebagai

Panas di PBB! Tiongkok kirim surat resmi ke Sekjen PBB, sebut ucapan PM Jepang Sanae Takaichi soal Taiwan sebagai "provokasi militer" yang berbahaya. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Ketegangan diplomatik antara Tiongkok dan Jepang mencapai titik didih baru di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Wakil Tetap Tiongkok untuk PBB, Fu Cong, melayangkan surat protes keras kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Jumat (21/11/2025).

Langkah ini merupakan respons langsung terhadap pernyataan kontroversial Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. Sebelumnya, Takaichi secara terbuka mengaitkan keamanan Taiwan dengan keamanan Jepang dalam sesi parlemen awal bulan ini.

Fu Cong tidak menahan diri dalam suratnya. Secara tegas, ia menyebut komentar pemimpin Jepang tersebut sebagai “provokasi terang-terangan”. Bahkan, ia menilai pernyataan itu sangat berbahaya dan merusak tatanan internasional.

Sejarah Kelam dan Ancaman Militer

Fu menyoroti satu poin krusial dalam suratnya. Menurutnya, ini adalah pertama kalinya sejak kekalahan Jepang pada 1945, seorang pemimpin Jepang secara formal mempromosikan gagasan “kontingensi Taiwan adalah kontingensi Jepang”.

Lebih jauh, Takaichi mengaitkan situasi tersebut dengan pelaksanaan hak pertahanan diri kolektif. Artinya, Jepang secara terbuka mengisyaratkan potensi keterlibatan angkatan bersenjatanya dalam masalah Taiwan.

Baca Juga :  Jepang Perketat Syarat Jadi Warga Negara: Masa Tinggal Diperlama, Pajak Diusut Tuntas

“Ini merupakan ancaman militer tersirat terhadap Tiongkok dan tantangan langsung bagi kepentingan inti kami,” tegas Fu.

Pasalnya, Tiongkok menganggap Taiwan sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayahnya. Oleh karena itu, Fu menekankan bahwa segala upaya intervensi militer Jepang akan setara dengan tindakan agresi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelanggaran Hukum Internasional

Tiongkok menilai Jepang tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan meski telah menerima protes keras berulang kali. Akibatnya, Beijing memilih jalur formal PBB untuk menekan Tokyo.

Fu menegaskan bahwa pernyataan Takaichi melanggar hukum internasional dan norma dasar hubungan antarnegara. Selain itu, sikap ini melukai perasaan 1,4 miliar rakyat Tiongkok dan negara-negara Asia lain yang pernah menderita akibat agresi Jepang di masa lalu.

Maka, Fu mendesak pemerintah Jepang untuk segera mencabut pernyataan keliru tersebut. Ia juga meminta Tokyo untuk merenungkan kembali tanggung jawab sejarahnya secara mendalam.

Baca Juga :  Gubernur Hiroshima dan Walikota Nagasaki Bersatu Lawan Rencana Nuklir PM Takaichi

Dokumen Resmi Majelis Umum PBB

Surat protes ini tidak akan berakhir di meja Sekjen PBB saja. Nantinya, surat tersebut akan beredar luas ke seluruh negara anggota PBB sebagai dokumen resmi Majelis Umum.

Eskalasi ini memperburuk hubungan kedua negara raksasa Asia tersebut. Apalagi, Fu Cong baru saja melontarkan kritik pedas pada Selasa lalu.

Dalam pertemuan Majelis Umum, ia menyindir ambisi Jepang di panggung dunia. Secara blak-blakan, Fu menyebut Jepang “sama sekali tidak dalam posisi” untuk meminta kursi anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Kini, komunitas internasional menanti respons resmi dari Tokyo. Pernyataan Takaichi telah mengubah ambiguitas strategis Jepang yang selama ini mereka pegang teguh, menjadi potensi konflik terbuka di Selat Taiwan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas
Menko Polkam Atensi Keamanan Papua, Negara Tak Mundur Hadapi Teror Bandara
Ditangkap Saat Sahur, Begal Modus Fitnah Pelecehan Ternyata Sudah 4 Kali Beraksi
Kunjungan Trump ke Beijing: Diplomasi Dagang di Tengah Pukulan Hukum Mahkamah Agung
Ambisi Militer Takaichi: Jepang Akhiri Era Pasifis dan Perkuat Kapabilitas Serangan Balik
Inggris Pertimbangkan UU untuk Hapus Andrew Mountbatten-Windsor dari Garis Suksesi

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:10 WIB

Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:57 WIB

ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:37 WIB

Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:52 WIB

Menko Polkam Atensi Keamanan Papua, Negara Tak Mundur Hadapi Teror Bandara

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:39 WIB

Ditangkap Saat Sahur, Begal Modus Fitnah Pelecehan Ternyata Sudah 4 Kali Beraksi

Berita Terbaru

Zelensky sedang memberikan pidato pada konferensi beberapa bulan yang lalu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 15:37 WIB