Dokter di Dairi Disekap, Pelaku Diduga Pasien yang Pernah Berobat

Sabtu, 5 September 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Perampokan. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Perampokan. (Posnews/Ist)

DAIRI, POSNEWS.CO.ID – Suasana tempat praktik yang semula tenang mendadak berubah mencekam.

Seorang dokter di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Nico Rudy Tjowandi (61), menjadi korban perampokan dan penyekapan brutal.

Ironisnya, pelaku diduga merupakan orang yang pernah berobat kepada korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa itu terjadi di tempat praktik dr Nico di Jalan Tembakau, Sidikalang, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 20.15 WIB.

Saat itu, praktik sudah tutup sejak pukul 20.00 WIB dan para pegawai telah meninggalkan lokasi.

Pelaku Datang dengan Wajah Tertutup

Menurut Kasi Humas Polres Dairi AKP Syahril Ramadhan, pelaku masuk sambil memanggil-manggil korban.

Pria tersebut mengenakan penutup wajah atau sebo. Begitu berada di dalam ruangan, dia langsung mengeluarkan pisau dan mengancam dr Nico.

Korban kemudian dilumpuhkan. Tangan, kaki, hingga mulutnya dilakban sehingga tidak mampu melawan maupun meminta pertolongan.

Setelah itu, pelaku memaksa korban menunjukkan lokasi penyimpanan barang berharga.

Baca Juga :  Grow a Garden Roblox: Panduan Lengkap Bercocok Tanam, Dapatkan Sheckles, dan Hewan Peliharaan Unik

Uang dan Cincin Kawin Digondol

Pelaku mengobrak-abrik barang milik korban. Sejumlah harta benda akhirnya dibawa kabur.

Polisi menyebut barang yang hilang berupa satu ponsel lama, uang tunai lebih dari Rp1 juta, serta cincin kawin seberat sekitar 4 gram.

Beberapa laporan dari korban menyebut nilai uang yang dibawa kabur diperkirakan sekitar Rp2 juta.

Namun, pelaku gagal membawa ponsel Android milik dr Nico. Sebelum ditinggalkan, korban sempat menyembunyikan telepon tersebut di bawah meja.

Langkah kecil itu ternyata sangat penting.

Terduga Pelaku Diduga Pasien

Meski wajah pelaku tertutup sebo, dr Nico mengaku mengenali suara dan postur tubuhnya.

Korban menduga pria tersebut merupakan pasien yang pernah berobat kepadanya. Sejumlah laporan lokal juga menyebut korban menduga pelaku merupakan pria yang pernah dikenalnya sekitar 1,5 tahun lalu.

Kecurigaan tersebut kini menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik. Polisi tetap perlu membuktikan identitas dan keterlibatan orang yang dimaksud melalui proses penyidikan.

Ponsel Tersembunyi Jadi Penyelamat

Setelah pelaku meninggalkan lokasi, dr Nico tidak tinggal diam.

Sekitar pukul 20.21 WIB, korban berhasil menghubungi tetangganya bernama Rudi menggunakan ponsel yang sebelumnya disembunyikan di bawah meja.

Baca Juga :  Perang Narkoba! Bareskrim Polri Hancurkan 389,5 Butir Ekstasi Barang Bukti

Informasi tersebut kemudian membantu mengungkap kejadian yang baru saja dialaminya. Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti dari lokasi kejadian.

Polisi Sudah Kantongi Identitas Pelaku

Perkembangan terbaru pada Jumat (4/9/2026) menunjukkan penyelidikan mulai menemukan titik terang.

AKP Syahril Ramadhan mengatakan polisi telah mengetahui identitas dan keberadaan terduga pelaku. Aparat kini memburunya dan berencana menyampaikan perkembangan lebih lanjut.

Namun, hingga laporan terbaru tersebut diterbitkan, polisi belum menyatakan terduga pelaku telah ditangkap.

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi tenaga medis yang menjalankan praktik secara mandiri, terutama ketika tempat pelayanan sudah sepi.

Sistem keamanan, pencahayaan, kamera pengawas, serta komunikasi dengan lingkungan sekitar menjadi penting untuk mencegah kejahatan serupa.

Lebih dari sekadar kehilangan uang dan perhiasan, peristiwa ini meninggalkan pengalaman traumatis bagi seorang dokter yang justru diduga menjadi sasaran orang yang pernah mendapat pelayanan medis darinya.

Polisi kini memburu terduga pelaku. Sementara itu, penyelidikan terus berjalan untuk memastikan siapa pelaku sebenarnya dan apa motif di balik aksi perampokan tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta
Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi
Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo
Tubuh Penuh Luka Tusuk, Muhammad Imran Tewas di Parit Kebun Sawit
Belum Sebulan Menikah, Perempuan 18 Tahun di Takalar Kritis Diduga Ditikam Suami
Petaka Pasar Malam Lombok Utara, SPG 20 Tahun Tewas Terjatuh dari Kora-Kora
Perjalanan Keluarga di Magelang Berakhir Maut, Ayah Ibu dan Anak Tewas
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Nelayan Bantu Evakuasi Bayi dan Anak-anak

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:06 WIB

Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Tubuh Penuh Luka Tusuk, Muhammad Imran Tewas di Parit Kebun Sawit

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Belum Sebulan Menikah, Perempuan 18 Tahun di Takalar Kritis Diduga Ditikam Suami

Berita Terbaru

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam klaim bohong Donald Trump dan manipulasi gambar AI terkait kerusuhan Paris. Simak ulasan lengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Macron Kecam Narasi Pemimpin Asing Atas Kerusuhan Prancis

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:18 WIB