DPR RI Desak Pemerintah Hapus PNBP SIM Sopir Truk, Anak Sopir Bisa Kuliah Gratis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPR RI , Sufmi Dasco Ahmad. (DPR RI)

Wakil Ketua DPR RI , Sufmi Dasco Ahmad. (DPR RI)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – DPR RI pasang badan untuk sopir truk logistik. Dewan menekan pemerintah agar menghentikan pungutan PNBP perpanjangan SIM B1 dan B2 yang selama ini memberatkan kantong pengemudi.

Lebih dari itu, DPR juga mendorong anak sopir mendapat kesempatan kuliah hingga sarjana lewat beasiswa KIP Kuliah dan Program Indonesia Pintar (PIP).

Desakan tegas ini mencuat dalam rapat pimpinan DPR bersama Komisi V, Menteri Perhubungan Duddy, Wamen Setneg Bambang Eko Suhariyanto, serta perwakilan Asosiasi Pengemudi Indonesia (API) dan Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI) pada Rabu (1/10/2025).

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memimpin jalannya pertemuan bersama Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurizal. Ia memastikan sejumlah kesepakatan penting dengan pemerintah sudah terkunci.

“Pertama, percepatan revisi UU Nomor 22 Tahun 2019 sudah kita sepakati. Substansinya akan dimasukkan dulu ke dalam peraturan pemerintah,” tegas Dasco.

Selain itu, DPR dan pemerintah sepakat membentuk tim kecil untuk merumuskan Rancangan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUU LLAJ) dengan melibatkan Kemenhub, kementerian terkait, dan asosiasi pengemudi.

Baca Juga :  Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Tak main-main, Dasco menegaskan SIM B1 umum dan B2 umum resmi bebas PNBP.

Di sisi lain, DPR juga mendesak pemerintah menyediakan rumah bersubsidi bagi sopir logistik. Program ini diselaraskan dengan target pembangunan 3 juta rumah oleh Kementerian PUPR sesuai program Presiden Prabowo Subianto.

“Dengan begitu, para sopir bisa lebih mudah mengakses rumah bersubsidi,” ujarnya.

Terakhir, Dasco menekankan agar anak-anak sopir truk tak putus sekolah.

“Kita dorong mereka bisa kuliah sampai tuntas lewat beasiswa KIP Kuliah dan PIP,” pungkasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaksa Agung Mutasi 16 Pejabat, Kajari Jakarta Pusat, Selatan dan Utara Berganti
Klaster Mewah Lapas Cibinong Disorot, Ada Dugaan Pungutan Rp150 Ribu per Pekan
Basarnas Temukan 14 Korban dari Bangkai KM Virgo, 93 Orang Belum Ditemukan
Detik-Detik Penumpang Melahirkan di KRL Rangkasbitung-Tanah Abang
KRI Sriwijaya-100 Resmi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia, 400 Prajurit Disiapkan
Kamar Bak Apartemen di Lapas Cibinong, Ombudsman: Segera Dirobohkan
Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri 2027, Tinggal Scan Barcode
Tes DNA Ungkap Identitas Surakman, ABK Kapal Pembawa 5 Jurnalis Dipulangkan

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 06:17 WIB

Jaksa Agung Mutasi 16 Pejabat, Kajari Jakarta Pusat, Selatan dan Utara Berganti

Jumat, 25 September 2026 - 05:53 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Disorot, Ada Dugaan Pungutan Rp150 Ribu per Pekan

Kamis, 24 September 2026 - 20:10 WIB

Basarnas Temukan 14 Korban dari Bangkai KM Virgo, 93 Orang Belum Ditemukan

Kamis, 24 September 2026 - 14:59 WIB

Detik-Detik Penumpang Melahirkan di KRL Rangkasbitung-Tanah Abang

Kamis, 24 September 2026 - 14:02 WIB

KRI Sriwijaya-100 Resmi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia, 400 Prajurit Disiapkan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Senat Italia menyetujui RUU kerangka hukum energi nuklir generasi baru. Simak rincian kebijakan PM Giorgia Meloni dan reaksi aktivis. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senat Italia Sahkan Aturan Kerangka Hukum Energi Nuklir

Jumat, 25 Sep 2026 - 15:08 WIB