Efek Trump Guncang Honduras: Kandidat Konservatif Unggul, Partai Kiri Tumbang

Senin, 1 Desember 2025 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Intervensi Trump ubah peta politik Honduras! Kandidat konservatif Nasry Asfura memimpin hasil awal, sementara partai kiri penguasa terpuruk.  Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Intervensi Trump ubah peta politik Honduras! Kandidat konservatif Nasry Asfura memimpin hasil awal, sementara partai kiri penguasa terpuruk. Dok: Istimewa.

TEGUCIGALPA, POSNEWS.CO.ID – Peta politik Honduras sedang mengalami guncangan hebat. Hasil penghitungan suara awal menunjukkan tren yang mengejutkan pada Senin dini hari waktu setempat.

Kandidat konservatif, Nasry Asfura dan Salvador Nasralla, memimpin perolehan suara sementara. Sebaliknya, partai berkuasa yang berhaluan kiri justru tertinggal jauh di posisi ketiga.

Dewan Pemilihan Nasional melaporkan data dari 34 persen tempat pemungutan suara. Tercatat, Nasry “Tito” Asfura dari Partai Nasional meraup 40,63 persen suara. Salvador Nasralla dari Partai Liberal menyusul ketat dengan 38,78 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Rixi Moncada dari partai sosialis demokratik LIBRE hanya mampu mengumpulkan 19,59 persen. Padahal, ia adalah kandidat penerus pilihan Presiden petahana Xiomara Castro.

Intervensi Mengejutkan Donald Trump

Keunggulan kubu konservatif ini tidak lepas dari faktor eksternal yang kuat. Pasalnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan intervensi politik secara terbuka hanya beberapa hari sebelum pencoblosan.

Baca Juga :  Portugal Gulung Uzbekistan 5 - 0 di Piala Dunia

Trump memberikan dukungan penuh kepada Asfura. Ia menyebut Asfura sebagai sosok yang akan memerangi “narko-komunis” bersama AS. Bahkan, Trump menegaskan bahwa Asfura adalah satu-satunya kandidat yang mau bekerja sama dengan administrasinya.

Tak hanya itu, Trump juga membuat pengumuman yang menggemparkan warga Honduras pada Jumat lalu. Ia berjanji akan mengampuni (pardon) mantan Presiden Partai Nasional, Juan Orlando Hernández.

Faktanya, Hernández saat ini sedang menjalani hukuman 45 tahun penjara di AS. Ia terbukti bersalah membantu gembong narkoba menyelundupkan kokain ke Amerika. Langkah Trump ini mengejutkan banyak pihak, namun tampaknya efektif memengaruhi opini pemilih.

Tudingan Manipulasi dan Penolakan Hasil

Situasi memanas di kubu partai penguasa LIBRE. Rixi Moncada menolak mentah-mentah hasil awal tersebut. Sebelumnya, ia memang sudah menyatakan kecurigaan akan adanya plot manipulasi suara.

“Kami tidak akan menerima penghitungan awal,” tegas Moncada beberapa hari jelang pemilu.

Baca Juga :  Krisis Pangan Global: Ketika Pasar Komoditas Bertabrakan

Kini, ia menyerukan kepada pendukungnya untuk tetap siap bertarung. Moncada menegaskan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut sampai penghitungan mencapai 100 persen. Di sisi lain, pihak oposisi khawatir pemerintah akan menggunakan kekuasaan untuk membalikkan keadaan.

Isu Keamanan dan “Venezuela Kedua”

Retorika kampanye kali ini memang sangat tajam. Trump menyerang Nasralla dan Moncada dengan peringatan keras. Menurutnya, mereka bisa menyeret Honduras ke jurang kehancuran seperti Venezuela.

Sebagian pemilih termakan narasi tersebut. Apalagi, Presiden Castro memang menjalin hubungan akrab dengan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Terlepas dari drama politik tingkat tinggi, rakyat Honduras sebenarnya memiliki kekhawatiran yang lebih mendesak. Isu keamanan dan lapangan kerja menjadi prioritas utama mereka.

Meskipun angka pembunuhan sedikit membaik di era Castro, Honduras masih memiliki tingkat pembunuhan tertinggi di Amerika Tengah. Akibatnya, rakyat menuntut perubahan nyata, siapa pun presidennya nanti.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: CNN

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran
Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal
Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer
Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza
Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan
Juri Menyatakan Hadi Matar Bersalah atas Penikaman Penulis
Racun Sianida pada Tomat Diduga Tewaskan 15 Gajah di Kenya
14 Warga Meninggal dan Ledakan Mal Picu Krisis

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:37 WIB

Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan

Berita Terbaru

Rampungnya proses syuting Elden Ring. Sutradara Alex Garland dan studio A24 menyelesaikan tahapan pengambilan gambar film adaptasi game bernilai 100 juta dolar AS. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Adaptasi Game Raksasa: A24 Selesaikan Syuting Film Elden Ring

Sabtu, 1 Agu 2026 - 13:24 WIB