Evolusi Sabun dalam Menjaga Higiene Manusia

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Lebih dari sekadar pembersih. Sabun telah berevolusi dari penemuan kuno di Mesopotamia menjadi teknologi kimia canggih yang menjaga kesehatan kulit dan lingkungan kita. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Lebih dari sekadar pembersih. Sabun telah berevolusi dari penemuan kuno di Mesopotamia menjadi teknologi kimia canggih yang menjaga kesehatan kulit dan lingkungan kita. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sabun menjadi kebutuhan pokok yang hampir setiap orang gunakan setiap hari. Mulai dari mencuci tangan, mencuci pakaian, hingga membersihkan lantai, sabun membantu melarutkan partikel kotoran yang biasanya tidak bisa larut dalam air.

Secara teknis, sabun adalah senyawa ionik yang berasal dari asam lemak. Meskipun detergen sintetik memiliki cara pembuatan yang berbeda, keduanya beroperasi dengan cara yang serupa untuk mengangkat kotoran. Sejak abad ke-17, manfaat sabun mulai menarik perhatian luas masyarakat Eropa, dan sejak saat itu, tradisi menjaga higiene pribadi terus mengalami pertumbuhan pesat.

Jejak Sejarah: Dari Babilonia hingga Legenda Romawi

Bukti konkret pertama mengenai zat mirip sabun berasal dari sekitar tahun 2800 SM. Bangsa Babilonia, Mesopotamia, Mesir, serta Yunani dan Romawi kuno merupakan para pembuat sabun pertama. Masyarakat kuno memproduksi sabun dengan mencampurkan lemak, minyak, dan garam. Menariknya, pada masa itu, mereka tidak menggunakan sabun untuk mandi, melainkan untuk membersihkan peralatan masak atau keperluan medis.

Baca Juga :  BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Ekstrem, Suhu Capai 36°C di Jawa dan Bali

Terdapat legenda Romawi yang menyebutkan bahwa sabun alami pertama kali ditemukan di dekat Gunung ‘Sapo’. Konon, air hujan membasuh lemak hewan kurban dan abu kayu ke Sungai Tiber, sehingga memudahkan para wanita mencuci pakaian di sana. Namun, para sejarawan menilai cerita ini hanyalah mitos karena tidak ada catatan geografis mengenai tempat tersebut.

Revolusi Produksi dan Kimia Saponifikasi

Hingga masa Perang Dunia II, produsen menggunakan metode perebusan ketel untuk membuat sabun dalam jumlah besar. Namun, industri saat ini lebih memilih proses berkelanjutan karena faktor fleksibilitas, kecepatan, dan ekonomi. Proses manufaktur modern dimulai dengan memanaskan bahan baku untuk menghilangkan kotoran.

Tahap selanjutnya adalah saponifikasi. Produsen menambahkan alkali kuat ke bahan baku yang telah dipanaskan. Proses ini melepaskan asam lemak yang menjadi dasar sabun, serta menghasilkan produk sampingan berharga berupa gliserin. Industri kemudian menyuling gliserin tersebut untuk digunakan dalam makanan, kosmetik, hingga obat-obatan. Setelah melalui tahap pengeringan semprot vakum, pelet sabun kering masuk ke jalur penyelesaian untuk dicampur dengan wewangian dan warna sebelum akhirnya dicetak menjadi batangan.

Baca Juga :  Nova Arianto Seleksi Ketat Pemain Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Dunia 2025 di Qatar

Era Modern: Sabun Cair dan Gel Mandi

Sejarah sabun cair dan gel sebenarnya baru dimulai pada pertengahan abad ke-18. William Shepphard mematenkan sabun cair pada tahun 1865, tetapi popularitas produk ini baru meledak setelah kemunculan sabun Palmolive pada tahun 1898. Kemajuan kimia modern kemudian memungkinkan terciptanya shower gel atau gel mandi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perbedaan utama antara sabun cair dan gel mandi terletak pada kandungan minyaknya. Gel mandi tidak mengandung minyak yang tersaponifikasi, melainkan berbasis petroleum. Keunggulannya, gel ini tidak meninggalkan residu pada kulit atau bak mandi dan memiliki pH yang lebih seimbang sehingga tidak menyebabkan iritasi. Bahkan, banyak produsen kini menambahkan pelembap atau mentol untuk memberikan sensasi kesegaran ekstra bagi penggunanya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas
Menko Polkam Atensi Keamanan Papua, Negara Tak Mundur Hadapi Teror Bandara
Ditangkap Saat Sahur, Begal Modus Fitnah Pelecehan Ternyata Sudah 4 Kali Beraksi
Kunjungan Trump ke Beijing: Diplomasi Dagang di Tengah Pukulan Hukum Mahkamah Agung
Ambisi Militer Takaichi: Jepang Akhiri Era Pasifis dan Perkuat Kapabilitas Serangan Balik
Inggris Pertimbangkan UU untuk Hapus Andrew Mountbatten-Windsor dari Garis Suksesi

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:10 WIB

Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:57 WIB

ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:37 WIB

Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:52 WIB

Menko Polkam Atensi Keamanan Papua, Negara Tak Mundur Hadapi Teror Bandara

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:39 WIB

Ditangkap Saat Sahur, Begal Modus Fitnah Pelecehan Ternyata Sudah 4 Kali Beraksi

Berita Terbaru

Zelensky sedang memberikan pidato pada konferensi beberapa bulan yang lalu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 15:37 WIB