Gelombang Maut Mengintai, BMKG Warning Siklon 96S – Warga Pesisir Diminta Siaga Total

Sabtu, 27 Desember 2025 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan dini BMKG terkait bibit siklon tropis 96S yang memicu gelombang tinggi dan cuaca ekstrem di perairan selatan Jawa, Bali, NTB, dan NTT. (Posnews/BMKG)

Peringatan dini BMKG terkait bibit siklon tropis 96S yang memicu gelombang tinggi dan cuaca ekstrem di perairan selatan Jawa, Bali, NTB, dan NTT. (Posnews/BMKG)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan, Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membunyikan alarm bahaya. Bibit siklon tropis 96S terdeteksi menguat di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dampaknya, cuaca ekstrem dan gelombang maut mengancam wilayah selatan Indonesia.

BMKG menegaskan, gelombang laut bisa menjulang di atas 2,5 meter, bahkan tembus 4 meter di sejumlah perairan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pesisir selatan Jawa, Bali, NTB, hingga NTT masuk zona rawan.

“Warga pesisir wajib waspada. Gelombang tinggi sangat berbahaya,” tegas Deputi Meteorologi BMKG Guswanto, Sabtu (27/12/2025).

Baca Juga :  KAI Siapkan 3 Juta Kursi dan Diskon 30% untuk Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Tak cuma laut bergolak, daratan juga terancam. BMKG mengingatkan potensi hujan lebat, angin kencang, banjir, longsor, dan pohon tumbang di berbagai daerah terdampak.

BMKG langsung meminta nelayan dan transportasi laut menghentikan aktivitas bila kondisi memburuk.

Pemerintah daerah juga diminta siaga penuh menghadapi bencana hidrometeorologi.

Bibit siklon 96S terpantau sejak Kamis (25/12) dini hari dengan angin 15 knot dan tekanan 1003 hPa. Dalam 24–48 jam, kekuatan angin diprediksi meningkat hingga 20 knot sebelum bergerak ke barat laut–barat.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Kota Besar Hari Ini, Hujan Lebat Mengguyur Seharian

Meski peluang menjadi siklon tropis masih rendah, BMKG menegaskan dampaknya nyata dan berbahaya.

Wilayah terdampak antara lain:

  • Hujan sedang–lebat di NTB dan NTT
  • Angin kencang di pesisir selatan Bali hingga NTT
  •  Gelombang 2,5–4 meter di Selat Bali selatan dan Samudra Hindia selatan Jatim–NTT

BMKG menegaskan, abaikan peringatan = pertaruhkan nyawa. Warga diminta pantau info resmi dan hindari aktivitas berisiko.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo
Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita
Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu
KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri
Mall Jakarta dan Surabaya Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, APPBI Ungkap Alasannya
BGN Bongkar Rekening Ganda dan Dapur Fiktif MBG, Rp311,2 Miliar Kembali ke Negara
Mutasi Besar Polri Juli 2026: Kapolri Rotasi 146 Perwira, Banyak Kapolres dan Pati Berganti
Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari, Jakarta Barat hingga Bekasi Berganti Pimpinan

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:55 WIB

KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:54 WIB

Mall Jakarta dan Surabaya Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, APPBI Ungkap Alasannya

Berita Terbaru

Eskalasi gempuran udara di ibu kota. Rusia menembakkan gelombang rudal balistik dan drone ke Kyiv, menewaskan tiga warga serta memicu ketidakpastian lisensi Patriot dari AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot

Minggu, 2 Agu 2026 - 09:00 WIB

Krisis imigrasi terbesar Afrika-Eropa. Spanyol berhasil memulangkan puluhan ribu migran dari Ceuta di tengah ketegangan diplomatik Uni Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:00 WIB